Yuk Kirim Foto WC di Tempat Wisata! Biar Diperbaiki Menparekraf Sandiaga

 Toilet atau WC umum di tempat wisata memiliki peran penting untuk menentukan kepuasan wisatawan. Sebagus dan seindah apapun tempatnya, jika WC-nya jorok bisa-bisa wisatawan bakal kapok untuk kembali.

Hal itu sepertinya disadari oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sehingga menugaskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk memperbaiki sarana WC umum di tempat wisata, khususnya 5 destinasi wisata prioritas.


Kelima destinasi tersebut adalah Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Salah satu yang diminta Luhut ke Sandiaga adalah memperbaiki toilet atau wc di tempat-tempat wisata. Tujuannya wisatawan kapok berkunjung cuma karena kualitas toilet yang buruk.


"Saya minta peningkatan kualitas destinasi pariwisata di 5 destinasi super prioritas, yaitu Menparekraf (Sandiaga) agar meningkatkan alokasi anggaran ke 5 destinasi tersebut," ujar Luhut dalam potongan video rapat koordinasi yang diunggah Kemenkomarves, dikutip Jumat (8/1/2021).


"Soal-soal kecil, seperti WC itu juga perlu diperbaiki. Jadi orang datang ke spot itu nggak kapok," tegasnya.


Eks Menparekraf Wishnutama Kusubandio pernah mengungkap permasalahan pariwisata di Indonesia. Menurutnya, masalah kebersihan pariwisata di Indonesia yaitu soal kebersihan toilet yang sangat memprihatinkan.


"Dasar-dasar pariwisata tidak selalu infrastruktur. Tetapi kebersihan, seperti toilet bersih. Gimana kita wisatawan (asing) betah, orang kita saja nggak betah," katanya saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI dalam teleconference kala itu.


Bagaimana detikers? kamu punya pengalaman menemukan WC yang tidak layak di tempat wisata? Coba bagikan foto tersebut ke pasangmata detikcom. Jangan lupa sertakan cerita pengalamanmu dan lokasi WC umum tersebut.

https://maymovie98.com/movies/moms-friends/


Tombol Like Facebook Pages Bakal Dihilangkan


- Facebook Pages (halaman publik) untuk akun publik figur, artis, kreator, dan brand mendapatkan pembaruan fitur dan tampilan. Perubahan yang paling kentara yakni hilangnya tombol Like dan adanya newsfeed untuk pemilik atau pengelola Facebook Pages.

Berdasarkan keterangan resmi Facebook yang diakses detikINET, Jumat (8/1/2020) tombol like dihapus agar popularitas setiap halaman publik dapat diukur dengan presisi. Facebook mendapati jumlah likes kerap menjadi acuan tingkat kepopuleran suatu halaman.


Banyak pengguna Facebook yang memberikan Like pada sebuah halaman, tapi kemudian unfollow agar tidak lagi mendapatkan notifikasi update dari halaman yang disukai tersebut.


Tampilan halaman publik yang baru ini memfokuskan interaksi antara pemilik halaman (para publik figur, artis, dan brand) dengan para pengikutnya (followers). Tata letak halaman publik dibuat lebih sederhana dan intuitif. Navigasi antara profil pribadi dan halaman publik untuk para publik figur dan brand turut dipermudah.


Di tampilan yang baru ini, pemilik Facebook Pages disuguhkan news feed yang berisi aktivitas dari followers dan tren yang sedang naik daun. Dari situ, mereka bisa ikut dalam sebuah percakapan, mengikuti sebuah tren, hingga berinteraksi dengan penggemar. Fitur tersebut membuat para publik figur atau brand bisa menjalin interaksi lebih karib dengan teman maupun penggemar lewat Facebook karena pemilik halaman bisa menanggapi aktivitas dari pengikutnya.


News feed tersebut juga memberikan rekomendasi akun publik figur lain, halaman, grup, hingga konten trending yang dapat diikuti oleh pemilik halaman publik.


Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna, pada versi terbaru ini sistem Facebook dapat mendeteksi konten berisi ujaran kebencian, kekerasan, seksual, spam, pencurian data, hingga kemungkinan akun tiruan.

https://maymovie98.com/movies/moms-friend-2020/

Komentar

Postingan Populer