Update Corona 15 April: Tambah 6.177 Kasus Baru, Total Kasus Aktif 108.032

  Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia bertambah 6.177 kasus pada Kamis (15/4/2021). Total kasus positif menjadi 1.589.359, sembuh 1.438.254, dan meninggal 43.073.

Spesimen yang diperiksa mencapai 74.583 dan ada 58.328 suspek. Total kasus aktif hari ini 108.032, berkurang 352 dibandingkan kemarin.


Detail penambahan kasus Corona di Indonesia adalah sebagai berikut.


Kasus positif bertambah 6.177 menjadi 1.589.359

Pasien sembuh bertambah 6.362 menjadi 1.438.254

Pasien meninggal bertambah 167 menjadi 43.073

Sebelumnya, pada Rabu (14/4/2021), tercatat total sebanyak 1.583.182 kasus positif virus Corona COVID-19, 1.431.892 pasien sembuh, dan 42.906 kasus meninggal dunia.

https://cinemamovie28.com/movies/dreamkatcher/


DKI Kembali Tertinggi! Ini Sebaran 6.177 Kasus Baru COVID-19 RI 15 April


Pada Kamis (15/4/2021), Indonesia melaporkan penambahan 6.177 kasus baru COVID-19. Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.589.359 kasus COVID-19.

DKI Jakarta mencatatkan kasus tertinggi yaitu 1.330 kasus, disusul Jawa Barat dengan 1.216 kasus.


Detail perkembangan virus Corona Kamis (15/4/2021), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.177 menjadi 1.589.359.

Pasien sembuh bertambah 6.362 menjadi 1.438.254

Pasien meninggal bertambah 167 menjadi 43.073.

Tercatat sebanyak 74.583 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 58.328.


Sebaran 6.177 kasus baru Corona di Indonesia pada Kamis (15/4/2021), sebagai berikut:


DKI Jakarta: 1.330 kasus

Jawa Barat: 1.216 kasus

Jawa Tengah: 841 kasus

Jawa Timur: 294 kasus

Riau: 269 kasus

DI Yogyakarta: 221 kasus

Kalimantan Selatan: 221 kasus

Bali: 202 kasus

Bangka Belitung: 188 kasus

Kalimantan Timur: 185 kasus

Sumatera Barat: 158 kasus

Kepulauan Riau: 129 kasus

Sulawesi Selatan: 93 kasus

Kalimantan Barat: 88 kasus

Kalimantan Tengah: 85 kasus

Banten: 81 kasus

Sumatera Utara: 68 kasus

Sumatera Selatan: 63 kasus

Papua: 63 kasus

NTT: 52 kasus

Jambi: 49 kasus

Lampung: 48 kasus

Bengkulu: 46 kasus

Aceh: 40 kasus

Nusa Tenggara Barat: 31 kasus

Kalimantan Utara: 28 kasus

Sulawesi Tengah: 27 kasus

Sulawesi Utara: 25 kasus

Gorontalo: 16 kasus

Papua Barat: 14 kasus

Maluku Utara: 3 kasus

Sulawesi Tenggara: 2 kasus

Sulawesi Barat: 1 kasus


Harus Selalu Berbuka dengan yang Manis? Begini Plus Minusnya


Waktu berbuka adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.

Berbagai menu sudah disiapkan menjelang berbuka puasa, seringkali tidak lengkap rasanya bila tidak menyiapkan hidangan yang bercita rasa manis. Hal itu nampaknya sudah menjadi budaya turun temurun, khususnya di Indonesia.


Haruskah selalu berbuka puasa dengan makanan manis?

Dikutip dari Nutrition.org.uk, Dr Kaseem Halmar dari University of Warwick, Inggris, mengatakan hampir 14 jam tubuh seseorang yang menjalani puasa tidak mendapatkan asupan cairan dan sari makanan. Itu membuat kadar gula dalam darah menurun dan menyebabkan lemas menjelang buka puasa.


Menurut Dr Kaseem, jika seseorang berbuka dengan makanan atau minuman yang manis akan menyeimbangkan kembali kadar insulin, sehingga bisa kembali memproduksi energi. Tetapi, ia mengingatkan untuk tetap ada batasan dalam mengkonsumsinya.


Alih-alih berbuka dengan makanan manis seperti puding dan minuman berasa lainnya, dokter ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen mengingatkan untuk menghidrasi tubuh lebih dulu agar lambung bisa bekerja dengan baik.

https://cinemamovie28.com/movies/bonus/

Komentar

Postingan Populer