Lebaran Bisa ke Mana? Cek Daftar Wilayah Boleh Mudik 2021
Meski mudik Lebaran tahun ini dilarang karena kondisi pandemi Corona, pergerakan atau mobilitas di beberapa wilayah tidak dibatasi pada 6-17 Mei 2021. Di antaranya Jabodetabek hingga beberapa kota lain seperti Bandung Raya masuk daftar wilayah boleh mudik 2021.
Hal ini mengacu pada ketentuan yang ditetapkan Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi. Rata-rata yang masuk daftar wilayah boleh mudik 2021 adalah kawasna perkotaan, melalui transportasi darat dan kereta api (KA).
"Jadi untuk kawasan perkotaan ada beberapa daerah yang sudah kami skip dan boleh melanjutkan atau melakukan kegiatan pergerakan transportasi," ungkap Budi saat konferensi pers, dikutip dari YouTube Kemenko PMK Selasa (13/4/2021).
Di mana saja daftar wilayah boleh mudik 2021 via transportasi darat?
Medan
Binjai
Deli Serdang
Karo
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek)
Bandung Raya
Semarang
Kendal
Demak
Ungaran
Purwodadi
Jogja Raya
Solo Raya
Gresik
Bangkalan
Mojokerto
Surabaya
Sidoarjo
Lamongan (Gerbangkertosusila)
Makasar
Sungguminasa
Takalar
Maros.
Daftar wilayah boleh mudik 2021 via Kereta Api:
Jabodetabek
Rangkas
Padalarang
Bandung
Cicalengka
Kutoarjo
Yogyakarta
Solo
Lamongan
Surabaya
Sidoarjo
Bangil
Pasuruan
Mojokerto
Gresik
Di luar daftar wilayah boleh mudik 2021, pergerakan mobilitas tidak diperbolehkan. Namun, Budi menyebut masing-masing instansi yang memiliki aktivitas mendesak untuk bepergian, bisa melampirkan surat sebagai bukti melakukan aktivitas.
Sementara karyawan yang masih memiliki kegiatan urgent untuk melakukan perjalanan di 6-17 Mei 2021 diatur perizinannya oleh Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia (Kemnaker).
"Karyawan dan pekerjaan akan diatur oleh Menaker," sebut Budi.
https://maymovie98.com/movies/hardcore-comedy/
Vaksin COVID-19 Terbatas, Menkes Akui Terlambat Bikin Vaksin Anak Bangsa
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui Indonesia terlambat dalam mewujudkan kemandirian vaksin dengan mengembangkan dan memproduksi vaksin COVID-19 karya anak bangsa secara massal.
Hasilnya, Indonesia harus siap untuk menghadapi kendala ketersediaan stok vaksin yang saat ini menjadi rebutan di berbagai negara. Tak hanya itu, Indonesia juga diketahui terdampak embargo vaksin dari India, yang menyebabkan negara ini kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis dari GAVI pada April 2021 ini.
"Kita walaupun agak terlambat, ya kita lakukan sekarang. Karena kita sangat membutuhkan vaksin-vaksin asli Indonesia agar bisa mengatasi masalah resiliensi," jelas Menkes Budi dalam dalam live di kanal YouTube BPOM RI, Selasa (13/4/2021).
Meski begitu, Menkes Budi tetap meminta dukungan pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk tetap bekerja sama dalam mengawasi dan mengevaluasi penelitian terkait vaksin maupun obat COVID-19.
"Saya mendengar bahwa di setiap penelitian, ada namanya lembah kematian, di mana hasil penelitian itu kemudian gagal terealisasi. Nah, itu salah satu tugas negara, kita menggandeng para peneliti melewati lembah kematian dengan aman," ujarnya.
Komentar
Posting Komentar