Warga Jogja Juga Keranjingan Gowes, Sultan Titip Pesan Soal Masker
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X meminta para pesepeda di DIY untuk tetap menerapkan physical distancing saat bersepeda. Selain itu, Sultan meminta pesepeda yang mengenakan masker tidak mengambil rute terlalu jauh.
"Yang bersepeda ya, ya sekarang harus punya kesadaran untuk jaga jarak," kata Sultan saat ditemui wartawan di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Kamis (28/5/2020).
Selain itu, Ngarsa Dalem menyarankan para pesepeda yang mengenakan masker saat bersepeda agar tidak gowes dengan rute yang terlampau jauh. Mengingat bersepeda dengan rute yang sangat jauh sejatinya tidak diperkenankan menggunakan masker karena mengurangi asupan oksigen.
"Tapi kalau kira-kira pakai sepeda berolahraga jarak yang ditempuh jauh, tidak sekadar pamer diMalioboro ya hati-hati kalau pakai masker. Karena kita pakai masker itu mengurangi oksigen yang masuk di otak kita," ujarnya.
Kalau pakai sepeda, berolahraga muter 20-30 kilometer hati-hati pakai masker, jangan pakai masker terus menerus nanti pingsan, bisa bye-bye.
Sri Sultan HB X - Gubernur DIY
Karena itu, Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menyarankan para pesepeda yang mengenakan masker untuk mengambil rute yang tidak terlalu jauh.
"Jadi kalau pakai sepeda, berolahraga muter 20-30 kilometer hati-hati pakai masker, jangan pakai masker terus menerus nanti pingsan, bisa bye-bye. Saya hanya pesan itu, jangan dianggap enteng pakai masker berkeliling (sepeda)," kata Sultan.
Dokter Sarankan Pria Jangan Tidur Pakai Celana Dalam, Ini Alasannya
Bagi sebagian pria, tidur pakai celana dalam mungkin adalah hal yang biasa. Tetapi, tahukah kamu kalau tidur tanpa celana dalam itu lebih bermanfaat bagi kesehatan?
Menurut Direktur Institute for Men's Health di Jersey Urology Group, Dr Brian Steixner, mengenakan celana dalam saat tidur bisa menyebabkan masalah kesuburan pada pria.
Steixner menjelaskan, saat mengenakan celana dalam, suhu di selangkangan akan menjadi lebih hangat. Ini dapat mempengaruhi kualitas sperma yang sensitif terhadap suhu.
Selain itu, tidur pakai celana dalam juga berisiko memicu bakteri mudah berkembang biak. Alasannya, karena selama tidur area selangkangan bisa jadi lebih lembab dari keringat.
"Suhu di daerah bawah (selangkangan) haruslah tepat agar produksi sperma menjadi optimal," kata Steixner seperti dikutip dari The Sun pada Kamis (11/6/2020).
"Banyaknya bakteri yang tumbuh bisa membuat kulit menjadi lecet atau iritasi, sehingga berisiko terjadinya infeksi," tuturnya.
Mengenal Tes Serologi COVID-19 Berbasis Lab, Sensitivitas Diklaim 100 Persen
Tes serologi virus Corona COVID-19 diklaim memiliki sensitivitas deteksi hingga 100 persen. Sebenarnya seperti apa sih tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab?
Tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab adalah tes untuk mendeteksi antibodi baik Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap SARS-CoV-2 dalam darah. Cara mendeteksinya dilakukan dengan mengambil darah pasien dan dimasukkan ke tabung darah untuk diproses di laboratorium.
Hasil dari tes serologi ini bisa reaktif dan non reaktif. Kalau hasilnya reaktif kemungkinan tubuh kamu mengandung antibodi SARS-CoV-2. Antibodi reaktif tidak selalu diartikan virus sedang aktif dalam tubuh. Antibodi juga bisa terdeteksi karena adanya infeksi yang terjadi di masa lampau.
Jika dinyatakan reaktif, kamu perlu melakukan isolasi diri sebelum melanjutkan tes PCR untuk memastikan positif atau negatif Corona karena tes antibodi bukan diagnosis pasti. Lain halnya jika kamu dinyatakan non reaktif, kemungkinan besar tubuh kamu belum memiliki antibodi saat ini. Namun hasil antibodi SARS-CoV-2 non reaktif bukan berarti bahwa tubuh tidak terinfeksi virus Corona COVID-19.
Disarankan untuk sebaiknya menjalani tes antibodi ulang dalam waktu 7-10 hari agar memastikan apakah kamu benar-benar terinfeksi Corona atau tidak. "Konsultasi dengan dokter untuk melihat faktor risiko lain. Tetap lakukan physical distancing (jaga jarak), terapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, cuci tangan, serta gunakan masker jika keluar rumah," demikian dikutip dari rilis Siloam Hospitals, Rabu (10/6/2020).
https://nonton08.com/cast/radhouane-el-meddeb/
Komentar
Posting Komentar