Fakta-fakta Hipospadia Serius yang Diidap Aprilia-Amasya Manganang

 Seperti halnya Aprilia Manganang, yang kini sudah berganti nama menjadi Aprilio Perkasa Manganang, sang kakak Amasya Manganang rupanya juga mengidap hipospadia. Ia telah menjalankan pemeriksaan di RSPAD Gatot Soebroto.

"Hasilnya ternyata sangat mirip. Hasil pemeriksaan, Amasya tidak seberuntung kita, sakit juga. Kita sampaikan ke Amasya dan Amasya menjawab, 'Saya kalau bisa dibantu, saya ingin menjadi diri saya sebenarnya'," ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.


Andika menambahkan, penyakit yang diidap Amasya adalah hipospadia serius. Untuk itu, prosedur penanganan akan dilakukan untuk mengobati Amasya.


"Kita putuskan, kita akan siapkan prosedur sama. Beliau juga serius masuk hipospadia serius," imbuh Andika.


Corrective surgery

Sebelumnya, Aprilio disebut menjalani pengobatan corrective surgery atau yang oleh dokter spesialis urologi dr Irfan Wahyudi, SpU(K) disebut sebagai operasi rekonstruksi.


Ia menyebut, operasi ini adalah satu-satunya pengobatan untuk hipospadia. Sebab, hipospadia adalah kelainan anatomi, kesalahan posisi lubang kencing pada penis.


"Prinsipnya selain membentuk saluran uretra baru hingga ke ujung glans penis, meluruskan penis bila bengkok (chordee), serta revisi kelainan kulit genitalia," jelas dr Irfan.


Beda dengan kelamin ganda

Meski hipospadia berat kerap digolongkan sebagai kelainan DSD (Disorders of Sexual Development), dr Irfan menegaskan, hipospadia bukan kelamin ganda.


"DSD ini dulu sering disebut intersex. Di masyarakat dikenal dengan istilah kelamin ganda, walaupun istilah ini sebenarnya kurang tepat," jelasnya.


Dalam kesempatan lainnya, dr spesialis urologi dr Rachmat Budi Santoso menjelaskan bahwa jika pemeriksaan pada bayi baru lahir dilakukan dengan benar, hipospadia tidak mungkin terlambat terdeteksi. Penis bayi laki-laki dengan hipospadia kerap disangka sebagai bagian dari vagina.


Pada kasus hipospadia berat, penis bisa 'tertutup' sehingga pasien disangka berjenis kelamin perempuan.

https://movieon28.com/movies/zharfa/


Masih Ada Lho yang Tak Percaya Vaksin Corona, Siapa Saja Sih?


Masifnya vaksinasi COVID-19 oleh Pemerintah belum membuat seluruh masyarakat percaya kemanjuran vaksin tersebut. Hal itu karena masih banyak masyarakat yang mengakses informasi hoaks terkait vaksinasi COVID-19.

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan, bahwa saat ini tengah mengalami perubahan media informasi dari dunia analog ke dunia digital. Saat ini akses informasi bisa dinikmati langsung setiap individu dengan cara beragam, terlebih jumlah gadget di Indonesia saat ini lebih banyak dari jumlah penduduknya.


Namun hal itu tidak dibarengi dengan transparansi pemerintah dalam menginformasikan masalah COVID-19. Oleh karena itu banyak masyarakat yang bertanya kepada Pemerintah namun tak kunjung dijawab.


"Pertanyaan masyarakat kalau tidak dijawab oleh pemerintah, menghasilkan spekulasi dan menimbulkan hoaks. Termasuk soal vaksin, mengembangkan vaksin harus disampaikan secara benar," katanya dalam seminar merajut Nusantara bertema pemanfaatan IT dalam sosialisasi bahaya COVID-19 dan Vaksinasi secara daring, Sabtu (20/3/2021).


"Dan informasi harus dikelola dengan baik agar kepercayaan masyarakat kepada pemerintah terus naik," imbuh Sukamta.

https://movieon28.com/movies/susi-susanti-love-all/

Komentar

Postingan Populer