5 Fakta Dorongan Seks pada Pria

Dorongan seks dipengaruhi banyak faktor, mulai dari hormon hingga latar belakang budaya. Ada juga anggapan bahwa pria lebih terobsesi pada seks dibanding wanita.
Faktanya, beberapa studi menyimpulkan pria lebih banyak memikirkan seks. Pria juga disebut-sebut lebih sering melakukan masturbasi.

Laman Healthline menyampaikan 5 fakta mengenai dorongan seks pria, yakni:

1. Pria lebih banyak memikirkan seks
Sebuah studi di Ohio State University yang melibatkan lebih dari 200 mahasiswa menunjukkan pria muda memikirkan tentang seks rata-rata 19 kali perhari. Berbeda dengan para wanita muda yang melaporkan rata-rata 10 kali memikirkan tentang seks perhari.

2. Pria lebih sering masturbasi
Riset terhadap 600 orang dewasa di Guangzhou China, menunjukkan 48,8 persen wanita dan 68,7 persen pria mmelakukan masturbasi. Survei itu juga menunjukkan bahwa sebagian besar wanita dewasa memiliki pandangan negatif terhadap masturbasi.

3. Butuh 2 hingga 7 menit untuk orgasme
Pakar seks menegaskan bahwa pria dan wanita sama-sama mengalami sejumlah fase selama aktivitas seksual. Akan tetapi baik pria maupun wanita, memiliki durasi fase yang berbeda-beda. Wanita lebih membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai fase orgasme.

4. Dorongan seks pria sangat dipengaruhi otak
Libido pada pria dipacu oleh dua area otak, yakni korteks seberal dan sistem limbik (sekumpulan struktur otak yang mendukung emosi, perilaku, motivasi, dan memori jangka panjang).

Oleh sebab itu, pria dapat mengalami orgasme hanya dengan memikirkan atau bermimpi tentang pengalaman seksual.

5. Dorongan seksual pria juga bisa menurun
Dorongan seks bisa menurun seiring bertambahnya usia. Namun, terdapat beberapa penyebab juga yang bisa membuat libido pria menurun, seperti stres atau depresi, sleep apnea, konsumsi obat-obatan tertentu, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Mungkinkah Nyamuk Tularkan Virus Corona? Ini Jawaban Studi

Meskipun nyamuk dapat menyebarkan beberapa penyakit, terutama malaria, para ahli mengklaim bahwa hewan ini tidak bisa menyebarkan virus Corona. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada data yang menunjukkan bahwa virus Corona dapat disebarkan oleh nyamuk ataupun kutu.
Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh World Health Organization (WHO), yang menyatakan bahwa gigitan nyamuk tidak akan menularkan virus Corona. Dikutip dari laman AP News, COVID-19 menyebar dari orang ke orang lain melalui percikan droplet ketika mereka berbicara, batuk, atau bersin, dan ada kemungkinan penularan melalui udara di ruangan tertutup.

Adanya anggapan nyamuk bisa menyebarkan virus Corona juga ditepis oleh sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Nature terkait kegagalan SARS-CoV-2 untuk menginfeksi atau berkembang biak pada nyamuk. Tiga spesies nyamuk yang dalam penelitian tersebut membuktikan bahwa virus Corona COVID-19 tidak berhasil menginfeksi nyamuk dan berkembang biak di dalamnya terlebih dahulu, sehingga tidak ada kemungkinan nyamuk bisa menularkan virus Corona COVID-19 itu kepada manusia.

"Di sini kami memberikan data percobaan pertama untuk menyelidiki kapasitas SARS-CoV-2 untuk menginfeksi dan ditularkan oleh nyamuk. Tiga spesies nyamuk yaitu aedes aegypti, ae albopictus dan Culex quinquefasciatus, yang mewakili dua genera paling signifikan dari vektor arbovirus yang menginfeksi manusia, diuji," jelas para peneliti dalam jurnal tersebut.

Kesimpulannya, hingga saat ini baik pernyataan WHO maupun para pakar kesehatan memastikan bahwa nyamuk tidak menyebarkan virus Corona. Terlebih, didukung oleh hasil suatu studi tersebut.

"Kami menunjukkan bahwa bahkan dalam kondisi ekstrim, virus SARS-CoV-2 tidak dapat berkembang biak pada nyamuk-nyamuk ini, dan oleh karena itu tidak dapat ditularkan ke orang-orang," sebut para peneliti.
https://kamumovie28.com/disorderlies/

Komentar

Postingan Populer