Pasutri Wajib Tahu! Ini 3 Tips Agar Sesi Bercinta Terasa Lebih Intim

 Rutin berhubungan seks memiliki berbagai manfaat, seperti melepaskan stres, membantu agar tidur menjadi lebih nyenyak, dan meningkatkan imunitas tubuh. Di sisi lain, manfaat utama dari bercinta adalah untuk mempererat hubungan dengan pasangan.

Berdasarkan studi di Psychological Science, pasangan akan merasa lebih terkoneksi setelah melakukan hubungan seks, bahkan hingga dua hari setelahnya. Laurie Mintz, PhD, seorang profesor psikologi di University of Florida mengatakan, segala jenis seks dapat membuat pasangan bahagia, tetapi harus diikuti oleh kepercayaan dan komunikasi pula.


Selain penetrasi, terdapat tips lainnya saat bercinta yang bisa dicoba oleh para pasangan agar hubungannya semakin erat. Dikutip dari laman Health, berikut 3 tips saat bercinta yang bisa membuat pasangan menjadi lebih intim.


1. Sering bersentuhan

Meski semua variasi bercinta memiliki manfaatnya masing-masing, beberapa di antaranya justru tidak terlalu melibatkan banyak sentuhan fisik. Oleh sebab itu, kamu bisa mencoba variasi bercinta yang dapat membuat kamu dan pasangan lebih dekat secara fisik. Sentuhan fisik dapat melepaskan hormon oksitoksin yang dapat membuat kamu merasa lebih dekat dan dicintai oleh pasangan.


2. Fokus pada foreplay

Kebanyakan wanita membutuhkan bentuk stimulasi lainnya untuk mencapai orgasme, seperti pada saat foreplay. Menurut Mintz, jenis seks yang dapat membuat pasangan menjadi lebih dekat adalah melalui foreplay. Sebab, foreplay dapat membantu pasangan merasa terkoneksi secara fisik dan emosional. Selain itu, dengan fokus pada foreplay, wanita juga menjadi lebih mudah mencapai orgasme.


3. Kontak mata

Kontak mata saat bercinta dapat membuat pasangan merasa terkoneksi secara emosional, sehingga kamu dan pasangan juga dapat membangun keintiman. Meski tak semua orang merasa nyaman melakukan kontak mata atau saling menatap selama berhubungan intim, kamu bisa mencobanya agar hubungan menjadi semakin erat.

https://tendabiru21.net/movies/three-sisters-secret-sex-partner/


Penting! Pahami Prosedur Ini Agar Tak Batal Disuntik Vaksin COVID-19


Seiring program vaksinasi COVID-19 yang kini tengah digencarkan pemerintah, masyarakat diharapkan memahami sejumlah prosedur. Tak hanya untuk meminimalkan risiko efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), pula memastikan penyuntikan vaksin COVID-19 bisa dilakukan.

Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dr Reisa Broto Asmoro memaparkan tips penting yang perlu diterapkan masyarakat sebelum menerima vaksin:


1. Daftar sebelum mendatangi lokasi vaksinasi

Seringkali, calon penerima vaksin terkendala akibat ketidaklengkapan keperluan pendaftaran seperti KTP, surat keterangan domisili dari ketua RT atau RW (untuk penerima vaksin di Sentra Vaksinasi BUMN asal luar Jabodetabek), atau surat keterangan layak divaksin dari dokter bagi pengidap penyakit komorbid.


Memang di beberapa lokasi, vaksinasi bisa dilakukan go show tanpa daftar online lebih dulu. Namun demi efisiensi waktu dr Reisa menyarankan pendaftaran online sebelum berangkat ke lokasi.


"Sebaiknya hindari datang langsung atau go show karena itu akan membuat antrean panjang dan berkerumun. Tentu membuat tubuh menjadi lebih lelah" ujarnya dalam live Sekretariat Presiden, Jumat (26/3/2021).


2. Siapkan fisik

Tak hanya untuk mencegah timbulnya efek samping setelah disuntik vaksin, langkah ini mencegah penolakan di lokasi vaksin. Sebab sebelum disuntik, calon penerima vaksin akan melakukan skrining kesehatan lebih dulu.


Untuk bisa menerima vaksin, tekanan darah harus berada di bawah 180/10 sedangkan suhu tubuh di bawah 37,7 derajat celcius.


Selain itu dr Reisa mengingatkan, sebaiknya jangan begadang, merokok, dan minum alkohol sebelum divaksin. Sarapan atau makan siang sebelum vaksinasi pun tak boleh ketinggalan.


Menurutnya, efek samping vaksinasi tak perlu ditakuti masyarakat. Pasalnya, vaksinasi ini tak berbeda dari suntik imunisasi yang sudah diterima setiap orang sejak kecil.


"Vaksinasi adalah proses panjang dan berkelanjutan dalam kehidupan kita. Sebagian besar dari kita sudah diimunisasi sejak bayi. Beberapa vaksin berlanjut sampai dewasa, bahkan lansia" pungkasnya.

https://tendabiru21.net/movies/wind-chill/

Komentar

Postingan Populer