Heboh Antrean Ambulans, RSD Wisma Atlet Tegaskan Ruang Isolasi Masih Cukup
Heboh video antrean ambulans di depan RS Darurat Wisma Atlet pada Selasa (15/9) malam. Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator RS Darurat Wisma Atlet, Mayor Jenderal TNI dr Tugas Ratmono, SpS, mengatakan adanya antrean masuk pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet dikarenakan pada saat itu hanya satu pintu yang dibuka.
"Karena satu dan lain hal, kami hanya membuka satu pintu dan menyebabkan antrean," kata dr Tugas dalam siaran pers di kanal Youtube BNPB, Kamis (17/9/2020).
Ia juga menepis tanggapan antrean tersebut terjadi karena kapasitas ruang isolasi pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet penuh meski memang ada penambahan pasien yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
"Jadi memang dibandingkan hari-hari sebelumnya, jumlah (pasien) yang masuk ke perawatan atau tower 6 dan 7 dan tower 5 sebagai tempat isolasi mandiri memang meningkat dibandingkan sebelumnya," ungkapnya.
Per hari ini, jumlah pasien positif yang dirawat di RSD Wisma Atlet bertambah 2.757 orang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.
"Pasien terkonfirmasi positif: 2.757 orang, semula: 1.691 orang kini bertambah 1.066 orang," ujarnya.
Terhitung sejak 23 Maret hingga 17 September 2020, ada sekitar 16.626 pasien COVID-19 yang dirawat di RSD Wisma Atlet. Dari jumlah itu, sebanyak 13.753 pasien sudah dipulangkan.
https://cinemamovie28.com/the-lovebirds/
Vaksin Corona Sinovac Bakal Diuji pada Kelompok Anak Usia 3-17 Tahun
Vaksin virus Corona yang dikembangkan Sinovac akan memulai uji klinis pada anak-anak dan remaja. Tahapan ini dilakukan untuk memperluas uji klinis tahap akhir di mana vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan telah diberikan pada kandidat dewasa.
Sebanyak 522 relawan sehat berusia 3-17 tahun akan dibagi ke dalam dua kelompok uji. Kelompok pertama akan diberikan dua dosis vaksin CoronaVac sementara lainnya disuntikkan plasebo. Uji klinis vaksin buatan Sinovac ini rencananya akan dilakukan pada 28 September mendatang.
Dikutip dari Reuters, seorang juru bicara Sinovac mengatakan uji klinis ini telah disetujui oleh otoritas kesehatan China.
Menemukan kandidat vaksin yang bekerja secara efektif untuk semua populasi, termasuk anak-anak, sangat penting untuk mencegah meluasnya wabah COVID-19 yang saat ini telah menyebabkan kematian lebih dari 930 ribu orang di seluruh dunia.
Saat ini, vaksin Corona Sinovac telah diuji di beberapa negara dalam uji coba skala besar tahap akhir. Beberapa negara yang terlibat dalam uji klinis fase 3 ini di antaranya Indonesia, Brasil dan Turki. Vaksin Corona yang dikembangkan Sinovac juga telah diberikan pada sekitar 90 persen karyawan di perusahaan tersebut.
Vaksin Corona Sinovac menjadi salah satu kandidat vaksin COVID-19 yang dianggap potensial. Terlebih disebutkan bahwa dalam uji coba gabungan fase 1 dan fase 2, tidak ditemukan efek samping yang berarti dan vaksin tersebut menghasilkan kekebalan yang dibutuhkan untuk melawan COVID-19.
Komentar
Posting Komentar