Menyusui Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah, Harus Bagaimana?

 Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

Pemberian ASI memiliki banyak manfaat terutama untuk bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi dengan BBLR berisiko mengalami kekurangan gizi, diperparah dengan kondisi fisiologis bayi yang masih lemah dan minimnya cadangan nutrisi yang cukup pada tubuh.


ASI merupakan nutrisi yang ideal untuk bayi BBLR karena mengandung kandungan gula, lemak, air dan protein yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Selain itu, ASI juga membangun antibodi yang berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga anak tidak mudah sakit.


"Melalui ASI terjadi transfer hormon dan faktor pertumbuhan, dan pada ASI terdapat faktor proteksi imunologis serta antimikroba. Selain itu, pemberian ASI mengurangi risiko alergi atau atopi," jelas Aris Primadi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam buku Indonesia Menyusui.


Tak boleh sembarangan, ada beberapa tips yang harus diperhatikan ibu ketika menyusui bayi dengan BBLR. Berikut 9 tips menyusui anak dengan BBLR:


1. Lakukan sesegera mungkin

Bayi dengan BBLR merupakan bayi yang lahir prematur sehingga ibu harus memberikan ASI sesegera mungkin sebagai sumber nutrisi bagi bayi.


2. Gunakan posisi cross cradle arm dan underarm ketika menyusui

Posisi yang telat ketika menyusui anak dengan BBLR adalah dengan menggunakan cara cross cradle dan underarm. Untuk dapat melakukan posisi cross cradle arm, Anda dapat menyilangkan lengan dengan payudara untuk mengontrol kepala dan tubuh bayi. Posisi ini menjaga agar kepala bayi tidak dipegang terlalu kuat sehingga bayi sulit bergerak.


3. Berikan ASI sesering mungkin

Minimnya nutrisi pada bayi dengan BBLR, membuat bayi dengan BBLR sangat bergantung dengan ASI. Untuk itu, menyusuilah sesering mungkin agar si kecil terbiasa dengan payudara ibu dan ASI tetap mengalir.


4. Perhatikan waktu pemberian ASI

Pemberian makan atau menyusui dapat bervariasi tergantung dari kebutuhan. Pada umumnya, bayi menyusu sekitar 5 sampai 40 menit. Yang terpenting adalah menjaga bayi untuk tetap mendapatkan ASI.


5. Atur jam tidur bayi

Jika bayi tertidur dalam waktu lama, sebaiknya lepaskan sebagian pakaiannya. Ketika bayi tertidur terlalu lama dan tidak sempat untuk menyusu, maka tidak ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Melepaskan pakaian dapat membantu membangunkan bayi untuk makan.


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://cinemamovie28.com/movies/himalaya-ladder-to-paradise/


Sekolah Boleh Tatap Muka Mulai 2021, Ini Pesan Menkes Terawan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan sekolah sudah boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan dukungannya.

"Kementerian kesehatan sepenuhnya akan mendukung kebijakan ini. kami berkomitmen untuk meningkatkan peran puskesmas, melakukan pengawasan dan pembinaan pada satuan pendidikan dalam penerapan protokol kesehatan di samping terus meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan pencegahan serta pengendalian COVID-19," kata Menkes Terawan dalam siaran pers di channel YouTube Kemendikbud RI, Jumat (20/11/2020).


Pembelajaran tatap muka, menurut Nadiem, akan ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah. Kebijakan ini diambil karena pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai memberikan dampak negatif secara psikososial pada siswa maupun orang tua.


Meski demikian, ada sejumlah protokol yang wajib ditaati ketika pembelajaran tatap muka mulai diberlakukan. Di antaranya, kapasitas hanya diperbolehkan maksimal 50 persen dari rata-rata, sehingga harus ada rotasi atau shifting.


Selain itu, penggunaan masker juga akan menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar.


"Harus pakai masker, tidak ada negosiasi di sini. Semua. Anak, guru, semua tenaga pendidik harus pakai masker," tegas Nadiem.


Pesan senada juga disampaikan oleh Menkes Terawan. Ia mengingatkan untuk terus meningkatkan pendidikan kesehatan dan keselamatan bagi anak-anak didik.


"Penerapan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak aman, serta sering mencuci tangan merupakan adaptasi kebiasaan baru yang harus diterapkan dengan disiplin tinggi agar kita dapat tetap sehat dan selamat dalam melewati pandemi COVID-19 ini," pesan Menkes Terawan.


Sejumlah protokol kesehatan yang harus ditaati dalam pembelajaran tatap muka bisa disimak di halaman selanjutnya.

https://cinemamovie28.com/movies/sex-is-zero-2/

Komentar

Postingan Populer