7 Fakta Unik Planet Mars Dalam Angka
Planet Mars, sering disebut sebagai planet merah karena...ya, warnanya merah kalau dilihat dari Bumi. Mars juga adalah planet terkecil kedua di tata surya kita setelah Merkurius.
Namun, masih banyak hal menarik dari planet yang belakangan sering menjadi bahan pembicaraan ini. Berikut adalah fakta unik planet Mars dalam angka yang dihimpun dari NASA seperti dilihat Sabtu (20/3/2021). Yuk kita simak:
Jarak dari matahari
Mars berjarak 228 juta km dari Matahari, sementara Bumi jaraknya 149 juta km. Jaraknya yang lebih jauh ke Matahari ini membuat suhu rata-rata di Mars lebih rendah dari Bumi.
Suhu Rata-rata
Jika dirata-rata, suhu di Mars adalah -63 derajat celcius, dengan rentang antara 30 derajat celcius sampai -140 derajat celcius. Terpaut cukup jauh dibanding Bumi yang suhu rata-ratanya adalah 14 derajat celcius, yaitu antara 58 derajat celcius sampai -88 derajat celcius.
Kecepatan orbit
Kecepatan orbit Mars ke Matahari adalah 14,5 mil per detik, sementara Bumi kecepatan orbitnya adalah 18,5 mil per detik. Satu tahun di Bumi adalah 365,25 hari dan di Mars setahun setara dengan 687 hari. Sementara satu hari di Bumi adalah 23 jam 56 menit, dan di Mars satu hari adalah 24 jam 37 menit.
Gravitasi
Gravitasi di Mars lebih kecil dibanding Bumi, yaitu 0,375 kali. Atau jika dibalik, gravitasi Bumi adalah 2,66 kali di Mars. Apa artinya? Jika berat Anda di Bumi adalah 80kg, maka kalau anda menimbang di Mars maka beratnya hanya 30kg.
Ada oksigen?
Atmosfer Bumi berisi 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% lainnya. Namun di Mars berbeda jauh. Di mana atmosfernya 96% berisi karbon dioksida, <2% argon, <2% nitrogen, dan <1% lainnya.
Ukuran
Jika melihat diameter, Bumi diameternya adalah 12.755 km, sementara Mars jauh lebih kecil, hampir setengah Bumi, yaitu 6.791 km. Lalu soal volume, Mars hanya 15% dari Bumi. Dengan kata lain, untuk menyamai volume Bumi, butuh lebih dari enam Mars.
Punya dua bulan
Jika Bumi hanya punya satu bulan, maka Mars punya dua bulan, yaitu Phobos dan Deimos. Namun ukuran kedua bulan ini sangat kecil, diameter Phobos adalah 22,2 km dan Deimos 12,6km. Sementara bulannya Bumi diameternya 3.474 km, atau setengah dari diameter Mars.
https://tendabiru21.net/movies/six-years-6-days/
Update Corona 23 Maret: 5.297 Kasus Baru, Total Kasus Aktif 126.439
Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia bertambah 5.297 kasus pada Selasa (23/3/2021). Total kasus positif menjadi 1.471.225, sembuh 1.304.921, dan meninggal 39.865.
Kasus aktif tercatat sebanyak 126.439, jumlah spesimen yang diperiksa 77.402, dan suspek yang diamati ada 44.848.
Detail penambahan kasus COVID-19 adalah sebagai berikut.
Kasus positif bertambah 5.297 menjadi 1.471.225
Pasien sembuh bertambah 6.954 menjadi 1.304.921
Pasien meninggal bertambah 154 menjadi 39.865
Sebelumnya, pada Senin (22/3/2021), tercatat total sebanyak 1.465.928 kasus positif virus Corona COVID-19, 1.297.957 pasien sembuh, dan 39.711 kasus meninggal dunia.
Jabar Sumbang 1.216, Ini Sebaran 5.297 Kasus Baru COVID-19 RI 23 Maret
Indonesia melaporkan penambahan 5.297 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Selasa (23/3/2021). Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.471.225 kasus COVID-19.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi yakni 1.216, disusul dengan DKI Jakarta dengan 815 kasus, dan Jawa Tengah sebanyak 732 kasus.
Detail perkembangan virus Corona (22/3/2021), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 5.297 menjadi 1.471.225
Pasien sembuh bertambah 6.954 menjadi 1.304.921
Pasien meninggal bertambah 154 menjadi 39.865.
Tercatat sebanyak 77.402 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 44.848.
Sebaran 5.297 kasus baru Corona di Indonesia pada Selasa (23/3/2021), sebagai berikut:
Jawa Barat: 1.216 kasus
DKI Jakarta: 815 kasus
Jawa Tengah: 732 kasus
Banten: 298 kasus
Jawa Timur: 238 kasus
Kalimantan Timur: 235 kasus
DI Yogyakarta: 205 kasus
Bali: 182 kasus
Nusa Tenggara Timur: 169 kasus
Riau: 167 kasus
Kalimantan Tengah: 148 kasus
Kalimantan Selatan: 140 kasus
Sumatera Utara: 97 kasus
Sumatera Barat: 90 kasus
Sulawesi Tengah: 70 kasus
Sulawesi Selatan: 65 kasus
Papua: 59 kasus
Bangka Belitung: 44 kasus
Kalimantan Utara: 41 kasus
Kalimantan Barat: 39 kasus
Lampung: 37 kasus
Bengkulu: 35 kasus
Gorontalo: 34 kasus
Sumatera Selatan: 27 kasus
Papua Barat: 24 kasus
Maluku: 21 kasus
Jambi: 19 kasus
Aceh: 15 kasus
Kepulauan Riau: 15 kasus
Nusa Tenggara Barat:
Maluku Utara: 3 kasus
Sulawesi Tenggara: 2 kasus
Komentar
Posting Komentar