WHO Respons Munculnya Kasus Infeksi Ulang COVID-19

 Sebuah studi baru-baru ini melaporkan kasus infeksi ulang atau reinfeksi COVID-19 di Hong Kong. Tidak lama setelahnya, kasus serupa dilaporkan terjadi pada dua pasien di Eropa.
Semakin banyak laporan kasus infeksi ulang COVID-19 ini memicu kekhawatiran, apakah ada dampaknya pada efektivitas vaksin. Namun, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai kasus infeksi ulang atau reinfeksi COVID-19 yang dikonfirmasi dari seorang pria Hong Kong kemungkinan sangat jarang terjadi.

Ilmuwan Universitas Hong Kong mengumumkan pada hari Senin kemarin, bahwa jenis virus Corona yang menginfeksi pria itu berbeda dengan jenis yang pertama kali menginfeksi lebih dari empat bulan lalu. Juru bicara WHO, Dr Margaret Harris menilai perlu adanya laporan yang terdokumentasi dan diteliti lebih lanjut demi meminimalisir kesalahan.

Harris mencatat kemungkinan ini adalah kasus infeksi ulang COVID-19 pertama yang dikonfirmasi dari lebih 23 juta kasus. Jika kasus reinfeksi COVID-19 lebih sering terjadi, kemungkinan akan ada lebih banyak kasus serupa sebelum kasus ini.

Namun, dia mengatakan kasus ini signifikan, artinya terkait dengan kekebalan orang terhadap virus Corona COVID-19.

"Inilah mengapa kami memiliki banyak kelompok penelitian yang benar-benar melacak orang, mengukur antibodi, mencoba memahami berapa lama perlindungan kekebalan bertahan," sebutnya, dikutip dari VOA, Rabu (26/8/2020).

Harris mengatakan, masyarakat harus memahami perlindungan atau kekebalan alami yang berkembang setelah seseorang terkena virus. Pasalnya, hal ini tidak sama dengan perlindungan kekebalan yang diberikan oleh vaksin.

Jaga Kesehatan Jantung Sejak Muda Juga Bisa Cegah Demensia, Loh

 Menjaga kesehatan jantung bisa dengan cara berolahraga. Oleh karena itu, orang yang menjaga kesehatan jantung biasanya juga memiliki fisik yang sehat. Namun tak hanya itu, menjaga kesehatan jantung sejak muda ternyata juga bisa mencegah demensia, loh.
Melansir Tri City Cardiology, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology menyimpulkan semakin tinggi faktor risiko kardiovaskular yang dimiliki oleh seseorang, maka akan semakin tinggi pula risiko orang tersebut menderita demensia di masa tua.

Penelitian ini mengikuti lebih dari 1.500 subjek dengan usia rata-rata 79,5 tahun. Seluruh subjek dalam penelitian ini sebelumnya tidak pernah didiagnosis dengan demensia selama periode 21 tahun.

Kemudian peserta dinilai berdasarkan sejumlah perilaku kognitif, seperti ingatan jangka pendek dan panjang, kemampuan untuk membandingkan angka dan pola, dan identifikasi hubungan visual dan spasial antar objek. Tingkat risiko penyakit kardiovaskular dari setiap peserta juga dinilai.

Para peneliti menemukan subjek yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular dengan skala tinggi lebih berisiko mengalami gangguan memori dan ketidakmampuan untuk mengenali pola saat mereka menua. Bagian otak yang mengontrol memori dan bahasa pada mereka yang termasuk dalam kategori itu juga memiliki volume yang lebih kecil.

Meskipun tidak ada hubungan pasti yang ditemukan antara kesehatan jantung yang buruk dan demensia, studi tersebut mendukung teori bahwa sistem kardiovaskular yang kuat dapat memainkan peran penting dalam mencegah penyakit alzheimer.

Seorang peneliti menyebutkan hubungan kesehatan jantung dengan demensia ini mungkin terjadi karena kebiasaan kardiovaskular yang baik, seperti tidak merokok, makan dengan baik, dan berolahraga, juga mendukung kesehatan kognitif.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan jantung merupakan hal yang sangat penting. Menjaga kesehatan jantung bisa dilakukan dengan berolahraga, tidak merokok dan minum alkohol, rutin cek tekanan darah, diabetes, dan kolesterol.

Ya, penyakit kolesterol merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung. Kolesterol tinggi dapat mengganggu kesehatan jantung. Lantaran itu, segera turunkan kadar kolesterol jika dinilai sudah melebihi batas normal. Kadar kolesterol total yang sehat harus tetap di bawah 200 mg/dL.
https://cinemamovie28.com/intimate-enemies/

Komentar

Postingan Populer