Pakistan Blokir TikTok (Lagi) Gegara Konten Vulgar

 Pengadilan di Pakistan telah memblokir aplikasi media sosial TikTok karena dinilai memiliki konten cabul. Hal ini menjadi peristiwa kedua kalinya TikTok diblokir dalam waktu kurang dari enam bulan di negara tersebut.

Kepala Pengadilan Tinggi Peshawar, Qaiser Rashid Khan memutuskan pemblokiran selama sidang di mana sebelumnya sudah banyak petisi yang menentang platform video tersebut.


Khan menjelaskan beberapa video yang diunggah TikTok dianggap tidak dapat diterima oleh masyarakat Pakistan dan memerintahkan untuk regulator internet untuk memblokir layanan tersebut sampai TikTok dapat menerapkan kontrol konten yang dianggap dapat diterima oleh pengadilan.


Dilansir detikINET dari Al Jazeera, Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) akan mematuhi perintah dari pengadilan. Sebelumnya pada bulan Oktober, PTA telah memblokir TikTok atas tuduhan serupa dengan mengatakan bahwa platform tersebut telah gagal menyaring konten tidak bermoral dan tidak senonoh.


Sepuluh hari kemudian, mereka mencabut larangan tersebut dengan mengatakan pihak berwenang Pakistan telah diyakinkan oleh manajemen TikTok bahwa mereka akan memblokir semua akun yang berulangkali terlibat dalam menyebarkan kecabulan dan amoral


TikTok buatan ByteDance ini memungkinkan pengguna untuk berbagi video pendek satu sama lain. Menurut firma analitik Sensor Tower, TikTok menjadi sangat populer di Pakistan yang berpenduduk 220 juta orang dan di sana memiliki lebih dari 20 juta pengguna aktif bulanan.


Tiktok pun memberi tanggapan dan keberatan akan keputusan tersebut. Mereka beralasan telah memiliki pedoman untuk memantau konten-kontennya.


"TikTok dibangun di atas fondasi ekspresi kreatif, dengan perlindungan yang kuat untuk menjaga konten yang tidak pantas keluar dari platform," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.


"Di Pakistan kami telah mengembangkan tim moderasi bahasa lokal dan memiliki mekanisme untuk melaporkan dan menghapus konten yang melanggar pedoman komunitas kami. Kami berharap dapat terus melayani jutaan pengguna dan pembuat TikTok di Pakistan yang telah menemukan tempat untuk kreativitas dan kesenangan. " lanjutnya.

https://tendabiru21.net/movies/emma-5/


Mengkhawatirkan, Kelangkaan Chip Merembet ke Ponsel


Kelangkaan chip prosesor yang awalnya melanda industri otomotif kini dikabarkan merembet pula ke industri elektronik, yaitu smartphone dan gadget. Raksasa chip Qualcomm menurut sumber terkait mulai kesulitan memenuhi permintaan dari para vendor.

Kepada Reuters yang dikutip detikINET, Jumat (12/3/2021), sumber menyebutkan bahwa raksasa ponsel Samsung misalnya, telah mengalami kelangkaan pasokan prosesor smartphone buatan Qualcomm.


Disebutkan bahwa kelangkaan itu berimbas pada produksi model smartphone Samsung khususnya di kelas menengah dan bawah. Adapun kelangkaan Qualcomm Snapdragon 888, yang merupakan prosesor flagship juga terjadi namun belum diketahui seperti apa dampaknya.

Di pihak lain, eksekutif di manufaktur yang dikontrak oleh beberapa vendor smartphone besar turut membenarkan pada Reuters bahwa terjadi kelangkaan sebagian komponen dari Qualcomm.


Pada bulan lalu, Lu Weibing selaku Vice President Xiaomi sudah mengeluhkan berkurangnya pasokan chip. "Bukan lagi hanya kelangkaan akan tetapi sudah menjadi kelangkaan yang ekstrim," tulisnya di media sosial.


Qualcomm sendiri tidak mengelak terhadap permasalahan yang sedang terjadi. "Permintaan ke kami pada dasarnya masih lebih tinggi dari suplai," demikian pengakuan dari calon CEO Qualcomm, Cristiano Amon.


Persoalan semakin runyam karena terkait kabar kelangkaan chip, beberapa perusahaan malah melakukan panic buying demi mengamankan stok mereka. Hal tersebut membuat kenaikan harga dan membuat kapasitas produksi tidak mampu mengimbanginya.


Hal itu tidak terbatas pada chip buatan Qualcomm. Misalnya saja chip microcontroller dari STMicroelectronics yang awalnya dijual hanya USD 2 saat ini harganya telah jauh melonjak menjadi USD 14.

https://tendabiru21.net/movies/emma-4/

Komentar

Postingan Populer