Habis Vaksin Boleh Olahraga? Ini 4 Hal yang Harus Dipertimbangkan

 Olahraga dan vaksin COVID-19 punya tujuan yang sama, sama-sama menjadi ikhtiar untuk menjaga kesehatan. Habis vaksin boleh olahraga, atau ada pantangan tertentu?

Vaksin COVID-19 merupakan produk yang relatif masih baru, ada banyak hal yang hingga saat ini masih terus diteliti. Termasuk efeknya di dalam tubuh setelah disuntikkan.


Berbagai kemungkinan efek samping maupun kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) memang sudah diteliti melalui uji klinis pada tahap pengembangan. Ketika suatu vaksin sudah boleh digunakan, artinya faktor keamanan sudah dipertimbangkan.


Jadi, habis vaksin boleh olahraga? Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.


1. Observasi

Peunjuk teknis vaksinasi COVID-19 mengharuskan penerima vaksin menunggu 30 menit sebelum meninggalkan tempat vaksinasi. Demikian juga petugas, harus memantau berbagai kemungkinan KIPI yang muncul dalam 30 menit tersebut.


Jadi kalaupun mau langsung olahraga setelah vaksin, sebaiknya tunggu setelah selesai observasi.


2. Ada kemungkinan efek samping?

Beberapa keluhan ringan umumnya dianggap wajar jika muncul setelah vaksinasi. Di antaranya seperti rasa letih, sakit kepala, nyeri otot, bahkan mungkin sedikitg demam. Keluhan ini bisa muncul dalam 1-2 hari.


"Efek samping umum ini adalah pertanda sistem imun merespons vaksin," kata David Wyles, MD, ahli penyakit infeksi dari Denver Health, dikutip dari Health.


Menurut dr David, berbagai keluhan itu umumnya cepat hilang dan tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari. Termasuk olahraga.


3. Tidak langsung kebal

Selain soal efek samping, yang harus dipertimbangkan juga adalah soal protokol pencegahan COVID-19. Salah satu titik lengah penularan adalah ketika berolahraga bareng-bareng, lalu dilanjutkan dengan kumpul-kumpul.


Penting untuk diingat, vaksin tidak memberikan kekebalan sesaat setelah disuntikkan. Karenanya, pakai masker dan jaga jarak tetap jadi kewajiban.


4. Jadi, habis vaksin boleh olahraga?

Selama tidak muncul keluhan serius, dan sudah selesai menjalani observasi selama 30 menit, tidak ada larangan untuk beraktivitas seperti biasa.


"Saya pikir tidak ada yang bahaya untuk olahraga setelah mendapat vaksin," kata dr David.


Bahkan beberapa keluhan ringan setelah vaksin juga tidak perlu jadi alasan untuk melarang olahraga setelah vaksin. Tidak ada bukti olahraga setelah vaksin akan mengurangi efektivitas.


Namun dr David mengingatkan aturan umum saat olahraga: dengarkan tubuh sendiri! Jika merasa tidak nyaman, maka 'rest' atau istirahat adalah bagian dari olahraga yang terprogram.

https://movieon28.com/movies/lake-bodom/


Apakah 'Masuk Angin' Benar-benar Ada? Dokter Menjawabnya di Sini


 Masuk angin merupakan salah satu kondisi yang sering kali dirasakan oleh masyarakat Indonesia ketika imunitas tubuhnya sedang menurun. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai kondisi di mana angin masuk ke dalam tubuh.

Angin yang masuk ke dalam tubuh tersebut kemudian menyebabkan tubuh mengalami sejumlah gejala, mulai dari meriang hingga sakit tenggorokan. Padahal, istilah masuk angin bukan berarti tubuh kemasukan angin, lho.


Justru, tubuh sedang terserang oleh virus yang disebut dengan virus common cold atau selesma. Virus tersebut kemudian akan menimbulkan gejala-gejala yang kerap dikeluhkan sebagai gejala masuk angin.


"Kalau kita lihat dari kaca mata kedokteran ya, masuk angin ini sebenarnya adalah masuk virus. Virus common cold atau virus selesma yang menimbulkan gejala-gejala seperti meriang, kembung, mual, kemudian kadang ada sakit tenggorokan, kadang ada batuk, kadang ada pilek," jelas Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr (Cand) dr Inggrid Tania, M.Si (Herbal), Kamis (15/4/2021).


Selain dianggap sebagai keluhan masuk angin, sejumlah gejala yang muncul tersebut juga tak jarang disalahartikan sebagai flu. Ternyata, kata dr Inggrid, gejala yang ditimbulkan oleh virus influenza akan lebih berat lagi daripada virus selesma.


"Kalau orang Indonesia juga kadang bilangnya itu sebagai flu. Tapi itu sebenarnya adalah common cold atau selesma. Kalau flu sebenarnya lain lagi, namanya virus influenza. Itu lebih berat lagi. Biasanya demamnya lebih tinggi, sakit ototnya lebih berat," lanjutnya.


Jenis virus common cold yang sering dianggap sebagai masuk angin merupakan rhinovirus. Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), rhinovirus merupakan jenis virus selesma yang paling umum dialami oleh banyak orang.


"Kalau ini namanya virus common cold, contoh nama virusnya misalnya rhinovirus. Nah ini yang kita sebut sebagai masuk angin. Kalau orang dulu karena belum mengenal ilmu virus ya, maka menganggapnya angin yang masuk ke dalam tubuhnya. Tapi sebenarnya virus," pungkas dr Inggrid.

https://movieon28.com/movies/erotic-ghost-story-perfect-match/

Komentar

Postingan Populer