Anak di Bawah 12 Tahun Bebas Syarat Rapid Antigen Saat ke Bali, Mengapa?

 Pemerintah membagi lagi kebijakan wajib tes swab PCR ke Bali. Setidaknya, ada enam golongan atau penumpang yang tak perlu membawa berkas itu atau cukup rapid test saja.

Salah satunya adalah anak berusia di bawah 12 tahun. Mengapa anak berusia di bawah 12 tahun tak perlu melampirkan hasil rapid antigen?


Pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo menjelaskan data risiko penularan Corona dari anak-anak hingga kini masih sangat terbatas. Namun, berdasarkan salah satu studi awal, anak-anak memiliki kemungkinan kecil menularkan COVID-19.


Lebih lanjut, menurut Ahmad, ketentuan syarat rapid antigen yang dimaksud adalah untuk melihat apakah orang tersebut berpotensi menularkan COVID-19.


"Kalau logika tes antigen saat bepergian itu kan (dimaksudkan) bukan melihat infeksi tetapi orang ini sedang berpotensi menularkan atau tidak kan gitu masalahnya," jelas Ahmad saat dihubungi detikcom Jumat (18/12/2020).


Ahmad menjelaskan selama ini penularan Corona dari pasien OTG lebih banyak dilaporkan terjadi di usia dewasa. Meski begitu, studi di Korea Selatan mencantumkan usia 17 tahun masuk ke potensi penularan Corona tinggi.


"Kalau kurang dari itu kayaknya bisa terkena tapi untuk potensi menularkan kayanya kecil memang, tetapi itu baru satu studi," lanjut Ahmad.


"Karena kalau memastikan itu, kita harus melakukan PCR pada anak-anak secara berkala, tapi kan kita tahu untuk melakukan PCR pada anak-anak kan nggak gampang," pungkasnya.


Selain itu, Ahmad menduga aturan yang dibuat ini juga berdasarkan kepraktisan saja. Ahmad kembali menegaskan potensi penularan Corona pada anak hingga kini masih belum benar-benar bisa dipastikan hingga menunggu lebih banyak studi.


Berikut enam golongan yang bebas syarat rapid antigen ke Bali.

1. Anak umur 12 tahun ke bawah tidak perlu membawa hasil tes swab PCR, rapid antigen ataupun rapid antibodi

2. Crew aktif/EOB/FOO cukup menggunakan rapid antibodi

3. Penumpang transit

4. Penumpang yang pesawatnya divert ke Bandara DPS

5. Penumpang yang berasal dari daerah yang tidak memiliki fasilitas tes swab berbasis PCR (namun penumpang tersebut akan dilakukan tes rapid antigen pada saat kedatangan di Bali)

6. ASN, TNI, polisi yang mendapat perintah mendadak.

https://tendabiru21.net/movies/offering/


Perjuangan Mencari Rapid Test Antigen yang Murah di Jakarta


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini mewajibkan tes antigen bagi warga yang ingin keluar-masuk wilayahnya. Hal ini membuat saya akhirnya harus mencari klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan rapid test antigen di Jakarta.

Sempat kesal sih sama kebijakan pemerintah yang terkesan dadakan. Saya sempat panik tak bisa mendapat surat keterangan rapid tes antigen padahal punya jadwal terbang ke Padang hari Sabtu (19/12) besok.


Setelah pengumuman di hari Rabu (16/12) tentang kewajiban melampirkan hasil rapid tes antigen jika ingin bepergian dari DKI Jakarta, saya akhirnya mencari-cari klinik atau rumah sakit yang memiliki layanan tersebut.


Ada sih beberapa rumah sakit di sekitaran Jakarta yang menyediakan rapid tes antigen. Tapi saya urung ke saya karena harganya super mahal! Harga rapid test antigen di beberapa rumah sakit berada di rentang Rp 350 ribu-Rp 600 ribu. Lumayan jauh jika dibandingkan harga rapid test antibodi yang hanya Rp 150 ribu.


Akhirnya saya browsing dan menanyai beberapa teman sambil berusaha menghubungi beberapa klinik yang menyediakan rapid antigen. Ketemulah dua tempat di area Jakarta Selatan yang menyediakan layanan tes antigen dengan harga yang relatif murah.


Hari Kamis (17/12) sore, sepulang dari tempat kerja, saya mengunjungi salah satu klinik di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sampai di sana sekitar jam 15.30 WIB. Sayangnya layanan tes antigen di sana hanya sampai jam 12 siang.


Saya lalu teringat ada satu klinik, tak jauh dari sana, yang buka sampai pukul 16.00 WIB. Sambil mengestimasi waktu, saya pikir cukup lah ya sampai di sana tepat waktu.


Oh iya sebagai informasi, di klinik pertama harga rapid test antigennya Rp 250 ribu dan di klinik ke dua yang saya akan datangi, harganya hanya Rp 150 ribu.


Tapi setibanya di klinik kedua, saya mengurungkan niat. Terlihat banyak sekali orang yang juga ingin tes antigen, belum lagi kliniknya sudah mau tutup.


Makin nggak mau nunggu karena katanya ada yang datang dari jam 11 siang tapi sampai jam 4 sore belum juga dilayani.


Setelah pertimbangan panjang, saya memutuskan untuk kembali ke klinik pertama keesokan harinya. Sebab saya merasa di sana antrean juga tidak terlalu panjang.


Bagaimana rapid test antigen ini dilakukan? Baca pengalaman saya di halaman berikut.

https://tendabiru21.net/movies/may-the-devil-take-you/

Komentar

Postingan Populer