Mau Matikan Internet, Pria Ini Ditangkap FBI
Pria ini merencanakan aksi berbahaya yang ia yakini akan mematikan sekitar 70% internet dengan cara merusak Amazon. Untungnya, rencana itu terendus oleh aparat sehingga ia ditangkap oleh FBI.
Tersangka yang bernama Seth Aaron Pendley berusia 28 tahun, dicokok oleh agen FBI yang menyamar. Bagaimana kisahnya?
Seperti dikutip detikINET dari BBC, Rabu (14/4/2021), Pendley yang jika bersalah bisa dijatuhi hukuman 20 tahun penjara ini punya tujuan utama merusak jaringan server Amazon.
Ia meyakini bahwa layanan Amazon menjalankan 70% internet termasuk digunakan juga oleh FBI dan CIA. Maka dengan merusak gedungnya dan merusak servernya, Pendley meyakini kejadian itu dapat mengganggu kalangan elit atau oligarki yang menguasai Negeri Paman Sam.
Memang benar bahwa Amazon Web Services (AWS) merupakan layanan populer yang menyediakan tulang punggung pada berbagai website besar. Jika ada gangguan, website itu berpotensi tumbang dalam jangka waktu lama.
Setelah mendengar informasi tentang rencana Pendley, FBI menganggapnya sebagai kasus serius dan mereka segera melakukan penyelidikan. Mereka berhasil memperoleh identitas asli Pendley maupun alamat emailnya. Percakapan online Pendley pun dipantau dan kemudian diketahui dia sedang mencari bahan peledak.
Agen FBI lalu menyamar sebagai pemasok bahan peledak dan Pendley termakan umpan. Pendley menerima benda yang disebut bom itu dan memasukkannya di mobil. Hal itu cukup menjadi bukti sehingga ia ditangkap langsung oleh FBI.
"Kami berterima kasih pada FBI atas kerja mereka di investigasi ini. Kami mengutamakan keamanan staff dan data konsumen dengan sangat serius dan selalu memeriksa ancaman potensial," demikian pernyataan dari Amazon.
https://trimay98.com/movies/call-for-love/
Ramaikan Ramadhan, HP Terjangkau Oppo A74 Segera Rilis di Indonesia?
Momen Ramadhan kerap dimanfaatkan vendor handphone (HP) untuk merilis perangkat baru, salah satunya Oppo. Di bulan puasa tahun ini mereka menyiapkan HP barunya yang kemungkinan harganya terjangkau.
Perangkat tersebut sudah tercatat di situs TKDN Kemenperin dengan sertifikat nomor 45/SJ-IND.8/TKDN/1/ sejak 13 Januari 2021.
Selang beberapa waktu, device berkode CPH2219 ini lolos uji Ditjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Perangkat yang terdaftar dengan nomor sertifikat 73047/SDPPI/2021.
Bila mengacu bocoran CPH2219 tidak lain adalah Oppo A74. Ponsel ini digadang sebagai penerus Oppo A92 yang dirilis tahun lalu.
Menariknya perangkat berkode CPH2219 belum dirilis di dunia. Bisa jadi Indonesia kembali jadi pertama yang meluncurkan seperti Oppo A54 beberapa waktu lalu.
Jajaran Oppo seri A sendiri dikenal harganya yang terjangkau dengan spesifikasi menarik. Mengacu laporan MySmartprice, Oppo A74 bakal mengusung layar AMOLED 6,43 inch Full HD+.
Ponsel ini mengadopsi punch hole di sudut kiri atas, sementara di bagian bawahnya terdapat sensor sidik jari.
Oppo konon menyematkan chip Snapdragon 662 dengan RAM 6 GB. Memori internalnya 128 GB yang bisa ditambah dengan menyematkan mocroSD.
https://trimay98.com/movies/race-to-witch-mountain/
Komentar
Posting Komentar