Gegara Vape Remaja Ini Hampir Meninggal, Paru-parunya Mirip Perokok 80 Tahun
Seorang remaja hampir meninggal setelah menggunakan vape selama enam bulan. Bahkan, kondisi paru-parunya disebut seperti seorang perokok berusia 80 tahun.
Mirisnya, ia harus menghadapi kondisi paru-paru yang fatal bertepatan saat memasuki ujian akhir sekolah menengah. Ia terpaksa menjalani perawatan intensif di Queen's Medical Center di Nottingham, Inggris, dan membutuhkan paru-paru buatan untuk bertahan hidup.
Remaja bernama Ewan ini menghabiskan 10 minggu di rumah sakit saat para dokter berjuang untuk menyelamatkan hidupnya. Saat ini, ia sudah kembali ke rumah, tetapi kondisinya bisa kembali memburuk jika ia kembali menggunakan vape.
Ewan yang berusia 16 tahun ini bahkan sebelumnya bercita-cita menjadi petinju. Ia memakai vape agar lebih sehat dan membantu dirinya berhenti merokok.
Namun kini Ewan kehabisan napas hanya dengan berjalan menaiki tangga. Ewan tidak hanya memiliki masalah dengan paru-parunya, tetapi bobotnya juga bertambah 31 kilogram sejak dirawat di rumah sakit.
Ewan, yang tinggal di Nottingham, Inggris, juga mengaku mengidap masalah kesehatan mental.
"Saya dulu sangat sehat. Saya biasa berlari setiap malam dan saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Saat saya merasa paru-paru saya kacau, saya menggunakan steroid untuk membantu mengatasinya," sebut Ewan, dikutip dari News.com.au.
"Hidup saya benar-benar berubah. Ketika saya di rumah sakit, mereka mengatakan saya memiliki paru-paru perokok seumur hidup berusia 80 tahun," lanjutnya.
Ini Cara Cegah Penyakit Jantung Mulai Usia 20-an
Jika kamu berpikir penyakit jantung hanya menyerang orang yang sudah tua, itu salah besar. Sebab, penyakit jantung bisa menyerang siapa saja bahkan orang yang masih terbilang muda sekali pun.
Oleh karena itu, mencegah penyakit jantung sangat penting dilakukan sedini mungkin. Melansir Heart.org berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung sejak usia 20-an.
Usia 20-an
Di usia ini biasanya menjadi gerbang penyakit jantung mulai timbul. Salah satu faktor terbesar yakni gaya hidup yang tidak sehat. Di usia muda, saat tubuh terasa masih sehat, orang cenderung tidak begitu memikirkan dampak dari gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minum-minuman beralkohol, makan sembarangan hingga malas berolahraga.
Agar penyakit jantung tak datang karena kebiasaan buruk tersebut, kamu harus segera mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Selain itu, cek kesehatan tubuh secara teratur juga penting dilakukan di usia ini.
Usia 30-an
Usia produktif dalam bekerja kadang membuat kamu tak memiliki banyak waktu untuk memperhatikan kesehatan jantung. Untuk itu, di usia ini kamu harus belajar menyeimbangkan waktu antara waktu bekerja dengan waktu untuk diri sendiri dan keluarga.
Manfaatkan weekend untuk berkegiatan di luar rumah alih-alih hanya bermalas-malasan di sofa. Liburan singkat ini juga bisa sedikit menghilangkan stres setelah 5 hari penuh bekerja. Sebab, perlu diketahui, stres yang berkepanjangan juga bisa menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah yang dapat merusak dinding arteri.
Usia 40-an
Memasuki usia kepala empat biasanya beberapa gejala penyakit mulai bermunculan. Lantaran itu, kamu perlu lebih peduli terhadap kesehatan tubuhmu di usia ini. Beri lebih banyak waktu untuk memperhatikan kesehatan tubuh.
Contohnya seperti olahraga, menjaga pola makan dan berat badan serta rutin cek kesehatan seperti cek gula darah, tekanan darah hingga pemeriksaan kesehatan jantung lainnya. Setidaknya, kamu harus melakukan tes glukosa saat berusia 45 tahun dan lakukan tes itu secara berkala selama tiga tahun sekali atau lebih sering.
Intinya, seiring bertambahnya usia, peningkatan risiko penyakit jantung seperti tekanan darah hingga penyakit kolesterol akan cenderung meningkat. Oleh karena itu, melakukan pola hidup sehat dan mengurangi peluang risiko sejak dini merupakan pilihan terbaik.
Biasakan konsumsi makanan sehat dan kaya serat seperti buah dan sayur sejak muda, rutin berolahraga, dan hindari merokok serta alkohol agar risiko penyakit jantung dari kolesterol menurun.
Ya, efek kolesterol tinggi menjadi salah satu faktor risiko yang sering menyebabkan penyakit jantung bertambah parah. Pembuluh darah akan tersumbat dan bisa menyebabkan serangan jantung saat kadar kolesterol tinggi dan menyumbat pembuluh arteri yang menuju jantung.
Oleh karena itu, penting kiranya untuk menurunkan kadar kolesterol sejak dini. Selain gaya hidup sehat, Anda juga bisa rutin mengonsumsi Nestlé ACTICOR 2x sehari setelah makan.
https://nonton08.com/king-cobra/
Komentar
Posting Komentar