Bagaimana bahagia atau stres bisa mempengaruhi imunitas tubuh?

Psikiater dari Rumah Sakit dr H Marzoeki Mahdi di Bogor, dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan ada dua faktor yang bisa mempengaruhi imunitas di dalam tubuh. Dari kesehatan secara fisik dan kesehatan mental.

"Kalau kesehatan fisik sudah pasti organ-organnya dalam keadaan yang sehat, termasuk sistem organnya bagus, pernapasan, dan peredaran lancar, secara kesehatan fisik yang yang kemudian akan menunjang kepada imunitas tubuh," jelas dr Lahargo saat dihubungi detikcom, Rabu (26/8/2020).

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga berhubungan dengan imunitas tubuh. dr Lahargo menjelaskan jika seseorang mengalami stres atau depresi maka ia akan mengeluarkan hormon stres.

"Karena kalau kesehatan mental kita terganggu, misalnya kita mengalami stres, depresi itu akan membuat tubuh kita mengeluarkan hormon stres yang namanya kortisol. Kortisol ini kalau didistribusikan ke berbagai organ tubuh dia akan membuat salah satunya adalah imunitas tubuh menjadi menurun," pungkas dr Lahargo.

Terkait dengan alasan dibukanya kembali bioskop karena meningkatkan imunitas tubuh, dr Lahargo menyebut hal ini sia-sia jika penonton bioskop sedang dalam kondisi cemas. Mengapa begitu?

"Membuka bioskop itu pasti sudah dianalisis situasinya sama pakar, protokol kesehatannya jalan. buat masyarakat yang mau menonton, perlu diperhatikan juga kalau mereka menonton dalam keadaan yang cemas sia-sia juga. Yang tadi tujuannya mau cari hal yang baik, menyenangkan malah jadi takut khawatir. Eh di ujung sana ada yang batuk-batuk, malah jadi cemas," lanjut dr Lahargo.

Kalau bioskop jadi dibuka lagi, bakal langsung nonton nggak nih? Tuliskan pendapat di komentar.

Seks Oral Ternyata Bisa Bikin Miss V Berbau Tak Sedap

 Vaginosis bakterialis (VB) atau bacterial vaginosis adalah infeksi yang umum terjadi pada vagina. Kondisi ini biasanya tidak serius, namun tetap harus diobati karena dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap bentuk infeksi lain.
Seorang wanita yang memiliki VB bisa memperhatikan gejala dari perubahan cairan vagina. Misalnya cairan menjadi lebih kental atau encer, kekuningan, hingga berbau tidak sedap.

Terkait hal tersebut, peneliti dari University of California dalam studinya menjelaskan kemungkinan bagaimana seks oral terhadap VB berhubungan.

Menurut pemimpin studi, Dr Amanda Lewis, bakteri yang ada di mulut ternyata bisa mendorong berkembangnya bakteri penyebab VB di vagina. Hal ini diketahui setelah peneliti melakukan eksperimen dengan bakteri Fusobacterium nucleatum yang biasa ada di mulut dan berkaitan dengan penyakit gusi serta plak gigi.

"Spekulasi studi adalah bakteri ini bisa berpindah ke vagina lewat seks oral. Sesuai dengan studi klinis lainnya yang telah mengidentifikasi seks oral sebagai faktor risiko VB," tulis peneliti seperti dikutip dari jurnal PLoS Biology.

Dikutip dari BBC, VB bisa diatasi dengan obat antibiotik berbentuk krim, gel, atau tablet.

Happy Hypoxia pada Pasien COVID-19: Gejala, Penyebab, dan Pengertian

 Riset terkait COVID-19 menunjukkan kondisi yang disebut happy hypoxia atau silent hypoxemia pada pasien. Pengertian happy hypoxia adalah kondisi yang mengancam nyawa akibat kadar oksigen yang sangat rendah, namun pasien tidak menunjukkan kesulitan bernapas atau dyspnea.
Menurut Martin J Tobin seorang profesor dari Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, happy hypoxia sangat membingungkan dokter karena bertentangan dengan biologi dasar. Tulisan dan riset Dr Tobin berjudul Why COVID-19 Silent Hypoxemia is Baffling to Physicians dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

"Dalam beberapa kasus, pasien merasa nyaman dan menggunakan telepon saat dokter hendak memasukkan selang pernapasan (endotracheal) dan menghubungkannya dengan ventilator mekanis. Tahap ini bisa menyelamatkan nyawa pasien meski punya risikonya sendiri," kata Dr Tobin yang merupakan pimpinan dalam riset terkait happy hypoxia dikutip dari ScienceDaily.

Riset melibatkan 16 pasien dengan kadar oksigen sangat rendah hingga 50 persen tanpa sesak napas. Tingkat saturasi oksigen normal dalam darah adalah 95-100 persen. Level kadar oksigen dalam tubuh diperiksa lebih dulu dengan pulse oximeter, hasilnya semua kasus pasien terkait dengan happy hypoxia atau silent hypoxemia.
https://kamumovie28.com/saints-and-soldiers-airborne-creed-2/

Komentar

Postingan Populer