Lagi Viral Obat Baru Molnupiravir, Diklaim Bisa Sembuhkan Corona

 Informasi tentang obat antiviral molnupiravir beredar di sejumlah grup Whatsapp, dikabarkan tengah menjalani uji klinis fase dua. Obat yang dikembangkan oleh perusahaan Merck dan Ridgeback Biotherapeutics ini jadi sorotan karena diuji untuk melawan virus Corona COVID-19.

Dalam keterangan di situs resminya, Merck mengatakan bahwa obat molnupiravir sudah diuji bisa mencegah dan mengobati infeksi virus corona SARS dan MERS. Molnupiravir adalah obat yang bekerja dengan cara menghalangi kemampuan virus untuk bereplikasi di dalam tubuh.


Dalam uji klinis, semua partisipan positif COVID-19 yang mendapatkan obat molnupiravir bisa bersih dari virus setelah lima hari. Sementara pada kelompok partisipan positif yang mendapat plasebo, masih ada 24 persennya yang terdeteksi memiliki virus setelah lima hari.


Dari total 202 partisipan yang terlibat, ada empat orang yang melaporkan efek samping serius. Hanya saja setelah penyelidikan tidak ditemukan kaitan efek samping dengan obat molnupiravir.


Uji pada hewan juga menunjukkan bahwa molnupiravir tidak bersifat mutagenik atau menyebabkan kecacatan karena memicu mutasi. Sebelumnya ada kekhawatiran bahwa senyawa yang digunakan di dalam obat bisa memicu hal tersebut.


"Pengurangan jumlah virus infeksius pada individu dengan COVID-19 yang diberikan molnupiravir sangat menjanjikan. Apabila terus didukung dengan studi-studi lanjutan ini bisa membawa dampak nyata pada dunia kesehatan, terutama dalam konsisi virus SARS-COV-2 yang terus menyebar dan berevolusi di dunia," komentar investigator kesehatan William Fischer dari University of North Carolina School of Medicine seperti dikutip pada Selasa (13/4/2021).


Masih belum diketahui pasti kapan uji klinis molnupiravir selesai dan bisa digunakan untuk umum.


Saat ini Merck dilaporkan tengah mencoba menggunakan molnupiravir sebagai obat untuk upaya pencegahan. Ini dilakukan dengan cara memberikan obat pada orang yang positif COVID-19, namun tidak atau belum memiliki gejala.

https://maymovie98.com/movies/spaceman/


Terbaru! Ini Jarak Waktu Vaksin COVID-19 Dosis 1 dan 2 AstraZeneca Vs Sinovac


 Sudah ada dua jenis vaksin Corona tiba di Indonesia. Selain Sinovac, vaksinasi AstraZeneca sudah dimulai di sejumlah wilayah khusus untuk pelayanan publik dan para lansia.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro menegaskan ada perubahan masa interval vaksin atau jarak waktu vaksin COVID-19 1 dan 2. Usai sebelumnya vaksin AstraZeneca diusulkan ITAGI interval vaksinnya 8 minggu, kini berapa lama jarak waktu vaksin COVID-19 1 dan 2 yang ditetapkan?


Vaksin AstraZeneca

dr Reisa menegaskan masa interval vaksin AstraZeneca ditetapkan 12 minggu. Hal ini untuk mempermudah pelaksanaan vaksinasi Corona yang sejauh ini diberikan pada petugas pelayanan publik dan lansia.


"Untuk AstraZeneca hasil kerja sama COVAX facility jaraknya adalah 12 minggu," beber dr Reisa dalam YouTube Sekretariat Presiden RI, Selasa (13/4/2021).


Vaksin Sinovac

Perubahan jarak waktu vaksin COVID-19 1 dan 2 Sinovac dari 14 hari menjadi 28 hari sudah berlangsung sejak pertengahan Maret lalu. Menurut dr Reisa, para ahli meyakini perubahan masa interval vaksin ini tak mengganggu imunitas yang timbul pasca divaksinasi.


"Para ahli menyatakan penyesuaian masa interval vaksin Corona ini masih bisa memberikan imunitas optimal kepada penerima vaksin," kata dr Reisa.


dr Reisa menegaskan, penyesuaian masa interval vaksin atau pemberian jarak waktu vaksin COVID-19 dosis 1 dan 2 juga mengacu pada penyesuaian penelitian ilmiah yang para pakar. Mempertimbangkan bagaimana antibodi pasca imunisasi bisa terbentuk maksimal.


"Virus, vaksin, dan pandemi ini memang baru bagi kita semua, maka dari itu penyesuaian tidak bisa terhindarkan, karena para ilmuwan kita masih terus mempelajari efektivitas vaksin untuk mencapai titik tertinggi," beber dr Reisa saat menjelaskan perubahan jarak waktu vaksin COVID-19 1 dan 2.

https://maymovie98.com/movies/julieta-2/


Komentar

Postingan Populer