Pastikan Kebutuhan Vitamin D3 Terpenuhi untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

 Memasuki satu tahun sejak kasus pertama COVID-19 ditemukan di Indonesia (di Kota Depok, Jawa Barat), hingga kini telah memasuki angka lebih dari 1,4 juta kasus terkonfirmasi positif, seharusnya sudah cukup membuat kita lebih cerdas dalam upaya pencegahan terjangkit virus tersebut. Jika kita sampai terkonfirmasi positif COVID-19, seharusnya kita kini lebih memahami langkah penanganan apa saja yang harus dilakukan. Termasuk obat dan suplemen apa yang dapat kita asup untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima.

Setahun hidup bersama virus Corona membuat kita paham bahwa virus yang pertama ditemukan di Kota Wuhan, China tersebut menyerang paru-paru dan saluran pernapasan. Membaca banyak testimoni dari mereka yang pernah positif, kita pun sekarang paham bahwa selain vitamin C, ada vitamin lain yang tidak boleh dikesampingkan manfaatnya untuk daya tahan tubuh, yaitu vitamin D.


Tubuh Anda memang dapat memproduksi vitamin D dengan sendirinya, tapi ini hanya efektif apabila sinar Ultra Violet matahari mengenai kulit Anda secara langsung untuk membentuk vitamin D aktif yang disebut vitamin D3. Vitamin D3 inilah yang nantinya akan diserap oleh tubuh, agar lebih efektif meningkatkan kadar vitamin D dalam darah.

https://kamumovie28.com/movies/filosofi-kopi/


Apa Beda Vitamin D2 dan D3?


Ketika vitamin D yang berasal dari sinar matahari menembus epidermis kulit, maka pre-vitamin D3 pada lapisan tersebut diubah menjadi vitamin D3. Melalui darah, vitamin D3 tersebut akan dibawa ke organ hati melalui pembuluh darah untuk diproses, sebelum disebarkan ke bagian tubuh yang mempunyai reseptor vitamin D seperti otak, paratiroid, otot, hati, kulit, pankreas, jantung, usus, ginjal, tulang, juga termasuk sistem imun dan paru-paru.


Vitamin D3 tiga kali lebih kuat dari vitamin D2. Berbeda hal dengan vitamin D3 yang dapat langsung diserap tubuh, vitamin D2 harus diubah menjadi vitamin D3 lebih dulu. Sumber vitamin D2 dapat diperoleh dari tanaman atau jamur yang terkena sinar UV (misalnya jamur shitake). Sedangkan vitamin D3 dapat diperoleh dari ikan dan kuning telur.


Pada masa pandemi dibutuhkan asupan vitamin D yang cukup. Untuk mendapatkan manfaat vitamin D dari sinar matahari, berjemurlah di bawah sinar matahari ± 15 menit, antara pukul 09.30-10.30 WIB atau pukul 14.00-15.00 WIB, karena pada waktu tersebutlah sinar Ultra Violet B (UVB) mengandung vitamin D yang sangat banyak.


Fungsi dan Manfaat Vitamin D3 untuk Tubuh


Vitamin D3 merupakan salah satu mikronutrien yang diperlukan oleh tubuh terutama dalam menghadapi kondisi risiko tinggi terjadinya penyakit infeksi. Sebagai reminder bagi kita bersama, berikut ini hal-hal yang harus diketahui tentang fungsi dan manfaat vitamin D3:


- Meningkatkan sistem imunitas/daya tahan tubuh untuk membantu tubuh melawan infeksi sehingga mengurangi risiko terinfeksi.

- Mengatur kadar kalsium dan fosfor dalam darah untuk memelihara kesehatan tulang.

- Mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes (kadar vitamin D3 yang tidak cukup akan berdampak buruk pada produksi insulin dan toleransi glukosa).

- Membantu mencegah kanker.

- Membantu menurunkan berat badan.

- Mengurangi risiko depresi.


Terkait dengan masa pandemi yang sedang mendunia, berikut beberapa alasan mengapa Anda harus mengonsumsi MecoVit-D3 1000 IU di masa pandemi:


- Dosis 1.000 IU adalah dosis maintenance yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari untuk menjaga kadar vitamin D dalam darah tetap optimal.

- Kadar vitamin D yang rendah ditemukan pada penderita COVID-19.

- Vitamin D3 memiliki efek perlindungan terhadap infeksi saluran pernapasan yang menyerang penderita COVID-19.

- Vitamin D3 merupakan bentuk yang siap digunakan oleh tubuh dan kekuatannya 3 kali lebih kuat dari vitamin D2.

https://kamumovie28.com/movies/tendangan-dari-langit/

Komentar

Postingan Populer