Bukalapak Disuntik Dana Rp 3,4 Triliun
Bukalapak mendapatkan suntikan modal USD 234 juta (sekitar Rp 3,4 triliun) dalam putaran pendanaan terbaru yang dipimpin oleh Microsoft, sovereign wealth fund GIC Singapura, dan konglomerat media Emtek, menurut dokumen penjualan yang ditinjau Reuters.
Dikutip dari Reuters, putaran pendanaan terbaru ini datang di tengah hiruk pikuk minat para investor global untuk mendapatkan eksposur ke sektor teknologi Asia Tenggara.
Saat ini, sektor teknologi Asia Tenggara sedang berkembang pesat dengan prospek daftar startup bernilai puluhan miliar dolar. Putaran pendanaan ini juga diikuti oleh SC Ventures, cabang investasi dari Standard Chartered, dan Naver Corp. portal web dari Korea Selatan.
Selain itu, sumber anonim menyebutkan kepada Reuters bahwa Bukalapak berencana untuk listing atau mencatatkan sahamnya di Indonesia. Untuk persiapan tersebut pihaknya telah menyewa Mandiri Sekuritas sebelum melakukan merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) di Amerika Serikat.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, Bukalapak diketahui telah menggandeng Mandiri Sekuritas sebelum melakukan merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (special purpose acquisition company/SPAC) di Amerika Serikat. Sejauh ini, Bukalapak belum berkomentar terkait laporan Reuters.
Bukalapak diperkirakan akan menghadapi persaingan pasar publik yang ketat dari perusahaan ride-hailing Gojek dan sesama e-commerce Tokopedia. Informasi lain menyebutkan, keduanya hampir merampungkan merger menjelang kemungkinan listing di Indonesia dan Amerika Serikat. Startup lain yang gencar dilaporkan akan menjadi perusahaan terbuka di Amerika Serikat adalah Grab.
https://cinemamovie28.com/movies/almost-christmas/
Lelang Frekuensi 5G: Telkomsel, Smartfren, XL Axiata Maju Terus
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan operator seluler yang lulus tahapan evaluasi administrasi lelang frekuensi 2,3 GHz. Dari lima operator seluler yang ikut serta, Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan Indosat Ooredoo undur diri di tengah jalan.
Setelah mengumumkan membuka kembali lelang frekuensi 2,3 GHz, tercatat Telkomsel, Indosat Ooredoo, Smartfren, Tri, dan XL Axiata mengambil dokumen seleksi pada Rabu (17/3) lalu.
Selanjutnya pada Rabu (14/4) dari kelima calon peserta lelang frekuensi, hanya tiga peserta yang menyerahkan dokumen Permohonan Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2021.
Ketiga peserta yang dimaksud adalah Telkomsel, XL Axiata, dan Smartfren. Kominfo menyatakan ketiga operator seluler sebagai peserta seleksi lelang frekuensi 2,3 GHz di rentang 2360-2390 MHz.
Pada hari yang sama pula, Tim Seleksi telah memeriksa kelengkapan dokumen peserta lelang frekuensi 2,3 GHz yang dihadiri oleh perwakilan dari Peserta Seleksi sebagai saksi.
Selanjutnya, seperti dalam keterangan tertulis Kominfo, Jumat (16/4/2021) Tim Seleksi telah melakukan Verifikasi Dokumen Administrasi pada tanggal 15 April 2021.
Berdasarkan hasil Evaluasi Administrasi yang meliputi Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Permohonan dan Verifikasi Dokumen Administrasi, hasil peserta seleksi yang lulus tahapan Evaluasi Administrasi adalah sebagai berikut:
Sesuai ketentuan angka 4.8.3 dalam dokumen Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2021 maka peserta seleksi yang lulus tahapan evaluasi administrasi akan mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu tahapan lelang harga blok kosong di frekuensi 2,3 GHz tersebut.
Kominfo mengatakan, tahapan lelang harga dimaksud akan dimulai pada hari Senin tanggal 19 April 2021.
Dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19, maka masing-masing perwakilan dari peserta seleksi yang akan menghadiri pelaksanaan lelang harga dihimbau untuk melakukan tes swab mandiri.
Komentar
Posting Komentar