Waduh! Makin Banyak Anak Muda Usia 20-an Kena Penyakit Jantung, Kok Bisa?

  Jika dulu penyakit jantung seringkali disebut kondisi yang hanya diidap orang tua atau mereka yang berusia 50 tahun ke atas, saat ini banyak kalangan muda pun yang berisiko mengembangkan penyakit mematikan ini.

"Jadi sekarang makin ke yang muda, menyerang anak muda banyak sekali. Terakhir pasien saya serangan jantung 22 tahun pasang ring dua, itu kan usia masih belia sekali," kata spesialis jantung dari RS Harapan Kita, dr Isman Firdaus, SpJP(K) dalam bincang bersama Radio Kesehatan, Rabu (17/3/2021).


Jarang olahraga dan mengurangi aktivitas fisik berpengaruh besar pada risiko terkena penyakit jantung. Banyak anak muda yang terkena penyakit jantung juga karena pola hidup tidak sehat, salah satunya sering mengonsumsi fast food.


Fast food atau makanan cepat saji berkontribusi pada peningkatan risiko hipertensi. Kadar kolesterol tinggi bisa menyumbat pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke jantung.


"Memang sekarang penyakit jantung (pengidapnya) makin muda. Ada beberapa alasan ya misal dia sudah ada kencing manis, kolesterol, hipertensi, merokok, dan ada riwayat keluarga," jelasnya.

https://nonton08.com/movies/jack-5/


Viral Mahasiswi Kena Piriformis Syndrome akibat Kelamaan Duduk Kuliah Online


Baru-baru ini, seorang perempuan bernama lengkap Waode Nur Anisa (20) viral karena kisahnya mengidap piriformis syndrome. Mahasiswi kedokteran gigi di salah satu universitas di Makassar ini mengaku duduk terlalu lama selama kuliah dalam jaringan (daring).

Pada video yang diunggahnya, Nur Anisa mengisahkan awal mula dirinya terkena piriformis syndrome. Bermula dari kegiatan kuliah online yang mengharuskannya duduk hingga 15 jam sehari, lama-kelamaan tulangnya bermasalah.


"Pada sekitar bulan Juni saya sudah merasakan agak sakit pada saat duduk. Pertama rasa sakitnya itu muncul di bawah lutut, lama kelamaan saya merasa sakit pada saat saya duduk di bagian bokong," kata Anisa saat dihubungi detikcom, Selasa (16/3/2021).


Sebelum mengikuti kuliah daring, Anisa mengaku tidak memiliki keluhan tersebut karena dirinya tidak banyak menhabiskan waktu dengan posisi duduk seperti sekarang.


Tetapi setelah pandemi COVID-19 dan kuliah diadakan secara daring, Anisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan posisi duduk untuk melaksanakan perkuliahan dan belajar.


Saat rasa sakitnya tidak tertahankan lagi dan mengganggu aktivitasnya, Anisa mendatangi dokter ortopedi dan melakukan rontgen tetapi tidak ditemukan kejelasan dari rasa sakitnya tersebut.


"Diperiksa sama dokter tulang gak ada masalah sama sekali, normal pemeriksaannya, tidak ada rasa sakit, itu dokter tulang sampai bingung," kata Anisa.


Setelah tidak mendapatkan kejelasan Anisa akhirnya Anisa mendatangi dokter rehabilitasi medis. Dari pemeriksaan itu Anisa didiagnosis mengalami piriformis syndome yaitu, kondisi nyeri yang berkembang karena iritasi atau kompresi saraf skatik di dekat otot piriformis.


Meski dengan keadaannya yang mengalami pirformis syndrome, dirinya tetap perlu melanjutkan kegiatan perkuliahan daringnya yang menuntut untuk duduk dalam posisi yang lama.


"Mulai dirasakan tegangnya itu seperti tertarik gitu otot-ototnya, kalau sudah tertarik seperti itu, dokter sarankan dilakukan peregangan, kompres air hangat," kata Anisa mengatasi rasa sakitnya saat menjalani kuliah daring.


Lewat media sosialnya, Anisa bercerita tentang apa yang dialaminya. Terhitung pada Selasa (16/3/2021) video yang diunggahnya tersebut disukai oleh lebih dari 113 ribu orang.


Video tersebut juga dikomentari oleh 1.850 orang. Di sana, Anisa juga menemukan beberapa orang lainnya yang menderita piriformis syndome seperti dirinya.

https://nonton08.com/movies/jack-4/

Komentar

Postingan Populer