DKI Sumbang 1.034, Ini Sebaran 4.607 Kasus Baru COVID-19 RI 13 Maret
Pemerintah melaporkan penambahan 4.607 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Sabtu (13/3/2021). Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.414.741 kasus COVID-19.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi yakni 1.034, disusul Jawa Barat dengan 925 kasus, dan Jawa Timur sebanyak 346 kasus.
Detail perkembangan virus Corona Sabtu (13/3/2021), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 4.607 menjadi 1.414.741
Pasien sembuh bertambah 6.016 menjadi 1.237.470
Pasien meninggal bertambah 100 menjadi 38.329
Tercatat sebanyak 76.914 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 61.103.
Sebaran 4.607 kasus baru Corona di Indonesia pada Sabtu (13/3/2021).
DKI Jakarta: 1.034 kasus
Jawa Barat: 925 kasus
Jawa Timur: 346 kasus
Kalimantan Timur: 264 kasus
Banten: 247 kasus
Kalimantan Selatan: 197 kasus
Jawa Tengah: 192 kasus
DI Yogyakarta: 188 kasus
Bali: 158 kasus
Nusa Tenggara Timur: 141 kasus
Kalimantan Tengah: 97 kasus
Sumatera Utara: 91 kasus
Sulawesi Selatan: 89 kasus
Kalimantan Barat: 84 kasus
Sumatera Barat: 68 kasus
Bangka Belitung: 68 kasus
Riau: 66 kasus
Gorontalo: 51 kasus
Papua: 47 kasus
Papua Barat: 45 kasus
Sumatera Selatan: 43 kasus
Lampung: 43 kasus
Sulawesi Utara: 24 kasus
Jambi: 21 kasus
Nusa Tenggara Barat: 20 kasus
Aceh: 14 kasus
Sulawesi Tengah: 12 kasus
Maluku Utara: 12 kasus
Sulawesi Barat: 9 kasus
Kepulauan Riau: 4 kasus
Bengkulu: 3 kasus
Kalimantan Utara: 2 kasus
Sulawesi Tenggara: 2 kasus
https://cinemamovie28.com/movies/bugs/
Awas! Stres Tingkatkan Risiko Kematian karena COVID-19
Bukan hanya pengidap penyakit komorbid, orang yang mengalami stres disebut lebih rentan terinfeksi COVID-19.
Bahkan pada kasus tertentu, orang yang mengalami stres meski berusia muda dan tidak mengidap penyakit berat bisa mengalami gejala berkepanjangan, serta berisiko meninggal dunia.
Kabid Legislasi PB Ikatan Dokter Indonesia dr Mariya Mubarika menyebut, orang dengan kondisi stres bisa digolongkan kelompok rentan terinfeksi COVID-19.
"Stres, kelelahan, itu bisa kita masukan dalam kelompok rentan. Jadi jangan stres, kita harus saling memperkuat karena itu (infeksi COVID-19) sangat merugikan, ujarnya dalam konferensi pers virtual Refleksi 1 Tahun Pandemi COVID-19, Rabu (10/3/2021).
Ia turut menjelaskan, stres dialami oleh orang-orang yang ketakutan berkepanjangan.
Bukan hanya berdampak pada psikis, stres dan depresi juga bisa memengaruhi kondisi darah dan kemampuan tubuh melawan infeksi dan radang.
"Di dalam darahnya itu, inflammatory factor-nya sudah tinggi. Dia bisa terinfeksi, cepat sekali dia masuk ke fase 2, 3, kemudian bisa tidak terselamatkan," imbuhnya.
Dr Mariya menegaskan, semua orang bisa terkena dampak dari pandemi COVID-19, mulai dari yang memiliki riwayat penyakit berat, hingga yang terlihat sehat namun dihantui stres.
Pembatasan mobilitas dan upaya pencegahan harus dilaksanakan untuk mengatasi infeksi yang kini menjadi masalah masyarakat bersama-sama.
Komentar
Posting Komentar