Reaksi Netizen Indonesia Pada Surat Terbuka Soal Dewa Kipas

  Grand master catur Irene Kharisma Sukandar memberikan surat terbuka pada Deddy Corbuzier terkait adu catur Dewa Kipas. Bagaimana reaksi publik?

Ada babak baru dari duel catur online Dadang Subur alias Dewa Kipas dan Levy Rozman alias GothamChess. Usai temu media virtual oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) pada Jumat (12/3) membahas anomali pada permainan Dewa Kipas, giliran Dedy Corbuzier menampilkan Dewa Kipas di YouTube.


Episode terbaru Deddy Corbuzier ini disambut surat terbuka oleh Grand master catur Irene Kharisma Sukandar yang dipasang di akun Twitternya. Pada intinya, Irena meminta Deddy mestinya ikut meluruskan polemik Dewa Kipas ini.

Tweet Irene dipantau detikINET, Senin (15/3/2021) sudah mendapatkan 2.312 retweet dan 9.577 like. Banyak yang menilai Deddy kurang memahami konteks pertandingan catur online. Ada pihak yang setuju dengan Irene, pola permainan Dewa Kipas mengandung anomali.


"Gerakan Dewa Kipas yang dari 50% (pemain biasa) jadi 93% (grandmaster) dalam 8 hari, itu aja nggak wajar," kata @alkan***.


"Akurasi 93% tuh hampir ga mungkin, Magnus Carslen aja nggak sampe segitu," kata @alfia***.


"Irene pantas gundah. Deddy yang nggak paham teknis, malah makin bikin keruh. Deddy juga nggak menyentuh grafik Dewa Kipas yang abnormal," kata @ainur***.


Ada juga netizen yang tampaknya paham inti masalahnya. Anomali ini disebabkan karena Dewa Kipas kerap berlatih dengan bot engine.


"Dibilang cheat mungkin cheat, dibilang nggak cheat mungkin nggak cheat. Karena beberapa langkah si Dewa Kipas ini katanya hasil dari adopsi atau secara halus mempelajari langkah bot engine," kata @kusd***.


Menurut netizen, solusinya Dewa Kipas diajak tanding langsung untuk menguji apakah curang atau jujur.


"Dewa Kipas kalau diajak main langsung juga bakal ketauan sebenernya dia cheating atau nggak pas main online," kata @alf***.


Sebelumnya dalam diskusi virtual yang diadakan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) pada Jumat (12/3), telah dibahas anomali pada permainan Dewa Kipas. Pengamat catur dan pakar IT, Heri Darmanto mengatakan ada perubahan grafik permainan Dewa Kipas yang tadinya normal naik turun, menjadi selalu di puncak sejak 22 Februari sampai akhirnya di-banned. Akurasi Dewa Kipas sejak 22 Februari selalu di atas 90%, yang dinilai para member Chess.com sebagai indikasi kecurangan.


Ketika dikonfirmasi detikINET, Ali Akbar sebagai putra Dewa Kipas yang nama aslinya Dadang Subur, membantah ayahnya berbuat curang. Ayahnya adalah pemain catur sejak muda.


"Bapak saya itu pemain yang dulunya sering ikut turnamen. Beliau juga sempat menjadi salah satu anggota Percasi dan menjuarai banyak turnamen. Salah satunya mendapat peringkat satu di kejuaraan catur ke-37 kota Singkawang pada 2005," ujar Ali, Rabu (3/3).

https://cinemamovie28.com/movies/everything-is-forever/


Ikuti China, Oman Blokir Clubhouse


Negara Timur Tengah, Oman telah memblokir aplikasi audio Clubhouse karena tidak memiliki izin dari pemerintah untuk beroperasi di negara tersebut. Pemblokiran ini pun dipandang banyak aktivis sebagai cara pemerintah untuk membungkam kebebasan masyarakat dalam mengekspresikan pendapat.

Melansir dari Engadget, Senin (15/3/2021) menurut laporan dari situs berita WAF Otoritas Pengaturan Telekomunikasi Oman mengatakan bahwa sebuah aplikasi komunikasi yang beroperasi di Oman haru mendapatkan izin dari otoritas tersebut.


"Melarang penggunaan beberapa aplikasi VoIP terenkripsi tanpa lisensi resmi." tulis laporan dari WAF.


Asosiasi Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa pemerintahan Oman mencontoh pemerintahan otoriter China sebagai panutan dan melarang aplikasi Clubhouse yang dipakai masyarakat untuk mengekspresikan pendapat mereka secara bebas tanpa sensor dari pemerintah.


Melansir dari Reuters, China telah memblokir akses Clubhouse pada bulan Februari lalu. Clubhouse sendiri pertama kali diluncurkan pada awal 2020.


Aplikasi yang berbasis di San Fransisco, AS ini mengalami peningkatan jumlah pengguna setelah CEO Tesla Elon Musk dan CEO Robinhood Vlad Tenev mengadakan diskusi di Clubhouse.


Clubhouse juga populer di negara-negara Arab di mana medianya dikontrol langsung oleh pemerintah dan komentator-komentator berisiko dipenjara karena penyampaiannya yang dinilai kritis.


Clubhouse yang saat ini hanya tersedia di iOS juga tengah menghadapi kritikan di berbagai tempat karena adanya laporan misogini, anti-semitisme, dan misinformasi terkait COVID-19 yang berada di platformnya.


Dijelaskan juga bahwa Clubhouse memiliki kebijakan dan aturan yang melarang rasisme, ujaran kebencian, pelecehan dan informasi palsu.


Aplikasi tersebut mengatakan saat ini sedang berinvestasi untuk mengembangkan sebuah alat yang dapat mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan. Dan juga fitur lain di mana moderator dapat menetapkan aturan untuk room obrolan mereka, untuk memoderasi sebuah percakapan.

https://cinemamovie28.com/movies/forever-in-hiatus/


Komentar

Postingan Populer