iPhone 12 Mini Tak Laku, Tapi Jadi Kabar Buruk Buat Samsung
Penjualan iPhone 12 Mini beberapa kali dilaporkan tidak bagus, dan dampak negatifnya ternyata tak cuma bagi Apple, melainkan juga untuk Samsung.
Dibanding varian iPhone 12 lain, penjualan iPhone 12 Mini hanya berkisar antara 4-6%. Bahkan Apple sampai mengalihkan kapasitas produksi ponsel tersebut ke varian iPhone 12 yang lain, dan kabarnya mempertimbangkan untuk menyetop produksinya pada akhir Q2.
Nah, iPhone 12 Mini yang tak laku ini juga berdampak pada Samsung, tepatnya Samsung Display. Menurut perusahaan riset Omdia, penjualan panel OLED Samsung Display ikut menurun 9% selama Januari 2021 dibanding bulan sebelumnya, yaitu menjadi 45 juta unit, karena jeleknya penjualan iPhone 12 Mini.
Namun memang turunnya penjualan panel OLED itu tak cuma disebabkan oleh iPhone 12 Mini, karena secara keseluruhan, penjualan ponsel pada periode tersebut memang menurun.
Namun di sisi lain, pasokan panel OLED rigid Samsung Display ke vendor ponsel asal China tetap kuat selama Januari 2021. Panel OLED rigid adalah varian panel OLED yang lebih murah ketimbang panel fleksibel yang banyak dipakai di ponsel flagship seperti Galaxy S21 dan iPhone 12.
Perlu diingat juga, Apple sebenarnya diduga membeli panel OLED untuk seri iPhone 12 dari tiga pabrikan berbeda, yaitu Samsung, LG, dan BOE. Namun Samsung adalah pemasok panel terbanyak, dan menjadi pemasok satu-satunya untuk iPhone 12 Mini.
Dari 164 panel layar untuk ponsel, baik OLED ataupun LCD, selama Januari, Samsung adalah pemasok terbesarnya. Disusul oleh BOE dan Tianma, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Selasa (23/3/2021).
Sebelumnya Apple juga sudah pernah dua kali kena denda dari Samsung karena jumlah pesanan panelnya tidak sebanyak kontrak kerja yang sudah disetujui. Contohnya pada Q2 2020 di mana Apple membayar denda sebesar USD 950 juta ke Samsung karena pesanan panelnya tak memenuhi target.
https://tendabiru21.net/movies/a-better-tomorrow-ii/
Microsoft Akan Akuisisi Aplikasi Chat Game Discord Rp 114 T
Menuju penghujung bulan ketiga tahun ini, Microsoft tengah melancarkan aksi korporasinya. Microsoft dikabarkan saat ini dalam proses negosiasi untuk mengakuisisi Discord senilai USD 10 miliar atau setara Rp 114 triliun.
Gayung bersambut, ketertarikan Microsoft tersebut, seperti dikutip dari Cnet, Selasa (23/3/2021) Discord telah menerima minat dari perusahaan yang ingin membelinya. Disebutkan bahwa Bos Xbos Phil Spencer dikatakan sedang berbicara dengan Discord tentang potensi kesepakatan terjadinya aksi korporasi ini.
Microsoft bukanlah satu-satunya peminat, tapi ada beberapa pembeli potensial yang menyatakan keinginannya untuk membeli Discord. Hanya saja dari kabar yang beredar, perusahaan yang didirikan Bill Gates dan Paul Allen ini yang muncul ke permukaan.
Terkait proses negosiasi yang santer berhembus ini, baik Microsoft maupun Discord tidak segera menanggapi kabar akuisisi tersebut.
Sebelum muncul nama Microsoft, dulu ada Epic Games dan Amazon yang dikabarkan mengadakan diskusi serius dengan Discord. Namun sampai saat ini, kabar tersebut belum ada kelanjutannya lagi.
Diluncurkan pada 2015, Discord yang merupakan aplikasi chat untuk para gamer ini terus berkembang pesat. Terutama di saat pandemi, Discord melonjak penggunaannya, salah satunya seiring dengan viralnya game Among Us yang membutuhkan komunikasi antar pemain.
Discord diketahui punya 140 juta pengguna bulanan dan tercatat menghasilkan pendapatan USD 130 juta pada tahun lalu. Kendati begitu, aplikasi chat para gamer ini rupanya belum meraup untung.
Akankah proses negosiasi akuisisi Microsoft terhadap Discord ini mencapai kata sepakat?
Komentar
Posting Komentar