Pemakaian Hormon Saat Hamil Tingkatkan Risiko Hipospadia? Ini Kata Dokter

 Baru-baru ini atlet bola voli wanita, Serda Aprilia Manganang, dinyatakan sebagai pria usai menjalani sejumlah pemeriksaan. Ia diketahui mengidap kondisi hipospadia, yakni kelainan bawaan sejak lahir yang ditandai dengan lubang urethra berada di bagian bawah penis.

The Center of Disesase Control and Prevention (CDC) menyebut, salah satu faktor yang meningkatkan risiko hipospadia pada bayi laki-laki adalah penggunaan hormon tertentu sebelum dan selama kehamilan.


Terkait hal tersebut, dr Shanty Olivia Jasirwan, SpOG-KFER, seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi dan reproduksi di Rumah Sakit Pondok Indah, mengatakan bahwa jenis program kehamilan yang dipilih oleh pasangan tidak memiliki pengaruh apapun terhadap janin.


Hal tersebut disampaikannya dalam acara Virtual Small Group Media Discussion pada Rabu (10/3/2021). Dokter Olivia mengatakan program kehamilan yang ada saat ini sudah terbukti tidak berpengaruh terhadap kandungan dan bukan salah satu faktor risiko terjadinya kecacatan atau kelainan pada janin.


"Jadi, memang treatment kehamilan ini sudah terbukti tidak mempengaruhi (hipospadia). Treatment kehamilan ini tidak mempengaruhi kecacatan pada janin, ya. Jadi, memang cukup aman," kata dr Olivia.


Disebutkan oleh dokter Olivia, jika memang terdapat laporan bahwa program kehamilan tertentu dapat menyebabkan kecacatan pada janin, maka program tersebut tentunya tidak akan ada hingga saat ini. Pasalnya, program kehamilan pada pasangan dilakukan sebelum terjadinya kehamilan.


"Kalau misalnya memang ada laporan-laporan seperti ini (kecacatan), tentunya kan tidak akan dipergunakan lagi sampai saat ini. Tentunya obat-obatan ini akan ditarik. Dan ini obat-obatan ini kan tujuannya untuk sebelum terjadinya kehamilan. Jadi, diberikannya kan sebelum kehamilan, tidak ada hubungannya," jelasnya lagi.

https://nonton08.com/movies/my-love-my-bride/


IDI Sebut 3 Syarat Bila Otoritas Ingin Mulai Longgarkan PPKM


Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah mulai melonggar. Sebagai contoh di DKI Jakarta tempat rekreasi mulai dibuka, sementara di Bali jam operasional pelaku usaha restoran, warung, mal, dan sejenisnya kini bisa sampai jam 10 malam.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng M Faqih, menjelaskan bahwa saat ini COVID-19 sudah menyebar luas di hampir seluruh daerah Indonesia. Apa yang kini bisa dilakukan adalah menekan angka kematian dengan menargetkan kelompok berisiko.


"Harus ada strategi menjaga kesehatan sebaik mungkin pada penyandang komorbid. Karena berisiko komorbid ini kalau tidak kontrol, daya tahan tubuh tidak bagus, kalau dia sakit akan gampang perburukan," kata dr Daeng dalam konferensi pers refleksi satu tahun pandemi COVID-19 PB IDI, Rabu (10/3/2021).


dr Daeng juga menyebut pemerintah atau instansi terkait harus memastikan juga sudah siap dengan langkah protokol kesehatan ekstra sebelum dilakukan pelonggaran. Protokol yang dimaksud adalah memastikan bahwa warga benar-benar memakai masker dengan baik dan udara di dalam ruangan dibersihkan secara rutin.


Upaya memastikan kebersihan udara ini penting dilakukan sebelum membuka kembali sekolah, mal, kantor, atau tempat-tempat lain yang banyak orang beraktivitas di ruangan tertutup.


"Harus punya komitmen itu. Menyediakan pembersih udara di tempat itu karena kalau tidak selamanya kita berisiko menghirup aerosol yang mengandung virus," kata dr Daeng.


"Kalau mau mendorong menyeimbangkan dengan perekonomian yang baik, tetap beraktivitas adaptasi kebiasaan yang baru, Tiga ini harus dipastikan jalan dulu," pungkasnya.

https://nonton08.com/movies/operation-chromite/

Komentar

Postingan Populer