Novel Baswedan Sempat Demam dan Batuk, Begini Urutan Gejala Umum COVID-19
Penyidik KPK Novel Baswedan dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Ia mengaku tidak mengalami gejala terkait penyakit tersebut, seperti sesak napas.
Namun, ia sempat demam disertai batuk tiga pekan sebelumnya. Novel mengatakan sampai menjalani tes swab, ia masih batuk sedikit dan disertai lendir.
"Sebetulnya gini... 3 pekan lalu saya demam, 3 pekan ya, dan kemudian saya ada menyertai demam itu batuk, biasanya kalau saya batuk itu sebulan. Dan ketika swab kemarin masih ada batuk sedikit, masih ada lendir sedikit, mungkin itu ter-capture Corona atau Corona beneran nggak tahu," jelas Novel pada detikcom, Jumat (28/8/2020).
"Tapi yang jelas alhamdulillah aku nggak ada gejala, nggak ada sesak napas," imbuhnya.
Saat seseorang terinfeksi COVID-19, bisa mengalami gejala yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil studi sekelompok peneliti dari University of Southern California (USC), akhirnya menemukan kemungkinan urutan gejala umum COVID-19.
"Mengetahui urutan gejala ini penting ketika kita memiliki banyak penyakit yang bisa saling tumpang tindih, misalnya wabah flu berbarengan dengan COVID-19. Dokter bisa menentukan langkah yang tepat untuk pasien dan mencegah kondisinya jadi lebih buruk," jelas salah satu peneliti studi, Peter Khun, dikutip dari Medical News.
Berikut kemungkinan urutan gejala umum COVID-19 yang dilaporkan dalam jurnal Frontiers in Public Health:
1. Demam
2. Batuk
3. Sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri otot
4. Mual dan muntah
5. Diare
Ternyata Ini Fungsi 'Paruh Gagak' pada Masker Jadul Abad ke-17
Masker menjadi perlengkapan wajib untuk mencegah penyebaran virus Corona COVID-19. Namun, jauh sebelum COVID-19 menyerang, masker sudah digunakan sejak abad ke-17 di Eropa.
Bentuk masker tertua sangat jauh berbeda dengan sekarang. Sejarawan Bonnie Triyana menjelaskan masker tertua yang bisa dilacak ada di Eropa, abad ke-17 silam. Masker tersebut memiliki bentuk di bagian hidung seperti paruh.
"Paling tidak masker yang tertua yang paling bisa kita lacak, masker ini digunakan karena memang waktu itu ada wabah, menghindari penyakit dari udara," kata Bonnie dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube Jumat (28/8/2020).
Herbs atau rempah-rempah di dalam paruh tersebut dipercaya bisa mencegah penyebaran penyakit. Rempah-rempah ini disebut Bonnie kemungkinan merupakan dedaunan.
"Di dalam paruh-nya itu diisi sama herbs atau rempah. Mungkin juga bisa daun-daunan kaya herbs yang diperkirakan bisa menghalau penyebaran penyakit," lanjutnya.
Bonnie menjelaskan saat itu Eropa menghadapi wabah penyakit lepra dan kolera. Banyak korban yang dilaporkan meninggal.
"Kemudian abad ke 17, lepra, kolera, itu kan menghancurkan. Banyak orang meninggal saat itu," pungkasnya.
Barli Asmara Mengidap Toksoplasma, Begini Kaitannya dengan Radang Otak
Desainer kondang Barli Asmara wafat di usia 42 tahun pada Kamis (27/8/2020). Menurut keterangan keluarga, Barli meninggal dunia karena radang otak.
"Radang otak kena virus Toxo," ungkap keluarga Barli saat dihubungi Wolipop, Kamis (27/8/2020).
Dikutip dari Harvard Health Publishing, radang otak memang dapat disebabkan oleh infeksi parasit toksoplasma. Parasit ini memiliki nama ilmiah toxoplasma gondii.
Parasit toksoplasma biasa ditemukan dalam kucing. Kucing yang terinfeksi dapat menularkan parasit tersebut lewat kotorannya.
Parasit ini umumnya masuk ke dalam tubuh manusia dengan cara tertelan. Hal tersebut bisa terjadi jika ia menyentuh mulutnya dengan tangan yang kotor, terutama setelah membersihkan kotoran kucing.
Selain itu, toksoplasma juga bisa ditularkan melalui mengonsumsi daging yang mengandung parasit ini. Misalnya, pada daging babi, domba, atau rusa yang tidak dimasak sampai matang sempurna.
Setelah masuk ke dalam tubuh, parasit toksoplasma dapat berkembang biak dan menyebar ke hampir semua organ tubuh, seperti otak, jantung, paru-paru, kelenjar getah bening, dan mata. Meski begitu, penyebaran parasit ini dapat dihentikan jika orang tersebut memiliki daya tahan tubuh yang kuat.
Namun, bagi orang yang berdaya tahan tubuh lemah, infeksi parasit toksoplasma dapat menimbulkan peradangan di otak atau ensefalitis.
Radang otak dapat menyebabkan penderitanya mengalami kejang, gangguan saraf, bahkan kematian.
https://nonton08.com/slither/
Komentar
Posting Komentar