Corona DKI Naik Lagi Dua Pekan Terakhir, Ini Wilayah Penyumbang Kasus Terbanyak

 Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut kasus Corona kembali meningkat usai sebelumnya sempat menunjukkan tren penurunan kasus virus Corona COVID-19. Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, peningkatannya terjadi selama dua pekan terakhir.

"Kita sudah menurun drastis, tetapi seminggu dua minggu terakhir harian kita mulai terjadi peningkatan," kata Widyastuti dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 di YouTube, Jumat (16/4/2021).


Sementara pasien Corona di DKI Jakarta per Senin tercatat sebanyak 6.884 kasus. Beberapa wilayah yang mencatat penambahan tertinggi paling banyak dari Jakarta Selatan.


Menurut data corona.jakarta.go.id per kemarin, berikut detailnya.


Kelurahan Pejagalan (Jakarta Utara): 69 kasus

Kelurahan Jagakarsa (Jakarta Selatan): 66 kasus

Kelurahan Pademangan Timur (Jakarta Utara): 66 kasus

Kelurahan Pondok Pinang (Jakarta Selatan): 63 kasus

Kelurahan Cilandak Barat (Jakarta Selatan): 60 kasus

Kelurahan Kelapa Gading Timur (Jakarta Utara): 58 kasus

Kelurahan Duren Sawit (Jakarta Timur): 57 kasus

Kelurahan Pondok Bambu (Jakarta Timur): 54 kasus

Kelurahan Meruya Utara (Jakarta Barat): 53 kasus

Kelurahan Srengseng Sawah (Jakarta Selatan): 53 kasus

Kelurahan Menteng Dalam (Jakarta Selatan): 49 kasus

Kelurahan Penggilingan (Jakarta Timur): 49 kasus

Kelurahan Lubang Buaya (Jakarta Timur): 48 kasus

Kelurahan Pegadungan (Jakarta Barat): 48 kasus

Kelurahan Pejaten Timur (Jakarta Selatan): 48 kasus

Kelurahan Pondok Kelapa (Jakarta Timur): 48 kasus

Kelurahan Sunter Agung (Jakarta Utara): 48 kasus

Kelurahan Kalisari (Jakarta Timur): 45 kasus

Kelurahan Kapuk (Jakarta Barat): 45 kasus

Kelurahan Pulo Gebang (Jakarta Timur): 45 kasus

Kelurahan Ciganjur (Jakarta Selatan): 44 kasus

Kelurahan Ciracas (Jakarta Timur): 44 kasus

Kelurahan Kayu Putih (Jakarta Timur): 44 kasus

Kelurahan Lagoa (Jakarta Utara): 44 kasus

Kelurahan Pluit (Jakarta Utara): 44 kasus

https://indomovie28.net/movies/tahu-diri-dong/


Anak Nia Ramadhani Positif COVID-19, Bedakah Gejala Corona pada Anak?


 Anak kedua dari Nia Ramadhani, Mainaka, positif COVID-19. Hal ini diketahui Nia setelah hasil swab PCR milik Mainaka keluar.

"Mainaka (terpapar COVID-19)," kata asisten Nia Ramadhani Theresa Wienathan melalui pesan singkat.


Saat seseorang terinfeksi virus Corona, beragam gejala bisa muncul. Mulai dari yang tidak bergejala (OTG), gejala ringan, hingga berat.


Namun, studi REACT yang dilakukan Imperial College London mengungkapkan bahwa ada perbedaan gejala COVID-19 yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, gejala COVID-19 pada anak cenderung lebih ringan daripada yang dewasa, yang terdiri dari kelelahan, sakit kepala, dan demam.


Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), ada beberapa gejala awal COVID-19 yang serupa antara pasien anak-anak dan dewasa. Gejalanya seperti pilek, radang tenggorokan, alergi, atau kedinginan.


Dikutip The Financial Express, gejala COVID-19 kedinginan hampir dialami oleh setiap usia. Sementara pada usia 5-17 tahun, mereka lebih sering mengeluhkan sakit kepala.


Selain itu, kehilangan nafsu makan banyak dilaporkan terjadi pada kelompok usia 18-55 tahun. Nyeri otot juga banyak terjadi pada orang yang berusia antara 18-55 tahun.


Tetapi, pada anak usia 5-17 tahun yang terinfeksi lebih kecil kemungkinannya mengalami demam, batuk terus-menerus, dan kehilangan nafsu makan, jika dibandingkan dengan orang dewasa.

https://indomovie28.net/movies/ah-kam/

Komentar

Postingan Populer