DKI Catat 1.381 Kasus, Ini Sebaran 4.982 Kasus Baru COVID-19 RI 26 Maret
Indonesia melaporkan penambahan 4.982 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Jumat (26/3/2021). Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.487.541 kasus COVID-19.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi yakni 1.381, disusul dengan Jawa Barat dengan 855 kasus, dan Jawa Timur sebanyak 340 kasus.
Detail perkembangan virus Corona Jumat (26/3/2021), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 4.982 menjadi 1.487.541
Pasien sembuh bertambah 5.679 menjadi 1.322.878
Pasien meninggal bertambah 85 menjadi 40.166.
Tercatat sebanyak 71.559 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 52.528.
Sebaran 6.107 kasus baru Corona di Indonesia pada Jumat (26/3/2021), sebagai berikut:
DKI Jakarta: 1.381 kasus
Jawa Barat: 855 kasus
Jawa Timur: 340 kasus
Jawa Tengah: 262 kasus
Kalimantan Timur: 252 kasus
DI Yogyakarta: 232 kasus
Kalimantan Selatan: 215 kasus
Bali: 178 kasus
Banten: 176 kasus
Riau: 169 kasus
Sumatera Barat: 115 kasus
Kalimantan Tengah: 95 kasus
Sumatera Selatan: 89 kasus
Papua: 89 kasus
Sumatera Utara: 79 kasus
Kalimantan Barat: 54 kasus
Bangka Belitung: 52 kasus
Kalimantan Utara: 48 kasus
Lampung: 43 kasus
Nusa Tenggara Timur: 43 kasus
Sulawesi Tengah: 34 kasus
Sulawesi Selatan: 32 kasus
Gorontalo: 21 kasus
Papua Barat: 18 kasus
Kepulauan Riau: 17 kasus
Nusa Tenggara Barat: 17 kasus
Sulawesi Utara: 17 kasus
Aceh: 15 kasus
Jambi: 15 kasus
Maluku Utara: 9 kasus
Bengkulu: 8 kasus
Sulawesi Tenggara: 6 kasus
Maluku: 6 kasus
https://tendabiru21.net/movies/knocked-down/
Efek Samping Vaksin Ke-2 COVID-19 Bisa Lebih Parah? Ini Kata Ahlinya
Program vaksinasi COVID-19 terus berlanjut, sudah cukup banyak yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Beberapa penerima vaksin mengeluhkan apakah efek samping vaksin ke 2 lebih parah dari dosis yang pertama, memang demikian atau cuma perasaan?
Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K) mengatakan efek samping baik dari suntikan vaksin COVID-19 pertama maupun kedua sebagian besar ringan. Reaksi yang berat atau parah sangat jarang terjadi.
"Tidak benar, efek samping baik suntikan ke-1 maupun ke-2 sebagian besar ringan, sembuh tanpa atau dengan pengobatan 1-2 hari, reaksi berat sangat jarang," jelasnya dihubungi detikcom, Jumat (26/3/2021).
Menurutnya, efek samping vaksin ke-2 ataupun pertama sama saja. Berdasarkan pengalamannya mendapatkan suntikan vaksin kedua, dr Hindra mengungkapkan tidak merasakan adanya gejala apapun.
"Pengalaman saya pada vaksinasi baik ke-1 dan ke-2, alhamdulillah tidak ada gejala yang terasa," lanjutnya.
Jika tidak ada perbedaan dengan yang pertama, apa saja efek samping vaksin ke-2?
Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin COVID-19 memang bisa menyebabkan efek samping seperti vaksin pada umumnya. Misalnya seperti demam ringan, nyeri, atau kemerahan di tempat suntikan dan sebagian besar bisa hilang dalam waktu yang singkat.
Tidak menutup kemungkinan muncul efek samping yang lebih serius dan bertahan, meski jarang terjadi. Karenanya, ada masa observasi setelah penyuntikan untuk mengamati efek samping apa saja yang akan muncul.
Komentar
Posting Komentar