Catat! Syarat Perjalanan dan Masa Berlaku Swab PCR-Antigen-GeNose Terbaru
Tak sedikit orang yang 'curi start' mudik Lebaran sebelum tanggal 6-17 Mei. Karenanya, pemerintah memperketat syarat perjalanan swab PCR, antigen, dan tes GeNose H-14 pelarangan mudik lebaran, terhitung sejak 22 April hingga 5 Mei, kemudian dilanjut 7 hari setelah rentang waktu pelarangan mudik yaitu 18 Mei hingga 24 Mei 2020.
"Tujuan Addendum Surat Edaran ini adalah untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi menigkatkan penularan kasus antardaerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan," demikian dikutip dari Surat Edaran yang diteken Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo yang diterima detikcom Kamis (22/4/2021).
Aturan ini dimuat dalam Surat Edaran Satgas COVID-19 2021 Nomor 13 Tahun 2021. Berikut ketentuan baru terkait syarat perjalanan dan masa berlaku swab PCR-antigen-GeNose terbaru.
Transportasi udara
- Surat keterangan hasil tes negatif RT/PCR atau rapid test antigen 1x24 jam sebelum keberangkatan
- Alternatif selain swab PCR dan antigen adalah hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.
Transportasi laut
- Surat keterangan hasil tes negatif RT/PCR atau rapid test antigen 1x24 jam sebelum keberangkatan
- Surat negatif hasil tes GeNose C19 di Pelabuhan sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia
- Khusus perjalanan rutin moda transportasi laut pelayaran terbatas dalam wilayah atau satu kecamatan/kabupaten/provinsi tidak perlu menunjukkan hasil tes negatif RT-PCR, swab antigen, atau GeNose.
Kereta api
- Perjalanan antarkota menggunakan kereta api wajib menunjukkan hasil tes negatif RT/PCR atau antigen berlaku 1x24 jam sebelum keberangkatan
- Alternatif lainnya, hasil tes negatif GeNose di setiap stasiun Kereta Api sebelum keberangkatan.
Transportasi umum
- Dilakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 jika diperlukan oleh Satgas COVID-19 daerah
- Khusus perjalanan rutin moda transportasi darat dengan kendaraan umum dalam satu wilayah aglomerasi tidak perlu menunjukkan hasil tes negatif RT-PCR, swab antigen, atau GeNose.
Transportasi darat
- Melakukan tes RT PCR/swab antigen 1x24 jam sebelum keberangkatan
- Alternatif lain dilakukan tes GeNose C19 di rest area sebagai syarat melakukan perjalanan oleh Satgas COVID-19 daerah.
- Pelaku perjalanan diimbau mengisi e-HAC
- Khusus perjalanan rutin moda transportasi darat dengan kendaraan pribadi dalam satu wilayah aglomerasi tidak perlu menunjukkan hasil tes negatif RT-PCR, swab antigen, atau GeNose.
- Namun, jika diperlukan Satgas COVID-19 daerah akan melakukan tes acak.
https://movieon28.com/movies/holy-weapon/
Waduh, Vaksin Corona Palsu Beredar Lagi, Isinya Apa Sih?
Lagi-lagi vaksin COVID-19 palsu ditemukan. Kali ini vaksin tersebut beredar di Meksiko dan Polandia, yang diidentifikasi oleh perusahaan farmasi Pfizer.
Saat ini, dosis vaksin dari dua negara tersebut telah disita dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sebanyak enam orang ditangkap saat penggerebekan di sebuah klinik di Meksiko. Vaksin yang ditemukan di negara tersebut dibandrol dengan harga sebesar $ 1.000 atau sekitar 14 juta rupiah per dosis.
Dikutip dari Fox News, pihak pejabat kesehatan setempat mengungkapkan sudah ada sekitar 80 orang yang menerima suntikan vaksin palsu yang diduga berasal dari air suling. Tetapi, tidak ada laporan adanya masalah kesehatan pada orang-orang yang menerima suntikan tersebut.
Sementara di Polandia, otoritas setempat mengatakan belum ada yang menerima dosis dari vaksin palsu yang ditemukan di apartemen seorang pria. Vaksin tersebut diyakini berisi zat kosmetik yaitu krim anti-keriput.
Menanggapi ini, kepala keamanan global Pfizer Lev Kubiak mengatakan kasus penipuan ini bisa disebabkan banyaknya permintaan global dan kurangnya pasokan vaksin. Hal ini menjadi peluang yang besar bagi para oknum-oknum jahat.
"Kami memiliki pasokan yang sangat terbatas, pasokan yang akan meningkat saat kami meningkatkan dan perusahaan lain memasuki ruang vaksin. Untuk sementara, ada peluang sempurna bagi penjahat," kata Kubiak, dikutip dari BBC, Jumat (23/4/2021).
Sebelumnya, sejak Februari, otoritas Meksiko memang telah memperingatkan soal penjualan rahasia vaksin Corona yang diduga palsu dan mendesak warganya agar tidak menerimanya. Pada Maret, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperingatkan kemungkinan beredarnya vaksin palsu yang bisa menyebabkan risiko serius untuk kesehatan.
Komentar
Posting Komentar