FDA Tarik Metformin Terkait Risiko Kanker, BPOM Pastikan di Indonesia Aman
Beberapa waktu lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menarik obat metformin karena masalah cemaran zat n-Nitrosodimethylamine (NDMA). Sebagian obat metformin tersebut diproduksi perusahaan farmasi Nostrum Laboratories.
"NDMA masuk dalam kelompok senyawa yang kemungkinan bisa memicu kanker (karsinogen) berdasarkan tes laboratorium," tulis FDA dalam situs resminya.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia ikut menanggapi hal ini. Ditegaskan bahwa obat metformin yang dimaksud tidak ada di Indonesia.
"Berdasarkan data Badan POM, produk Metformin yang ditarik di beberapa negara tersebut tidak beredar di Indonesia," tegas BPOM dalam laman resminya, dikutip detikcom pada Kamis (19/11/2020).
BPOM mengakui sudah melakukan kajian lebih lanjut pada seluruh obat metformin di Indonesia. Sejauh ini, batas cemaran NDMA di seluruh obat metformin Indonesia masih memenuhi persyaratan ambang batas yang ditetapkan.
"Hasil kajian menunjukkan bahwa produk metformin yang beredar di Indonesia memenuhi persyaratan ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan (acceptable daily intake), yaitu 96 ng/hari," ungkap BPOM.
Penggunaan metformin selama ini pada pasien diabetes disebut BPOM terbukti aman dan efektif. Terutama pada pasien yang kelebihan berat badan dan termasuk pasien diabetes yang kadar gula-nya tak bisa terkontrol lewat diet khusus.
"Di Indonesia, metformin termasuk salah satu obat esensial dan dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan obat diabetes lain atau dengan insulin," lanjut keterangan BPOM.
https://movieon28.com/movies/delusion-4/
Jangan Panik, Ini yang Dilakukan Jika Ada Tetangga Terpapar COVID-19
Pandemi COVID-19 masih belum usai sehingga semua masyarakat harus selalu waspada agar tidak terinfeksi virus Corona. Apalagi jika tahu ada tetangga yang tinggal di sekitar rumah telah terinfeksi COVID-19.
Namun bukannya menjauhi atau bahkan mencaci, ada beberapa tindakan yang harus dilakukan saat tahu ada tetangga di lingkungan rumah yang terpapar COVID-19. Hal itu terangkum dalam Protokol Kesehatan untuk Keluarga yang dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Tak Boleh Panik
Hal yang harus diketahui ialah panik justru dapat mengurangi efektivitas sistem kekebalan tubuh. Seperti diketahui, sistem kekebalan tubuh merupakan salah satu faktor penting agar tidak mudah terinfeksi virus Corona maupun penyakit lainnya. Jadi, tetap tenang dan lakukan langkah berikutnya.
Terapkan Protokol Kesehatan 3M
Minimal dengan memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta menjaga jarak. Protokol Kesehatan 3M dilakukan oleh masyarakat agar tidak mudah terinfeksi virus yang sulit ditemukan keberadaannya. Nah, apalagi kalau ada tetangga yang terpapar, 3M harus selalu ditingkatkan.
Batasi Interaksi Fisik
Masyarakat harus membatasi interaksi fisik dengan warga sekitar, bukan hanya yang terpapar COVID-19. Sebab kita belum tahu tetangga yang terpapar COVID-19 itu sebelumnya berinteraksi dengan siapa saja dan pernah ke masa saja.
Ingatkan Warga Menjaga Kebersihan
Bersihkan rumah dan lingkungan sekitar serta ditambah dengan disinfeksi. Kamu bisa memulai dari diri sendiri lalu ajak warga untuk bergotong-royong membersihkan dan disinfeksi dari rumahnya masing-masing.
Komentar
Posting Komentar