Xiaomi Menyuntikkan Dana ke Perusahaan Pembuat Chip
- Xiaomi menggelontorkan sejumlah uang ke perusahaan pembuat chip bernama Huajing Sensing Technology melalui Hubei Xiaomi Yangtze River Industrial Fund.
Huajing Sensing adalah perusahaan yang membuat teknologi chip sensor core independen. Perusahaannya sendiri didirikan pada 2010, dengan cakupan bisnis meliputi riset dan penelitian, pembuatan peralatan sensor, pengembangan teknologi, konsultan teknis, dan layanan teknis produk internet of things.
Perusahaan tersebut juga baru-baru ini mengalami perubahan besar dari segi bisnis karena mendapat suntikan dana dari sejumlah pihak, seperti Gonqingchent Tuojin Zhonghe Investment Partnership Enterprise dan Shenzhen Tuojin Venture Capital Fund Partnership.
Total dana yang dikumpulkan dari beberapa investor itu mencapai 28,59 juta yuan atau sekitar USD 4,38 juta.
Xiaomi juga sebelumnya pernah berinvestasi ke beberapa perusahaan lewat Yangtze River Industrial Fund. Perusahaan yang pernah mendapat suntikan dana dari Xiaomi itu antara lain adalah TIshen Technology yang merupakan pembuatn sensor tactile fleksibel.
Lalu ada juga Zonghui Xinguang, yang merupakan perusahaan semikonduktor, sampai perusahaan pembuat peralatan laser bernama Keyun Laser, demikian dikutip detikINET dari Gizmochina, Minggu (18/4/2021).
Sebelumnya juga diberitakan kalau Xiaomi menyuntikkan dana ke setidaknya 34 perusahaan asal China sejak 2019 lalu. Semua perusahaan itu berkaitan dengan bisnis chip semikonduktor.
Selain itu, ada juga 25 perusahaan teknologi lain yang tak berkaitan dengan bisnis semikonduktor yang mendapat suntikan dana dari Xiaomi. Cakupan bisnisnya tersebar dari startup, pembuatan layar, lensa kamera, otomatisasi, dan lainnya.
Deretan investasi yang dilakukan Xiaomi ini sejalan dengan rencana jangka panjang mereka di China, yaitu membangun rantai pasokan teknologi yang kompetitif. Dengan kata lain, Xiaomi ingin mengurangi ketergantungannya terhadap teknologi dari luar China dan memperkuat bisnis teknologinya sendiri.
Langkah ini mereka lakukan menyusu tekanan kuat dari pemerintah Amerika Serikat terhadap China, seperti yang dilakukan pada Huawei.
"Sudah tujuh tahun Xiaomi berinvestasi di bisnis chip. Perjalanan (untuk menuju ambisi chip Xiaomi) sangat panjang dan penuh tantangan, namun kami punya kesabaran dan ketekunan untuk mencapainya," ujar pendiri Xiaomi Lei Jun.
https://trimay98.com/movies/lupin-the-third-farewell-to-nostradamus/
Lelang Frekuensi 2,3 GHz: Siapa Menang, Telkomsel, Smartfren atau XL Axiata?
Persaingan memperebutkan blok kosong di lelang frekuensi 2,3 GHz tinggal menyisakan tiga operator seluler saja. Siapa yang bakal borong, Smartfren, Telkomsel, atau XL Axiata?
Setelah mengumumkan membuka kembali lelang frekuensi 2,3 GHz, tercatat Telkomsel, Indosat Ooredoo, Smartfren, Hutchison 3 Indonesia (Tri), dan XL Axiata mengambil dokumen seleksi pada Rabu (17/3) lalu.
Namun, hanya Smartfren, Telkomsel, dan XL Axiata yang menyerahkan dokumen permohonan seleksi lelang frekuensi dan ketiga operator seluler tersebut lulus evaluasi administrasi. Selanjutnya mereka akan bertarung untuk memperebutkan tiga blok kosong di frekuensi 2,3 GHz.
Berbeda dengan lelang frekuensi 2,3 GHz tahun 2020 yang dibatalkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), di edisi kali ini tender tersebut memungkinkan peserta lelang memborong semua blok kosong di rentang 2360-2390 MHz.
"Saya duga semua berambisi untuk menguasai 30 MHz ini, terutama Telkomsel dan Smartfren, supaya bisa gelar 5G di beberapa tempat pilihan," ujar Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Muhammad Ridwan Effendi kepada detikINET.
Kendati begitu, Ridwan melihat, XL Axiata juga tidak akan begitu saja melepaskan persaingan di lelang frekuensi 2,3 GHz.
"XL Axiata masih perlu tambahan spektrum untuk memperbaiki kualitas layanan. Semuanya nampaknya akan mati-matian nih berebut (blok kosong) di frekuensi 2,3 GHz, terutama yang sudah punya di situ duluan," kata mantan Komisioner BRTI ini.
Sesuai ketentuan angka 4.8.3 dalam dokumen Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2021 maka peserta seleksi yang lulus tahapan evaluasi administrasi akan mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu tahapan lelang harga blok kosong di frekuensi 2,3 GHz tersebut.
Komentar
Posting Komentar