GothamChess Bicara Peluang Rematch dengan Dewa Kipas
Levy Rozman alias GothamChess berbicara panjang lebar di akun YouTube Deddy Corbuzier, salah satunya tentang kemungkinan tanding ulang alias rematch dengan Dewa Kipas. Apa katanya?
"Hal ini sudah dikatakan berkali-kali pertandingan ulang atau hal semacam itu, saya tahu Susanto, Grand Master Indonesia, sudah berusaha untuk mengkondisikan, tapi tidak pernah mencapai sepakat," sebut GothamChess kepada Deddy.
"Orang-orang pun menyuruh saya untuk melakukan pertandingan ulang secara online, namun jika kita melakukan pertandingan ulang, maka tidak bisa dilakukan di chess.com, karena Dewa Kipas tidak bisa log ini kembali, saya tidak tahu bagaimana caranya," tambahnya.
"Jadi kami harus bermain yang namanya fair play policy. Jadi anda menggunakan webcam, lalu ada kamera kedua di belakang untuk memperlihatkan pergerakan tangan Anda, dan Anda menampilkan tampilan layar Anda, perlu 3 hal itu," papar GothamChess lagi.
Itulah syarat yang menurutnya hal harus dilakukan. Sebab jika pertandingan digelar offline, dia tidak bisa terbang untuk menemui Dewa Kipas atau sebaliknya karena sedang ada pandemi. "Satu-satunya cara adalah anda harus menemukan orang yang setara, banyak kok pemain yang hebat (di Indonesia)," sarannya.
"(Grand Master) Irene pun lebih hebat dari saya, ada kok pemain Indonesia yang bisa diajak bertanding di papan atas langsung tapi saya bisa jamin ini tidak akan berakhir dengan baik, satu hal yang tidak saya inginkan, netizen berpindah pihak untuk diserang," kata GothamChess.
Ia menceritakan pengalamannya diserang netizen yang bahkan menyasar ibu dan keluarganya. Setelah tahu duduk perkaranya, sebagian netizen minta maaf dan gantian ingin menyerang Dewa Kipas. Tapi dia tak ingin hal itu terjadi. "Saya tidak mau itu, ini kesalahan,"
Deddy sendiri di akun Instagram-nya mengatakan Dewa Kipas mau untuk bertanding dengan Irene. Namun Irene kabarnya tidak bersedia.
https://trimay98.com/movies/a-bride-for-rip-van-winkle/
Xiaomi Menang di Amerika, Vendor China Ingin Ikut Jejaknya
- Xiaomi menang gugatan hukum di pengadilan Amerika Serikat, setelah hakim memutuskan bahwa blacklist yang dijatuhkan pada mereka tidak punya bukti kuat. Vendor asal China yang lain dikabarkan ingin mengikuti jejak Xiaomi itu.
Xiaomi bersama banyak perusahaan China lain masuk dalam daftar blacklist Amerika di masa pemerintahan presiden Donald Trump. Alasannya misalnya dikendalikan oleh pemerintah atau militer China.
Alasan pencekalan Xiaomi adalah karena penghargaan yang diterima pendirinya Lei Jun oleh Kementerian Industri dan Informasi Teknologi China (MIIT) yang dituding sebagai pengatur 'fusi sipil-militer' China. Dalam keputusannya, hakim Contreras mengatakan 500 pebisnis China lain menerima penghargaan yang sama, termasuk yang tak terkait teknologi.
"Termasuk pemimpin perusahaan susu bubuk bayi, produsen merek saus terkenal dan produk anggur," katanya, seperti dikutip detikINET dari Financial Times, Kamis (18/3/2021).
Nah, kemenangan Xiaomi ini menginspirasi perusahaan China lain yang dicekal pada era Trump. Sumber pengacara menyebut mereka telah dihubungi oleh para perusahaan itu untuk membicarakan kemungkinan mengajukan gugatan hukum seperti Xiaomi.
"Perusahaan-perusahaan menghubungi para pengacara untuk mengadukan blacklist itu dan apa dasarnya," kata Wendy Wysing dari biro hukum Steptoe & Johnson cabang Hong Kong.
"Memang fakta yang membuat Xiaomi di-blacklist menggelikan dan saya pikir sungguh akan membuat perusahaan (China) yang lain juga mencari keringanan serupa," kata pengacara berbasis di Washington, Brian Egan.
Kurang lebih 43 perusahaan China yang berbisnis di berbagai sektor terkena blacklist bersama Xiaomi. Di antaranya yang terkenal adalah Hikvision, China National Offshore Oil Corp (CNOOC) dan produsen chip raksasa Semiconductor Manufacturing International Corp.
Komentar
Posting Komentar