Suka Duka Liza Natalia Buka Kelas Online Zumba di Tengah Pandemi Corona

Berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, membuat segala aktivitas di luar rumah menjadi berkurang. Tentu hal ini juga berdampak pada kegiatan olahraga di luar ruangan seperti kelas zumba.
Namun sebagian instruktur zumba termasuk Liza Natalia membuka kelas online agar membernya masih bisa olahraga meski hanya di rumah saja. Tapi bagaimana ya tantangan yang dihadapi Liza saat membuka kelas online?

Ia mengatakan ada suka duka yang didapat, atmosfer yang dirasakan pasti akan berbeda juga dari yang awal kelas offline ke kelas online.

"Ada suka dan duka. Dukanya kita biasanya merasakan atmosfernya penuh dengan member dan langsung tau bagaimana manfaat nya di dalam ruangan. Apakah mereka having fun, dan suasana meriah," Ujar Liza kepada detikcom, Sabtu (11/4/2020).

Ia mengatakan, yang menjadi tugas paling penting dalam melakukan virtual zumba yakni membangkitkan semangat member meski ia melakukan zumba sendirian di rumah.

"Kalo ini kan kita harus memotivasi mereka lewat virtual, nah ini menjadi PR kita harus berusaha membangkitkan semangatnya, walaupun mereka sendirian melakukan itu," tambahnya.

Meski demikian, hal ini bertujuan untuk menambah semangat member agar tidak merasa bosan dan stres. Mengajak untuk bergerak dan tidak hanya duduk diam di rumah saja.

"Biar tidak boring, stres, dan bosan. Kita bisa membangkitkan semangatnya, ayo kita bergerak, jangan didiemin dan merubah suasana tidak menyenangkan menjadi semangat. Itu tantangan paling besar," tutupnya.

Virus Corona Disebut Bermutasi Jadi 3 Tipe, Wabah di AS Dipicu Tipe Awal

 Peneliti dari Universitas Cambridge menemukan tiga jenis virus Corona COVID-19 yang berbeda namun saling berkaitan erat. Ketiganya dibagi dengan tipe A, B dan C.
Mengutip Daily Mail, analisis strain yang menunjukkan tipe A adalah virus yang menular ke manusia dari kelelawar melalui trenggiling. Namun tipe ini malah bukan menjadi kasus yang paling umum ditemukan di China.

Disebutnya, tipe B malah menjadi penyebab pandemi Corona di China yang disebut mulai merebak pada malam Natal. Hasil penelitian menunjukkan tipe A ini lebih banyak ditemukan di Australia dan Amerika Serikat yang sudah mencatat lebih dari 400 ribu kasus virus Corona COVID-19.

"Sebagian besar kasus di Wuhan adalah tipe B sedangkan tipe C yang diturunkan kemudian muncul dan menyebar pada awalnya melalui Singapura," ungkap Dr Peter Forster, salah satu peneliti.

Dua pertiga sampel Amerika adalah tipe A, tetapi sebagian pasien yang terinfeksi berasal dari Pantai Barat bukan dari New York. Sementara itu, Dr Peter Forster dan timnya menemukan kasus di Inggris didominasi oleh tipe B, dengan tiga perempat sampel pengujian strain. Swiss, Jerman, Prancis, Belgia, dan Belanda pun didominasi oleh tipe B.

Jenis lainnya yaitu tipe C, turun dari tipe B dan menyebar ke Eropa melalui Singapura. Para ilmuwan meyakini virus yang secara resmi disebut SARS-CoV-2 terus bermutasi untuk mengatasi resistensi sistem kekebalan pada populasi yang berbeda.

Komentar

Postingan Populer