Pembuat Game Ini Cuma 5 Orang, dan Pemasukannya Tembus Rp 1,4 Triliun

  - Valheim masih menjadi game yang sensasional di Steam, yang dalam catatan terbarunya, sudah terjual 5 juta kopi dengan pemasukan mencapai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Valheim dibuat oleh developer game indie Iron Gate Studio, pembuatnya adalah sebuah tim yang hanya beranggotakan lima orang. Ya, lima orang untuk membuat satu game, yang kemudian dijual seharga USD 19,99 per kopi.


Iron Gate pertama merilis Valheim lewat Early Access di Steam pada Februari, di mana game ini langsung melesat ke daftar lima besar game paling banyak dimainkan, dengan lebih dari 500 ribu concurrent player pada Februari lalu.


Saat ini Valheim berada di posisi ke-4 di Steam, di bawah CS:GO, Dota 2, dan PlayerUnknown's Battlegrounds, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (5/3/2021).


Valheim mungkin layak dibandingkan dengan PUBG, yang memegang rekor jumlah concurrent player tertinggi di Steam, yaitu lebih dari 3,2 juta orang. Pasalnya PUBG memang adalah game battle royale di mana 100 orang bisa bertempur sekaligus dalam satu pertandingan.


Begitu juga dengan Valheim, yang menggabungkan gameplay simulasi crafting dan survival, seperti dari Minecraft dan Rust, yang sukses menarik minat para gamer.


"Valheim terus menarik pemain, dengan lebih dari 115 ribu ulasan positif di Steam," tulis Iron Gate dan publisher game Coffee Stain Publishing dalam keterangannya.


"Game ini juga terus naik peringkat dalam 250 game paling banyak diulas sepanjang masa di platform tersebut, kini ada di peringkat ke-39. DI Twitch, Valheim juga bisa jumlah penonton yang stabil, dan penggemar kini menghabiskan lebih dari 35 jam menonton gameplay Valheim, dengan lebih dari 16.266 tahun waktu bermain," tambahnya.

https://trimay98.com/movies/our-way-back/


iPhone Meledak, Apple Kena Tuntut Ganti Rugi


Seorang pria asal Australia dirawat di rumah sakit karena luka bakar setelah iPhone X miliknya yang tiba-tiba meledak di kantung celana. Dia pun menuntut ganti rugi dari Apple.

Kejadian ini terjadi pada tahun 2019, sang korban adalah seorang ilmuwan bernama Robert De Rosse. Dia mengalami luka bakar tingkat dua diakibatkan iPhone X milikinya yang meledak saat dirinya tengah bekerja.


"Saya mendengar suara letupan yang samar-samar diikuti dengan desis dan kemudian saya merasakan sakit yang hebat di kaki kanan saya. Dan saya menyadari bahwa itu berasal dari ponsel saya," katanya dilansir dari 7News.


"Saya melihat abu bekas terbakar di mana-mana, dan kulit saya terkelupas," lanjutnya.


De Rose mengklaim ia sudah menghubungi Apple untuk melaporkan kasus tersebut. Namun sayangnya mereka tidak pernah memberikan tanggapan. Ia pun kini berencana untuk mengambil tindakan hukum dan mencari kompensasi.


Tony Carbone dari Carbone Lawyers yang menangani kasus De Rose mengaku punya nasib yang mirip. Pergelangan tangannya terbakar gegara Apple Watch terlalu panas saat digunakan.


Kedua tuntutan hukum tersebut telah diajukan ke pengadilan wilayah.


Seorang juru bicara Apple mengatakan di mana perusahaan telah menganggap serius keselamatan penggunannya dengan sangat serius dan sedang menyelediki kedua keluhan tersebut.


Untuk diketahui semua smartphone berpotensi memiliki resiko terbakar karena penggunaan baterai lithium-ion. Masalah seperti panas berlebih, kebocoran atau penetrasi sel baterai dapat menyebabkan kebakaran.


Menempatkan ponsel di saku juga dapat membuat bodi smartphone bengkok saat diduduki sehingga meningkatkan resiko baterai rusak.

https://trimay98.com/movies/way-back-home-3/

Komentar