Frekuensi Emas Bisa Dipakai Gelar 5G di Indonesia
Pita frekuensi 700 MHz yang dikenal sebagai golden frequency atau frekuensi emas, bisa dimanfaatkan untuk menggelar layanan 5G di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Jakarta, Rabu (7/4/2021).
"Dari beberapa operator seluler, ada beberapa di antaranya sudah mempunyai frekuensi yang relevan sesuai kebutuhan 5G. Mereka berpotensi untuk nanti mengembangkan 5G, tidak semua operator, tapi hanya operator yang memenangkan atau mendapatkan lisensi di frekuensi tertentu," tuturnya.
Sebagai informasi, golden frequency atau frekuensi emas yang disematkan pada frekuensi 700 MHz, lantaran spektrum tersebut memiliki jangkauan yang lebih luas ketimbang 900 MHz, 1,8 GHz, 2,1 GHz, atau 2,3 GHz yang digunakan operator seluler sekarang.
Disampaikan Menkominfo, frekuensi 700 MHz akan dialokasikan kepada operator seluler, yang mana spektrum tersebut masih dipakai untuk penyiaran.
Saat ini, pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mendorong migrasi TV analog ke digital. Diharapkan proses migrasi tersebut selesai pada November 2022.
Dengan perpindahan dari TV analog ke TV digital, maka akan terdapat digital deviden dari lebar pita 112 MHz di frekuensi 700 MHz yang sebelumnya digunakan sepenuhnya oleh televisi analog.
Setelah itu, Kominfo berencana melakukan lelang frekuensi 700 MHz kepada operator seluler.
"Termasuk mengenai digital dividen dari frekuensi 700 MHz nanti melakukan lelang untuk keperluan telekomunikasi kepada operator seluler. Bagaimana itu digunakan? Operator seluler nanti yang mempertimbangkan untuk keperluan 4G terlebih dahulu, tetapi ia punya peluang dikembangkan 5G karena itu frekuensi emas di low band level," jelas Johnny.
https://indomovie28.net/movies/becoming/
Segera Hapus Aplikasi Scan Barcode Ini, Mengandung Malware!
Canon, lewat Datacrip, merilis dua pemindai dokumen terbaru di Indonesia, yaitu imageFormula DR-S150 dan R40. Kedua scanner ini dijanjikan mendukung produktivitas karena kecepatannya yang tinggi.
Baik DR-S150 maupun R40 adalah scanner yang ditujukan untuk keperluan perusahaan di berbagai industri, seperti layanan keuangan, kesehatan, layanan hukum dan asuransi. Keduanya juga terintegrasi dengan berbagai software pengelola dokumen untuk mempermudah alur kerja penggunanya.
"Dokumen digital membuat proses kerja menjadi lebih mudah dan praktis. Keuntungan file dalam bentuk digital selain dapat dengan mudah diakses dari mana pun, juga dapat menghemat ruang, mempermudah pengelolaan pengarsipan, serta lebih cepat menemukan file dokumen jika dibutuhkan," ujar Monica Aryasetiawan, Director of Canon Business Unit Datascrip, Rabu (7/4/2021).
"Kedua pemindai dokumen terbaru dari Canon ini dibekali teknologi terkini serta mudah dioperasikan untuk mendukung produktivitas kerja di mana pun," tambahnya.
Di Indonesia, Datascrip mengklaim Canon punya pangsa pasar 15%. Selama pandemi ini, mereka pun mengakui kalau penjualannya turun.
"Ya secara keseluruhan selama pandemi memang (penjualan) turun, tapi ini semua industri juga kena," tambah Monica.
Ia pun membeberkan strategi yang diterapkan oleh Datascrip untuk mempromosikan produk-produk Canon selama pandemi. Yaitu dengan memanfaatkan media sosial.
"Sejak WFH semua goes digital, dan salah satunya itu sosial media yang mempengaruhi gaya hidup orang. Media sosial juga yang membantu kami untuk mengedukasi produk-produk yang kami pasarkan," jelasnya.
https://indomovie28.net/movies/blazing-samurai/
Komentar
Posting Komentar