Mahasiswa Kedokteran Pemalsu Surat Tes PCR Terancam DO
Tiga orang ditangkap polisi karena memperjualbelikan surat hasil tes PCR palsu. Sebagai informasi, surat keterangan tes swab PCR ini jadi salah satu syarat melakukan perjalanan dengan pesawat di masa pandemi COVID-19.
Ketiga pelaku sebelumnya pernah diviralkan oleh influencer dr Tirta. Salah satu tersangka diketahui merupakan mahasiswa kedokteran di Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida).
Pihak kampus Ukrida memberikan klarifikasi telah memberikan sanksi skors sambil menunggu proses hukum. Bila nanti terbukti bersalah dan sudah ada ketetapan hukum, maka sanksi yang lebih tegas seperti pemecatan atau drop out (DO) menanti.
"Ukrida sebagai institusi pendidikan selalu menekankan pentingnya kejujuran, integritas dan kebenaran sebagai bagian dari kode etik mahasiswa," tulis siaran pres Ukrida seperti dikutip pada Jumat (8/1/2021).
"Ukrida akan mengikuti perkembangan kasus Sdr. MFA hingga memiliki keputusan hukum yang tetap. Setelah ada kepastian hukum, Ukrida akan memberikan sanksi tegas sampai sanksi yang terberat (drop out) sesuai ketentuan yang berlaku di Ukrida," lanjut pihak kampus.
Polisi menyebut tindakan ketiga tersangka bisa menyebabkan klaster COVID-19 baru jika orang yang menggunakan surat keterangan palsu terbukti positif. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengimbau agar para petugas bandara bisa lebih teliti lagi terkait hasil surat yang dibawa penumpang.
"Teman-teman penerbangan bisa lebih teliti lagi dalam hal melihat surat hasil PCR seseorang," pesannya.
https://indomovie28.net/movies/happy-end-7/
Kisah Pilu Perawat Meninggal karena Corona Usai Operasi Caesar
Seorang perawat berusia 30 tahun di Amerika Serikat meninggal dunia pada 3 Januari lalu karena komplikasi dari virus Corona COVID-19. Perawat bernama Ashley Gomez meninggal beberapa hari usai operasi caesar dan sebelumnya terinfeksi COVID-19.
Dikutip dari laman Business Insider, Gomez yang tinggal di Northridge, California, bekerja sebagai perawat yang merawat pasien COVID-19 pada trimester ketiga kehamilannya.
Suami Ashley, Wilbur Gomez, mengatakan bahwa istrinya mulai mengalami sesak napas yang kemudian menyebabkan batuk dan meningkat menjadi demam dalam waktu seminggu.
Ashley kemudian dirawat di rumah sakit pada 1 Januari 2021 karena sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) terkait COVID-19 yang bisa berakibat fatal.
Dia kemudian melakukan operasi caesar darurat pada hari berikutnya untuk mempermudah pernapasan. Sayangnya anak keenamnya yang baru lahir juga telah terpapar virus COVID-19.
"Dia hanya melihat fotonya, jadi dia tidak mendapat kesempatan untuk memeluknya, menciumnya atau apapun," kata Wilbur kepada ABC7.
Keesokan harinya, Ashley menggunakan ventilator untuk membantu bernapas, tetapi Ashley meninggal beberapa jam kemudian.
"Kami patah hati untuk mengatakan ini, Ashley kami yang cantik kalah dalam pertarungannya. Hancur adalah pernyataan yang meremehkan," tulis GoFundMe.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, wanita hamil memang memiliki risiko komplikasi parah yang lebih tinggi akibat virus Corona dan harus dianggap sebagai populasi berisiko untuk COVID-19.
Komentar
Posting Komentar