Pengalaman Rapid Test Antigen, Ternyata Begini Prosesnya

 Ketetapan soal rapid test antigen untuk keluar DKI membuat saya mencari-cari klinik yang bisa melayani rapid test antigen. Meski sudah pernah tes PCR sebelumnya, jujur saya tetap deg-degan.

Ini pertama kalinya saya melakukan rapid test antigen. Konon, rasanya sama saja dengan tes PCR, sama-sama di-swab hidungnya.


Dari awal datang ke klinik di tempat saya ingin rapid tes antigen, rasa gelisah mulai menghantui apalagi setelah melihat banyak orang banyak yang mengantre. Takut nggak dapat nomor antrean sih. Sambil menunggu antrean, saya sampai harus menggenggam erat tangan teman saya untuk mengurangi rasa takut.


Tidak lama mengantre, tibalah giliran saya untuk melakukan test antigen. Benar saja, jantung rasanya ingin copot ketika nama saya dipanggil untuk masuk ke bilik test.


Setibanya di bilik untuk test, saya ditemani oleh tenaga medis yang dilengkapi dengan APD (Alat pelindung diri) berwarna putih. Duh, semakin deg-degan rasanya. Tapi, untungnya petugas yang melayani cukup ramah sehingga bisa menenangkan saya yang lebay ini, hihihi.


Sebelum alat test memasuki hidung, saya meminta izin kepada petugas untuk boleh memegang tangannya. Petugasnya sama-sama cewek, by the way.


Lumayan, saya jadi lebih tenang ketika petugas mulai mengarahkan alat swab di hidung. Perlahan, hidung saya ditusuk jauh hingga ke pangkalnya. Refleks, saya terbatuk. Untung masih bisa dikontrol, sehingga tidak mengganggu pengambilan swab.


Hanya beberapa detik, proses pengambilan swab selesai.


Ternyata ketakutan saya tidak sebanding dengan rasa test yang saya lakukan. Mungkin karena sudah pernah PCR sebelumnya kali ya, jadi tidak terlalu kaget. Dan memang benar kok, tidak sesakit yang dipikirkan.


Nah bagi kalian yang ingin melakukan rapid test antigen jangan takut ya. Nggak sakit kok!

https://tendabiru21.net/movies/petualangan-menangkap-petir/


5 Bayi di Singapura Lahir dengan Antibodi COVID-19


Sebuah studi yang dilakukan peneliti Singapura mengonfirmasi bayi yang lahir dari ibu positif COVID-19 bisa memiliki antibodi terhadap virus. Sejauh ini sudah ada 5 bayi yang lahir dari awal penelitian sampai studi dilaporkan.

Dikutip dari Reuters pada Jumat (18/12/2020), total ada 16 ibu hamil yang diamati dalam studi. Sebagian besar wanita tersebut terinfeksi COVID-19 dengan gejala ringan, namun yang usianya lebih tua dan bobot badannya berat mengalami gejala lebih parah.


Singapore Obstetrics and Gynaecology Research Network menyebut dari 5 bayi yang sudah lahir, semuanya memiliki antibodi terhadap COVID-19.


Hanya saja masih belum bisa dipastikan apakah antibodi yang dimiliki sudah cukup mampu melindungi para bayi dari infeksi. Ini karena tingkat antibodi tiap bayi bisa berbeda-beda.


Bayi dengan tingkat antibodi tertinggi cenderung datang dari ibu yang terinfeksi COVID-19 mendekati waktu persalinan.


Peneliti menyebut perlu studi lebih lanjut untuk melihat apakah antibodi yang ada pada bayi bisa bertahan lama atau akan memudar saat bertambah usia.


Update Corona di Indonesia 18 Desember: Tambah 6.689, Total Positif 650.197


Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Jumat (18/12/2020) bertambah 6.689 kasus. Total positif menjadi 650.197, sembuh 531.995, dan meninggal 19.514.

Sementara itu jumlah suspek yang tercatat sebanyak 62.717. Sedangkan jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 67.678.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Jumat (18/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.689 menjadi 650.197

Pasien sembuh bertambah 5.016 menjadi 531.995

Pasien meninggal bertambah 124 menjadi 19.514

Sebelumnya pada Kamis (17/11/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 643.508 kasus, sembuh 526.979, dan meninggal 19.390 kasus.

Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Jumat (18/12/2020) bertambah 6.689 kasus. Total positif menjadi 650.197, sembuh 531.995, dan meninggal 19.514.

Sementara itu jumlah suspek yang tercatat sebanyak 62.717. Sedangkan jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 67.678.


Baca juga: Pengalaman Rapid Test Antigen, Ternyata Begini Prosesnya

Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Jumat (18/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.689 menjadi 650.197

Pasien sembuh bertambah 5.016 menjadi 531.995

Pasien meninggal bertambah 124 menjadi 19.514

Sebelumnya pada Kamis (17/11/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 643.508 kasus, sembuh 526.979, dan meninggal 19.390 kasus.

https://tendabiru21.net/movies/partikelir/

Komentar

Postingan Populer