Viral Mahasiswi Kena Piriformis Syndrome akibat Kelamaan Duduk Kuliah Online

 Baru-baru ini, seorang perempuan bernama lengkap Waode Nur Anisa (20) viral karena kisahnya mengidap piriformis syndrome. Mahasiswi kedokteran gigi di salah satu universitas di Makassar ini mengaku duduk terlalu lama selama kuliah dalam jaringan (daring).

Pada video yang diunggahnya, Nur Anisa mengisahkan awal mula dirinya terkena piriformis syndrome. Bermula dari kegiatan kuliah online yang mengharuskannya duduk hingga 15 jam sehari, lama-kelamaan tulangnya bermasalah.


"Pada sekitar bulan Juni saya sudah merasakan agak sakit pada saat duduk. Pertama rasa sakitnya itu muncul di bawah lutut, lama kelamaan saya merasa sakit pada saat saya duduk di bagian bokong," kata Anisa saat dihubungi detikcom, Selasa (16/3/2021).


Sebelum mengikuti kuliah daring, Anisa mengaku tidak memiliki keluhan tersebut karena dirinya tidak banyak menhabiskan waktu dengan posisi duduk seperti sekarang.


Tetapi setelah pandemi COVID-19 dan kuliah diadakan secara daring, Anisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan posisi duduk untuk melaksanakan perkuliahan dan belajar.


Saat rasa sakitnya tidak tertahankan lagi dan mengganggu aktivitasnya, Anisa mendatangi dokter ortopedi dan melakukan rontgen tetapi tidak ditemukan kejelasan dari rasa sakitnya tersebut.


"Diperiksa sama dokter tulang gak ada masalah sama sekali, normal pemeriksaannya, tidak ada rasa sakit, itu dokter tulang sampai bingung," kata Anisa.


Setelah tidak mendapatkan kejelasan Anisa akhirnya Anisa mendatangi dokter rehabilitasi medis. Dari pemeriksaan itu Anisa didiagnosis mengalami piriformis syndome yaitu, kondisi nyeri yang berkembang karena iritasi atau kompresi saraf skatik di dekat otot piriformis.


Meski dengan keadaannya yang mengalami pirformis syndrome, dirinya tetap perlu melanjutkan kegiatan perkuliahan daringnya yang menuntut untuk duduk dalam posisi yang lama.


"Mulai dirasakan tegangnya itu seperti tertarik gitu otot-ototnya, kalau sudah tertarik seperti itu, dokter sarankan dilakukan peregangan, kompres air hangat," kata Anisa mengatasi rasa sakitnya saat menjalani kuliah daring.


Lewat media sosialnya, Anisa bercerita tentang apa yang dialaminya. Terhitung pada Selasa (16/3/2021) video yang diunggahnya tersebut disukai oleh lebih dari 113 ribu orang.


Video tersebut juga dikomentari oleh 1.850 orang. Di sana, Anisa juga menemukan beberapa orang lainnya yang menderita piriformis syndome seperti dirinya.

https://nonton08.com/movies/the-lawyers-pokrol-bambu/


Apa yang Terjadi Saat Filler Masuk Payudara? Ini Penjelasannya


Model Monica Indah menceritakan pengalamannya mengalami infeksi payudara karena suntik filler abal-abal. Payudaranya membengkak, pecah mengeluarkan nanah, hingga akhirnya harus dioperasi.

"Setelah dia pecah masih keluar banyak nanah pokoknya, setelah itu bolongnya makin lama makin gede yang bekas infeksi yang memerah itu pecah. Itu kemudian saya dioperasi di RS di Semarang," ungkap Monica Indah pada detikcom, Senin (17/3/2021).


Sebenarnya apa itu filler?


Dikutip dari Medical News Today, filler adalah sebutan bagi senyawa cairan yang disuntikkan pada area di bawah kulit untuk menambah volume sehingga memberi kesan tampak berisi. Senyawa yang biasa digunakan mulai dari calcium hydroxylapatite, hyaluronic acid, polyalkylimide, polylactic acid, dan polymethyl-methacrylate microspheres (PMMA).


Ahli bedah payudara dr Harjit Kaur dari Prince Court Medical Centre menjelaskan bahwa penyuntikan filler pada payudara tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan ketrampilan khusus sehingga filler bisa dengan tepat mengisi fascia (selaput otot) tanpa mengenai jaringan payudara.


"Perlu ketrampilan dan panduan dari ultrasound agar dapat menyuntikkan filler ke area yang tepat, nah ini yang seringkali tidak dilakukan," kata dr Harjit seperti dikutip dari The Star.


Seiring berjalannya waktu filler tersebut dapat membentuk granuloma atau benjolan yang terasa nyeri. Ini kemudian dapat berujung pada infeksi yang membuat payudara bengkak karena terisi oleh nanah.


"Ketika perempuan-perempuan ini datang untuk memeriksakan payudaranya, seluruh tekstur dan struktur payudara mereka sudah kacau oleh filler. Spesialis bedah akan bingung membedakan mana jaringan alami, mana yang filler," lanjutnya.


dr Harjit menyebut sulit untuk membuang filler sepenuhnya. Ini berarti bila sudah terjadi infeksi, maka ada kemungkinan kembalinya terbentuk nanah yang harus 'dikuras' secara rutin. Bentuk payudara pada akhirnya akan semakin mengalami distorsi.


"Ada banyak wanita yang beruntung tidak mengalami kendala saat menyuntikkan filler ke payudaranya. Biasanya mereka ini yang kemudian merekomendasikan hal yang sama pada wanita lain. Tapi, Anda harus tahu bahwa Anda mungkin saja jadi yang tidak beruntung dan mengalami dampak buruk prosedur ini," pungkas dr Harjit.

https://nonton08.com/movies/my-boy-jack/

Komentar

Postingan Populer