Harus Selalu Berbuka dengan yang Manis? Begini Plus Minusnya

 Waktu berbuka adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.

Berbagai menu sudah disiapkan menjelang berbuka puasa, seringkali tidak lengkap rasanya bila tidak menyiapkan hidangan yang bercita rasa manis. Hal itu nampaknya sudah menjadi budaya turun temurun, khususnya di Indonesia.


Haruskah selalu berbuka puasa dengan makanan manis?

Dikutip dari Nutrition.org.uk, Dr Kaseem Halmar dari University of Warwick, Inggris, mengatakan hampir 14 jam tubuh seseorang yang menjalani puasa tidak mendapatkan asupan cairan dan sari makanan. Itu membuat kadar gula dalam darah menurun dan menyebabkan lemas menjelang buka puasa.


Menurut Dr Kaseem, jika seseorang berbuka dengan makanan atau minuman yang manis akan menyeimbangkan kembali kadar insulin, sehingga bisa kembali memproduksi energi. Tetapi, ia mengingatkan untuk tetap ada batasan dalam mengkonsumsinya.


Alih-alih berbuka dengan makanan manis seperti puding dan minuman berasa lainnya, dokter ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen mengingatkan untuk menghidrasi tubuh lebih dulu agar lambung bisa bekerja dengan baik.


Bisa mulai mengonsumsi buah-buahan hingga kurma untuk berbuka puasa.


"Makanan dan minuman manis cenderung memberi rasa 'enek' dan penuh tapi miskin gizi dan akibatnya makan sehabis shalat magrib tidak cukup yang justru dibutuhkan tubuh," kata dr Tan saat dihubungi detikcom Kamis (15/4/2021).


"Membatalkan puasa lebih tepat jika disebut menghidrasi tubuh yang sudah lebih dari 12 jam tidak mendapat asupan air dan kembali mengisi lambung dengan asupan pangan yang membuat tubuh kembali bisa bekerja sempurna. Karena, turunnya gula darah sejak sahur hingga berbuka tidak mendadak anjlok, maka tentu akan lebih sehat jika naiknya pun perlahan," lanjutnya.


Salah satu hal yang tidak disadari menurut dr Tan sebenarnya makanan yang hendak dimakan juga sudah memiliki kandungan gula, sedangkan batas konsumsi harian gula yang dihimbau Kementerian Kesehatan Republik Indonesia hanya sebanyak empat sendok makan per hari.


"Tolong diingat, manis tidak selalu dari gula pasir atau yang benar-benar terlihat dan disadari. Masak dengan kecap, makan puding, bahkan aneka kudapan juga diam-diam mengandung banyak gula tersembunyi," ungkapnya.


Untuk menu yang paling ideal dikonsumsi saat berbuka, Tan mengatakan untuk memilih menu yang dapat menghidrasi seperti soto dan sup yang dapat 'membangunkan' pencernaan agar setelah salat maghrib orang yang berpuasa masih bisa makan dengan baik.


"Berbuka adalah 'makan siang yang amat terlambat' karenanya dimulai dengan sup atau soto sebagai pendahuluan atau takjil, dan habis salat isya masih bisa makan malam yang tidak usah terlalu banyak karena habis itu tidur," pungkasnya.

https://cinemamovie28.com/movies/by-light-of-desert-night/


7 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan, Bakar Kalori hingga Kurangi Stres


 Salat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilakukan setiap malam setelah salat isya dan dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Ramadhan. Rakaat salat Tarawih sendiri bervariasi, mulai dari 8 rakaat hingga 20 rakaat.

Selain bisa mendapatkan pahala dengan menjalankan sunnah Rasulullah SAW, salat Tarawih ternyata juga memiliki manfaat bagi kesehatan, lho.


Biasanya, sebelum berbuka, kadar gula darah dan insulin berada pada tingkat terendahnya. Sementara setelah berbuka puasa, gula darah akan terus meningkat dari makanan yang dicerna oleh tubuh.


Satu jam atau lebih setelah berbuka, gula darah akan mulai meningkat bersamaan dengan plasma dan insulin. Setelah dua jam, gula darah akan berada pada tingkat tertingginya. Di sini lah salat Tarawih memiliki peran.


Mengutip New Straits Times, saat salat gula darah yang bersirkulasi akan dimetabolisme menjadi karbon dioksida dan air. Dengan demikian, salat tarawih dapat membakar ekstra kalori, meningkatkan fleksibilitas dan koordinasi, mengurangi respons otonom stres pada orang sehat, serta mengurangi gangguan kecemasan dan depresi.


Selain itu, gerakan yang dilakukan saat salat tarawih dapat meningkatkan kebugaran fisik, kesejahteraan emosional, dan meningkatkan umur panjang.


Salat Tarawih juga memiliki manfaat yang sama dengan salat wajib yang dilakukan pada 5 waktu setiap harinya, yakni dapat menghasilkan perubahan fisiologis tanpa adanya efek samping yang tidak diinginkan seperti yang dihasilkan pada saat jogging atau berjalan.


Dengan demikian, seseorang yang menjalankan kewajiban salat 5 waktu ditambah dengan salat Tarawih selama bulan Ramadhan dapat merasakan manfaatnya. Tak hanya manfaat spiritual, tetapi juga manfaat kebugaran fisik.

https://cinemamovie28.com/movies/unaccompanied-minors/

Komentar

Postingan Populer