Kemenkes Klaim Kapasitas RS di DKI Masih Cukup, Ini Detailnya

 Kapasitas rumah sakit bagi pasien Corona di DKI tengah jadi sorotan. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, laju infeksi COVID-19 di DKI Jakarta terus meningkat signifikan setiap harinya sehingga dikhawatirkan akan membuat rumah sakit rujukan COVID-19 penuh dan kolaps.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan membentuk tim Taskforce untuk memastikan kapasitas ruang isolasi dan ICU untuk pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta masih mencukupi.


"Kemenkes memastikan tersedianya ruang isolasi dan ICU yang dapat digunakan untuk pasien COVID-19 ke RS yg ada di Jakarta, baik milik Kemenkes, milik Pemda, milik TNI/Polri, milik swasta dan wisma atlet. Dari pantauan kami di hari pertama (16/9) RS masih tersedia terus mengembangkannya volumenya," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Rita Rogayah SpP (K) MARS, dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (17/9/2020).


Dari hasil pemantauan, diperoleh data kapasitas jumlah tempat tidur yang dimiliki beberapa rumah sakit di DKI Jakarta. Di antaranya:


1. RS RSPI Sulianti Saroso

34 tempat tidur di ruang isolasi dan 10 tempat tidur di ruang ICU. Dalam waktu dekat, RSPI Sulianti Saroso akan menambah jumlah kapasitas tempat tidur baik di ruang isolasi maupun ICU menjadi 48 tempat tidur di ruang isolasi dan 14 tempat tidur di ruang ICU.


2. RS Hermina Kemayoran

48 tempat tidur di ruang isolasi dan 6 tempat tidur di ruang ICU.


3. RSUD Pasar Rebo

50 tempat tidur yang terbagi rata di ruang isolasi Anggrek dan ruang isolasi Cempaka, serta 9 tempat tidur di ruang ICU. RSUD Pasar Rebo akan melakukan pengembangan sebanyak 25 tempat tidur di ruang isolasi dan 6 tempat tidur di ruang ICU.


4. RSDK Duren Sawit

202 tempat tidur di ruang isolasi dan 13 tempat tidur di ruang ICU. Dan dalam waktu dekat RSDK Duren Sawit akan menambah 200 tempat tidur isolasi dan 8 tempat tidur di ruang ICU.


5. RSU Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto

169 tempat tidur ruang isolasi dan 15 tempat tidur ruang ICU dengan rencana penambahan dalam waktu dekat sejumlah 31 tempat tidur di ruang isolasi, dan 15 tempat tidur di ruang ICU.


6. RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

178 tempat tidur di ruang isolasi dan 31 tempat tidur di ruang ICU. Untuk rencana pengembangan RSUPN Dr. Cipto sudah menyiakan tambahan tempat tidur sebanyak 50 di ruang isolasi dan 10 tempat tidur di ruang ICU


7. RSUD Tarakan

114 dan 38 tempat tidur di ruang ICU, dengan rencana penambahan 4 tempat tidur pada ruang ICU.


8. RSU Pertamina Jaya

75 tempat tidur di ruang isolasi dan 65 tempat tidur di ruang ICU dengan rencana penambahan tempat tidur pada ruang isolasi sebanyak 15 buah.


9. RSPAD Gatot Soebroto

253 tempat tidur di ruang isolasi dan 27 di ruang ICU. Saat ini RSPAD Gatot Soebroto sudah melakukan pengembangan sebanyak 30 tempat tidur di ruang isolasi.


10. RS Mitra Kemayoran

35 tempat tidur di ruang isolasi dan 5 tempat tidur di ruang ICU dengan rencana penambahan dalam waktu dekat sejumlah 22 tempat tidur di ruang isolasi.


Saat ini DKI Jakarta memiliki fasilitas kesehatan sebanyak 190 rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 67 merupakan rumah sakit rujukan COVID-19.

https://cinemamovie28.com/taming-japanese-wife-2/


Heboh Antrean Ambulans, RSD Wisma Atlet Tegaskan Ruang Isolasi Masih Cukup


Heboh video antrean ambulans di depan RS Darurat Wisma Atlet pada Selasa (15/9) malam. Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator RS Darurat Wisma Atlet, Mayor Jenderal TNI dr Tugas Ratmono, SpS, mengatakan adanya antrean masuk pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet dikarenakan pada saat itu hanya satu pintu yang dibuka.

"Karena satu dan lain hal, kami hanya membuka satu pintu dan menyebabkan antrean," kata dr Tugas dalam siaran pers di kanal Youtube BNPB, Kamis (17/9/2020).


Ia juga menepis tanggapan antrean tersebut terjadi karena kapasitas ruang isolasi pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet penuh meski memang ada penambahan pasien yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.


"Jadi memang dibandingkan hari-hari sebelumnya, jumlah (pasien) yang masuk ke perawatan atau tower 6 dan 7 dan tower 5 sebagai tempat isolasi mandiri memang meningkat dibandingkan sebelumnya," ungkapnya.


Per hari ini, jumlah pasien positif yang dirawat di RSD Wisma Atlet bertambah 2.757 orang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.


"Pasien terkonfirmasi positif: 2.757 orang, semula: 1.691 orang kini bertambah 1.066 orang," ujarnya.


Terhitung sejak 23 Maret hingga 17 September 2020, ada sekitar 16.626 pasien COVID-19 yang dirawat di RSD Wisma Atlet. Dari jumlah itu, sebanyak 13.753 pasien sudah dipulangkan.

https://cinemamovie28.com/a-good-woman-is-hard-to-find/

Komentar

Postingan Populer