Selain Varian Corona B117, IDI Waspadai Juga Mutasi N439K dari Inggris

  Indonesia telah mengumumkan temuan kasus varian COVID-19 B117 dari Inggris. Setidaknya sudah ada enam kasus COVID-19 B117 yang terkonfirmasi dengan tiga di antaranya ditemukan di DKI Jakarta, satu di Kalimantan Utara, satu di Sumatera Utara, dan satu di Sumatera Selatan.

Temuan varian B117 jadi perhatian karena disebut dalam studi bersifat lebih mudah menular. Varian B117 diklaim sebagai salah satu penyebab kembalinya gelombang kasus COVID-19 di Eropa beberapa waktu lalu.


Terkait hal tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mewaspadai varian baru COVID-19 lainnya yang mengandung mutasi N439K. Varian ini dijelaskan bisa lebih 'pintar' dalam menghadapi antibodi dan kini sudah menyebar di 30 negara.


"Belum lama ini pemerintah mengumumkan varian B117 dan di dunia telah terdapat varian baru lagi yang berkembang ditemukan di Inggris yakni N439K," tulis Pengurus Besar IDI dalam keterangan pers yang diterima detikcom pada Rabu (10/3/2021).


"Varian N439K ini yang sudah lebih di 30 negara ternyata lebih 'smart' dari varian sebelumnya, karena ikatan terhadap reseptor ACE2 di sel manusia lebih kuat dan tidak dikenali oleh poluclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pernah terinfeksi," lanjut paparan IDI.


Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng M Faqih, menjelaskan bahwa saat ini COVID-19 sudah menyebar luas di hampir seluruh daerah Indonesia. Apa yang kini bisa dilakukan adalah menekan angka kematian dengan menargetkan kelompok berisiko.


Caranya dengan memastikan mereka yang memiliki komorbid atau kondisi penyerta bisa melakukan kontrol kesehatan rutin, memastikan masyarakat memakai masker yang benar dan berkualitas (medical grade), dan udara di dalam ruangan bisa selalu dibersihkan.


"Kalau mau mendorong menyeimbangkan dengan perekonomian yang baik, tetap beraktivitas adaptasi kebiasaan yang baru, Tiga ini harus dipastikan jalan dulu," ungkap dr Daeng.

https://nonton08.com/movies/mars-met-venus-part-cowo/


5 Kemungkinan Penyebab Hipospadia, Kondisi yang Dialami Aprilia Manganang


Eks atlet voli wanita Serda Aprilia Manganang mengidap hipospadia. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menegaskan hipospadia berbeda dengan transgender dan interseks.

"Sersan Manganang ini bukan transgender, bukan juga interseks. Tidak masuk dalam kategori itu semua. Saya tahu definisinya dan tim dokter pun tahu semua definisinya. Karena memang kelainan yang dialami adalah hipospadia. Jadi selalu kembalikan ke situ," jelas Jenderal Andika di Mabes AD, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).


Apa sih penyebab kondisi hipospadia bisa terjadi?

Kepala Departemen Urologi RSCM Dr dr Irfan Wahyudi, SpU(K) menyebut penyebab terjadinya hipospadia akibat pembentukan genitalia pria di masa dalam kandungan, khususnya pada trimester 1 dan 2.


Selain itu, dr Irfan menambahkan banyak faktor yang terlibat seperti kromosom seks, organ genitalia, hormon, dan reseptornya.


"Gangguan di salah satu atau lebih dari faktor yg terlibat tersebut akan berakibat gangguan dalam perkembangan genitalia anak," jelas dr Irfan, saat dihubungi detikcom, Rabu (10/3/2021).


Sebagai informasi, peran utama penis adalah membawa urine dan sperma keluar dari tubuh. Uretra merupakan saluran yang membawa urine dan sperma melalui penis ke luar.


Sedangkan lubang tempat keluarnya urine dan sperma disebut dengan meatus. Keduanya lebih mudah ketika meatus berada di ujung kepala penis atau glans penis.


Klik halaman selanjutnya untuk mengetahui kemungkinan penyebab hipospadia lainnya.

https://nonton08.com/movies/me-vs-mami/

Komentar

Postingan Populer