Ada 17 Ribu Pasien COVID-19 di DKI, Terbanyak dari 25 Kelurahan Ini
Dalam beberapa pekan terakhir, penambahan kasus virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta kian melonjak. Saat ini, total pasien COVID-19 di ibu kota sudah mencapai 17.382 orang.
Berdasarkan data corona.jakarta.go.id pada Jumat (8/1/2021), 17.382 pasien tersebut tersebar di 265 dari 267 kelurahan di ibu kota.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jakarta, Dwi Oktavia, menyampaikan dari 86 persen ruang isolasi di 101 rumah sakit rujukan COVID-19 di ibu kota sudah terisi dan 78 persen ruang ICU juga sudah terisi.
"Total di 101 rumah sakit rujukan COVID di Jakarta terbaru per hari ini 2 Januari 2021 Ruang Isolasi kapasitas 7356 terisi 6330, sudah terisi 86 persen. Ruang ICU kapasitas 954 terisi 741, sudah terisi 78 persen," kata Dwi saat dihubungi, Sabtu (2/1/2021).
Per 8 Januari 2021, ada 25 kelurahan di DKI Jakarta yang menjadi penyumbang pasien COVID-19 terbanyak di ibu kota. Berikut rinciannya, dikutip dari situs web corona.jakarta.go.id.
Cengkareng Barat (Jakarta Barat): 172 pasien
Lubang Buaya (Jakarta Timur): 169 pasien
Kapuk (Jakarta Barat ): 156 pasien
Pondok Kelapa (Jakarta Timur): 151 pasien
Jagakarsa (Jakarta Selatan): 146 pasien
Penggilingan (Jakarta Timur): 141 pasien
Pulo Gebang (Jakarta Timur): 139 pasien
Sunter Agung (Jakarta Utara): 132 pasien
Halim Perdana Kusumah (Jakarta Timur): 130 pasien
Meruya Selatan (Jakarta Selatan): 129 pasien
Pondok Bambu (Jakarta Timur): 126 pasien
Palmerah (Jakarta Barat): 125 pasien
Duren Sawit (Jakarta Timur): 124 pasien
Pondok Pinang (Jakarta Selatan): 123 pasien
Cipinang Muara (Jakarta Timur): 120 pasien
Cipinang (Jakarta Timur): 119 pasien
Cengkareng Timur (Jakarta Barat): 117 pasien
Duri Kosambi (Jakarta Barat): 113 pasien
Kelapa Gading Barat (Jakarta Utara): 113 pasien
Ciracas (Jakarta Timur): 111 pasien
Joglo (Jakarta Barat): 111 pasien
Kebon Jeruk (Jakarta Barat): 111 pasien
Kelapa Gading Timur (Jakarta Utara): 111 pasien
Jatinegara (Jakarta Timur): 107 pasien
Cibubur (Jakarta Timur): 106 pasien.
https://indomovie28.net/movies/happy-end-5/
Mahasiswa Kedokteran Pemalsu Surat Tes PCR Terancam DO
Tiga orang ditangkap polisi karena memperjualbelikan surat hasil tes PCR palsu. Sebagai informasi, surat keterangan tes swab PCR ini jadi salah satu syarat melakukan perjalanan dengan pesawat di masa pandemi COVID-19.
Ketiga pelaku sebelumnya pernah diviralkan oleh influencer dr Tirta. Salah satu tersangka diketahui merupakan mahasiswa kedokteran di Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida).
Pihak kampus Ukrida memberikan klarifikasi telah memberikan sanksi skors sambil menunggu proses hukum. Bila nanti terbukti bersalah dan sudah ada ketetapan hukum, maka sanksi yang lebih tegas seperti pemecatan atau drop out (DO) menanti.
"Ukrida sebagai institusi pendidikan selalu menekankan pentingnya kejujuran, integritas dan kebenaran sebagai bagian dari kode etik mahasiswa," tulis siaran pres Ukrida seperti dikutip pada Jumat (8/1/2021).
"Ukrida akan mengikuti perkembangan kasus Sdr. MFA hingga memiliki keputusan hukum yang tetap. Setelah ada kepastian hukum, Ukrida akan memberikan sanksi tegas sampai sanksi yang terberat (drop out) sesuai ketentuan yang berlaku di Ukrida," lanjut pihak kampus.
Polisi menyebut tindakan ketiga tersangka bisa menyebabkan klaster COVID-19 baru jika orang yang menggunakan surat keterangan palsu terbukti positif. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengimbau agar para petugas bandara bisa lebih teliti lagi terkait hasil surat yang dibawa penumpang.
"Teman-teman penerbangan bisa lebih teliti lagi dalam hal melihat surat hasil PCR seseorang," pesannya.
Komentar
Posting Komentar