5 Efek Buruk pada Tubuh Saat Lama Berhenti Bercinta

 Berbagai alasan dapat menjadi faktor di balik berhentinya hubungan seks di antara pasangan. Bisa karena usia, turunnya dorongan seksual, padatnya aktivitas, dan lain sebagainya. Bagi pasutri, aktivitas bercinta yang menurun tidak hanya akan memengaruhi keharmonisan rumah tangga, tetapi juga fisik.

Faktanya berhubungan seksual secara rutin dapat meningkatkan kesehatan prostat. Dalam sebuah studi 2016 menunjukkan bahwa pria yang mengalami ejakulasi setidaknya 21 kali setiap bulan memiliki risiko rendah terkena kanker prostat. Saat berhubungan seks, otak melepaskan zat kimia yang membuat perasaan nyaman, seperti endorfin dan oksitosin.


Dikutip dari Men's Health, ini lima hal yang akan terjadi saat memilih untuk berhenti berhubungan seks.


1. Merasakan kecemasan

Peneliti Skotlandia menemukan orang yang menahan untuk berhubungan seks akan kesulitan mengatasi situasi stres seperti saat berbicara di depan umum, dibandingkan dengan mereka yang melakukan hubungan seksual setidaknya sekali selama dua minggu. Hal itu dapat meningkatkan rasa cemas saat berhadapan dengan orang lain.


2. Meningkatkan risiko terkena kanker prostat

Pada pria, berhenti melakukan hubungan seksual mungkin dapat meningkatkan risiko kanker prostat karena hilangnya perlindungan prostat. Sebuah studi American Urological Association menemukan bahwa pria yang tetap melakukan hubungan seks rutin menurunkan 20 persen risiko mereka terkena kanker prostat. Ejakulasi rutin dapat menghilangkan zat yang berpotensi membahayakan prostat.


3. Rentan mengalami pilek dan flu

Para peneliti Wilkes-Barre University, Pennsylvania, menemukan orang yang berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu mengalami peningkatan imunoglobulin A (IgA) 30 persen dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah berhubungan seks. Peneliti mengungkapkan IgA merupakan salah satu garis pertahanan pertama tubuh terhadap virus.


4. Memengaruhi hubungan bersama pasangan

Berhenti berhubungan seks memengaruhi kebahagiaan, keakraban, dan keamanan hubungan bersama pasangan. Psikolog Les Parrott mengatakan tidak melakukan hubungan seksual akan menimbulkan perasaan bersalah dan menurunkan kadar oksitosin dalam tubuh.


"Hal itu juga dapat menimbulkan ketakutan bahwa salah satu dari kalian akan mencari kebutuhan seksual kepada orang lain, yang dapat menumbuhkan sedikit rasa paranoia," ujar Parrott.


5. Berisiko mengalami disfungsi ereksi

Menurut penelitian dalam American Journal of Medicine, pria yang jarang berhubungan seks lebih tinggi mengalami risiko disfungsi ereksi dibandingkan pria yang melakukannya seminggu sekali atau lebih.


Seks rutin dapat meningkatkan potensi yang sama seperti saat berlatih untuk menpertahankan kekuatan fisik.

https://cinemamovie28.com/movies/one-piece-film-z/


Menyusui Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah, Harus Bagaimana?


Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

Pemberian ASI memiliki banyak manfaat terutama untuk bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi dengan BBLR berisiko mengalami kekurangan gizi, diperparah dengan kondisi fisiologis bayi yang masih lemah dan minimnya cadangan nutrisi yang cukup pada tubuh.


ASI merupakan nutrisi yang ideal untuk bayi BBLR karena mengandung kandungan gula, lemak, air dan protein yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Selain itu, ASI juga membangun antibodi yang berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga anak tidak mudah sakit.


"Melalui ASI terjadi transfer hormon dan faktor pertumbuhan, dan pada ASI terdapat faktor proteksi imunologis serta antimikroba. Selain itu, pemberian ASI mengurangi risiko alergi atau atopi," jelas Aris Primadi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam buku Indonesia Menyusui.


Tak boleh sembarangan, ada beberapa tips yang harus diperhatikan ibu ketika menyusui bayi dengan BBLR. Berikut 9 tips menyusui anak dengan BBLR:


1. Lakukan sesegera mungkin

Bayi dengan BBLR merupakan bayi yang lahir prematur sehingga ibu harus memberikan ASI sesegera mungkin sebagai sumber nutrisi bagi bayi.


2. Gunakan posisi cross cradle arm dan underarm ketika menyusui

Posisi yang telat ketika menyusui anak dengan BBLR adalah dengan menggunakan cara cross cradle dan underarm. Untuk dapat melakukan posisi cross cradle arm, Anda dapat menyilangkan lengan dengan payudara untuk mengontrol kepala dan tubuh bayi. Posisi ini menjaga agar kepala bayi tidak dipegang terlalu kuat sehingga bayi sulit bergerak.

https://cinemamovie28.com/movies/the-soul-of-himalaya/

Komentar

Postingan Populer