DKI Kembali Tertinggi! Ini Sebaran 6.177 Kasus Baru COVID-19 RI 15 April
Pada Kamis (15/4/2021), Indonesia melaporkan penambahan 6.177 kasus baru COVID-19. Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.589.359 kasus COVID-19.
DKI Jakarta mencatatkan kasus tertinggi yaitu 1.330 kasus, disusul Jawa Barat dengan 1.216 kasus.
Detail perkembangan virus Corona Kamis (15/4/2021), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 6.177 menjadi 1.589.359.
Pasien sembuh bertambah 6.362 menjadi 1.438.254
Pasien meninggal bertambah 167 menjadi 43.073.
Tercatat sebanyak 74.583 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 58.328.
Sebaran 6.177 kasus baru Corona di Indonesia pada Kamis (15/4/2021), sebagai berikut:
DKI Jakarta: 1.330 kasus
Jawa Barat: 1.216 kasus
Jawa Tengah: 841 kasus
Jawa Timur: 294 kasus
Riau: 269 kasus
DI Yogyakarta: 221 kasus
Kalimantan Selatan: 221 kasus
Bali: 202 kasus
Bangka Belitung: 188 kasus
Kalimantan Timur: 185 kasus
Sumatera Barat: 158 kasus
Kepulauan Riau: 129 kasus
Sulawesi Selatan: 93 kasus
Kalimantan Barat: 88 kasus
Kalimantan Tengah: 85 kasus
Banten: 81 kasus
Sumatera Utara: 68 kasus
Sumatera Selatan: 63 kasus
Papua: 63 kasus
NTT: 52 kasus
Jambi: 49 kasus
Lampung: 48 kasus
Bengkulu: 46 kasus
Aceh: 40 kasus
Nusa Tenggara Barat: 31 kasus
Kalimantan Utara: 28 kasus
Sulawesi Tengah: 27 kasus
Sulawesi Utara: 25 kasus
Gorontalo: 16 kasus
Papua Barat: 14 kasus
Maluku Utara: 3 kasus
Sulawesi Tenggara: 2 kasus
Sulawesi Barat: 1 kasus
https://cinemamovie28.com/movies/murder-rx/
Harus Selalu Berbuka dengan yang Manis? Begini Plus Minusnya
Waktu berbuka adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.
Berbagai menu sudah disiapkan menjelang berbuka puasa, seringkali tidak lengkap rasanya bila tidak menyiapkan hidangan yang bercita rasa manis. Hal itu nampaknya sudah menjadi budaya turun temurun, khususnya di Indonesia.
Haruskah selalu berbuka puasa dengan makanan manis?
Dikutip dari Nutrition.org.uk, Dr Kaseem Halmar dari University of Warwick, Inggris, mengatakan hampir 14 jam tubuh seseorang yang menjalani puasa tidak mendapatkan asupan cairan dan sari makanan. Itu membuat kadar gula dalam darah menurun dan menyebabkan lemas menjelang buka puasa.
Menurut Dr Kaseem, jika seseorang berbuka dengan makanan atau minuman yang manis akan menyeimbangkan kembali kadar insulin, sehingga bisa kembali memproduksi energi. Tetapi, ia mengingatkan untuk tetap ada batasan dalam mengkonsumsinya.
Alih-alih berbuka dengan makanan manis seperti puding dan minuman berasa lainnya, dokter ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen mengingatkan untuk menghidrasi tubuh lebih dulu agar lambung bisa bekerja dengan baik.
Bisa mulai mengonsumsi buah-buahan hingga kurma untuk berbuka puasa.
"Makanan dan minuman manis cenderung memberi rasa 'enek' dan penuh tapi miskin gizi dan akibatnya makan sehabis shalat magrib tidak cukup yang justru dibutuhkan tubuh," kata dr Tan saat dihubungi detikcom Kamis (15/4/2021).
"Membatalkan puasa lebih tepat jika disebut menghidrasi tubuh yang sudah lebih dari 12 jam tidak mendapat asupan air dan kembali mengisi lambung dengan asupan pangan yang membuat tubuh kembali bisa bekerja sempurna. Karena, turunnya gula darah sejak sahur hingga berbuka tidak mendadak anjlok, maka tentu akan lebih sehat jika naiknya pun perlahan," lanjutnya.
Salah satu hal yang tidak disadari menurut dr Tan sebenarnya makanan yang hendak dimakan juga sudah memiliki kandungan gula, sedangkan batas konsumsi harian gula yang dihimbau Kementerian Kesehatan Republik Indonesia hanya sebanyak empat sendok makan per hari.
"Tolong diingat, manis tidak selalu dari gula pasir atau yang benar-benar terlihat dan disadari. Masak dengan kecap, makan puding, bahkan aneka kudapan juga diam-diam mengandung banyak gula tersembunyi," ungkapnya.
Untuk menu yang paling ideal dikonsumsi saat berbuka, Tan mengatakan untuk memilih menu yang dapat menghidrasi seperti soto dan sup yang dapat 'membangunkan' pencernaan agar setelah salat maghrib orang yang berpuasa masih bisa makan dengan baik.
"Berbuka adalah 'makan siang yang amat terlambat' karenanya dimulai dengan sup atau soto sebagai pendahuluan atau takjil, dan habis salat isya masih bisa makan malam yang tidak usah terlalu banyak karena habis itu tidur," pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar