Kakak 'Aprilia Manganang' Idap Hipospadia Serius, Apa Sih Bedanya?
Kakak 'Aprilia Manganang' juga mengidap hipospadia. Meski belum diketahui penyebab pastinya, salah satu penyebab hipospadia juga terjadi karena riwayat genetik.
Menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, kakak Serda Aprilia Santini Manganang yang kini berubah nama menjadi Aprilio Perkasa Manganang, Amasya Manganang, juga mengidap hipospadia.
Kondisi ini terungkap setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
"Hasilnya ternyata sangat mirip. Hasil pemeriksaan, Amasya tidak seberuntung kita, sakit juga. Kita sampaikan ke Amasya dan Amasya menjawab, 'Saya kalau bisa dibantu, saya ingin menjadi diri saya sebenarnya'. Kita putuskan, kita akan siapkan prosedur sama. Beliau juga serius masuk hipospadia serius," kata Andika.
Hipospadia serius
Menurut dokter spesialis urologi dr Rachmat Budi Santoso, hipospadia berat bahkan bisa membuat penis benar-benar tertutup hingga pria kerap dikira berjenis kelamin perempuan. Ada tiga jenis hipospadia yang sejauh ini ditemukan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
Subcronal: Lubang uretra berada di suatu tempat dekat kepala penis
Midshaft: Lubang uretra berada di sepanjang batang penis
Penoscrotal: Lubang uretra berada di tempat bertemunya penis dan skrotum.
Jika kondisi hipospadia serius tak tertangani, seseorang akan terus mengalami kesulitan saat buang air kecil bahkan berhubungan seksual. Selain riwayat genetik, seorang ibu yang berusia di atas 35 tahun dan obesitas juga berisiko tinggi melahirkan anak dengan kondisi hipospadia.
Begitu juga dengan penggunaan hormon tertentu, menurut CDC, sangat tinggi risikonya.
"Wanita yang mengonsumsi hormon tertentu sebelum atau selama kehamilan terbukti memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi denganhipospadia," sebut CDC.
https://kamumovie28.com/movies/consequences-of-young-pregnancy/
Selalu Bikin Galau Saat Diet, Lebih Sehat Minum Air Hangat atau Dingin?
Menanggapi simpang siur soal efek air hangat versus air dingin bagi tubuh, dokter gizi menegaskan bahwa tak ada perbedaan yang signifikan. Pasalnya, baik air hangat atau air dingin tidak bekerja mencerna dan meluruhkan lemak dalam sistem pencernaan.
Mengingat, baru-baru ini sebuah video lucu ala user Tiktok viral gara-gara eksperimennya gagal.
Niat mengedukasi tips diet soal beda efek minyak pada air hangat dan air dingin berujung jenaka, minyak di kedua gelas malah sama-sama mengambang.
"Sebenarnya air hangat maupun air dingin dalam jumlah kalori sama saja, nggak ada kalorinya alias nol kalori. Kalau info apakah benar (air hangat) mampu membantu tubuh mencerna lemak, nggak ya, itu hoaks," terang dokter spesialis gizi dr Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK pada detikcom, Kamis (18/3/2021).
Menurutnya, tidak ada masalah yang ditimbulkan dari kebiasaan minum air dingin maupun air hangat. Yang terpenting, konsumsi air putih mencukupi keperluan tubuh yakni 2 liter atau setara 8 gelas per hari.
"Jika orang lebih nyaman minum air hangat, tidak ada masalah. Kalau sudah terbiasa minum air dingin, tidak ada masalah," imbuhnya.
Ia pula menjelaskan, pilihan minum air hangat atau air dingin tidak ada pengaruhnya terhadap berat badan.
Apa pun pilihannya, minuman yang aman bagi tubuh adalah minuman yang tidak memberikan asupan gula berlebih bagi tubuh.
"Selama tidak ditambahkan gula, tidak ditambahkan sirup, atau tidak ditambahkan pemanis-pemanis lain di dalamnya," pungkas dr Diana.
Komentar
Posting Komentar