27 Orang di Korsel Kena Corona di Kafe Tapi Tak Satupun Staf Tertular, Kok Bisa?
Sebuah kedai kopi diketahui menjadi klaster penyebaran Corona di Korea Selatan. Sebanyak 27 orang dilaporkan terinfeksi Corona dari seorang pelanggan kedai kopi di daerah Paju, Gyeonggi, Korsel. Meski demikian, tidak ada satupun karyawan di kedai kopi itu yang terinfeksi.
Dikutip dari media lokal Korsel, Chosun, otoritas kesehatan menduga AC di kedai kopi tersebut menjadi jalur penularan virus Corona. Dalam penelusuran kontak, diduga seseorang yang duduk di bawah AC diduga telah menginfeksi orang lain melalui transmisi aerosol.
Hyun-jun Yoo, profesor arsitektur di Universitas Hongik, berkata, "AC tipe langit-langit lebih rentan terhadap polusi dalam ruangan karena mendinginkan udara hanya dengan mengedarkan udara dalam tanpa menarik udara luar," katanya.
Udara yang keluar dari AC dapat meningkatkan jangkauan paparan droplet. Sebuah tim peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Guangzhou, China yang menganalisis rute infeksi dari 10 pasien COVID-19 yang makan di sebuah restoran di Guangzhou, China pada bulan Januari dan Februari, mengatakan sangat mungkin bahwa angin kencang dari AC membawa droplet.
Tapi ada juga kemungkinan infeksi melalui kontak tidak langsung. Risiko penularan bisa terjadi saat orang yang terinfeksi itu menyebarkan virus lewat pegangan pintu kamar mandi atau pegangan tangga dan pelanggan lain menyentuhnya lalu mereka memegang wajahnya.
Lantas, mengapa tak ada satupun karyawan di kedai kopi itu yang tertular?
Pada saat itu diketahui empat karyawan toko yang sedang berada dalam satu ruangan dengan seseorang yang terinfeksi memakai masker dan sarung tangan. Bahkan kedai kopi itu juga mendistribusikan masker KF94 dan sarung tangan sanitasi kepada setiap pekerja di toko dan memakainya selama jam kerja.
"Jika Anda memakai masker, jumlah bakteri yang masuk ke mulut akan berkurang," tutur ahli infeksi di Sekolah Kedokteran Universitas Korea, Kim Woo Joo.
Indonesia Peringkat ke-3 Kasus Kematian Corona Terbanyak di Asia
Menurut data Worldometer pada Senin (24/8/2020) siang, total kasus virus Corona COVID-19 di Asia sudah mencapai 6.301.007 kasus. Sementara total pasien sembuh sudah sebanyak 4.985.323 orang dan 130.252 lainnya meninggal dunia.
Dari data tersebut, diketahui Indonesia berada di posisi ketiga dengan jumlah kasus kematian Corona terbanyak di Asia, yakni 6.680 orang. Posisi ini berada satu tingkat di atas Irak, dengan 6.428 pasien telah dinyatakan meninggal karena COVID-19.
Jika dilihat dari total kasus Corona, Indonesia berada di peringkat kesembilan dengan 153.535 kasus. Sementara posisi kedelapan diduduki oleh Filipina, yakni 189.601 kasus.
Selanjutnya dari jumlah kasus sembuh Corona, Indonesia berada di urutan kesepuluh dengan 107.500 pasien telah dinyatakan sembuh. Disusul oleh Qatar di posisi kesembilan dengan total pasien sembuh sebanyak 113.808 orang.
Berikut detail 10 negara dengan jumlah kasus kematian Corona terbanyak di Asia per 24 Agustus 2020.
1. India
- Total kasus: 3.106.348
- Total sembuh: 2.338.035
- Total meninggal: 57.692
2. Iran
- Total kasus: 358.905
- Total sembuh: 309.464
- Total meninggal: 20.643
3. Indonesia
- Total kasus: 153.535
- Total sembuh: 107.500
- Total meninggal: 6.680
4. Irak
- Total kasus: 204.341
- Total sembuh: 146.409
- Total meninggal: 6.428
5. Pakistan
- Total kasus: 293.261
- Total sembuh: 276.829
- Total meninggal: 6.244
6. Turki
- Total kasus: 258.249
- Total sembuh: 237.165
- Total meninggal: 6.121
7. China
- Total kasus: 84.967
- Total sembuh: 79.925
- Total meninggal: 4.634
8. Bangladesh
- Total kasus: 294.598
- Total sembuh: 179.091
- Total meninggal: 3.941
9. Arab Saudi
- Total kasus: 307.479
- Total sembuh: 280.143
- Total meninggal: 3.649
10. Filipina
- Total kasus: 189.601
- Total sembuh: 131.367
- Total meninggal: 2.998
https://cinemamovie28.com/the-grudge/
Komentar
Posting Komentar