Desainer MacBook Bocorkan Rahasia, Apple Murka
Apple murka dan menggugat Simon Lancaster, mantan desainer produk mereka karena dianggap menjual rahasia perusahaan ke wartawan.
Lancaster dituding menjual informasi rahasia terkait produk Apple yang belum dirilis ke koresponden dari media yang tak disebut namanya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat ( 12/3/2021).
Ia pun dituding melakukan hal ini untuk meningkatkan popularitasnya, yang akan membantu di pekerjaan selanjutnya setelah meninggalkan Apple.
"Puluhan ribu pegawai Apple bekerja tanpa henti setiap hari untuk menggarap produk, fitur dan layanan baru dengan tujuan memuaskan konsumen kami. Mencuri ide dan informasi rahasia merusak usaha mereka, melukai Apple dan konsumen kami," ujar juru bicara Apple terkait gugatan ini.
"Kami mengambil langkah serius terhadap individu yang dengan sengaja mencuri rahasia perusahaan, melanggar etika dan kebijakan kami, untuk kepentingan pribadi. Kami akan melakukan segalanya untuk melindungi inovasi yang sangat kami banggakan," tambahnya.
Dalam gugatan Apple ditulis kalau Lancaster dan si wartawan ini mulai berkomunikasi sejak 2018, yaitu mengenai kemungkinan membocorkan informasi. Keduanya kemudian terus berkomunikasi selama tahun itu.
Lancaster kemudian disebut menghubungi si wartawan pada musim semi 2019, memintanya untuk menginvestigasi mengenai potensi produk Apple yang bisa menjadi masalah untuk startup miliknya.
Pada Oktober 2019, Lancaster mengaku ke si wartawan kalau ia berencana meninggalkan Apple, dan akan memberikan informasi rahasia Apple serta meminta si wartawan menulis artikel mengenai veteran desainer Apple yang mengundurkan diri untuk membuat sebuah startup.
Sebagai gantinya, si wartawan disebut meminta Lancaster mencari informasi lebih banyak mengenai proyek Apple yang bernama 'Project X'.
Pada 15 Oktober Lancaster resmi mengajukan pengunduran dirinya, dan tetap berkomunikasi dengan si wartawan. Kemudian ia pun diminta untuk memberikan dokumen soal informasi rahasia sebelum ia meninggalkan Apple.
Apple juga menuding Lancaster dengan sengaja mengikuti rapat mengenai 'Project X' setelah ia mengajukan pengunduran dirinya. Tujuannya tentulah untuk mencari informasi lebih banyak untuk dibocorkan.
Lancaster mulai bekerja di Apple pada 2008, dan kemudian selama 11 tahun bekerja di sana sebagai desainer produk sampai akhirnya mengundurkan diri pada 2019 untuk bergabung dengan Arris Composites, sebuah perusahaan pendesain material.
Dalam keterangan persnya saat pindah ke Arris, ia mengklaim ikut mendesain MacBook Pro 13 inch dan 15 inch Touchbar selama bekerja di Apple.
https://tendabiru21.net/movies/habibie-ainun-3/
Mirip Twitter, TikTok Perkenalkan Fitur Anti Bully
Saat awal diluncurkan, aplikasi media sosial seperti TikTok diciptakan sebagai tempat hiburan yang menyenangkan. Para pengguna bisa mengunggah video diri sedang bernyanyi dan menari dengan iringan lagu.
Namun, seiring waktu berjalan, TikTok digunakan untuk lebih banyak hal seperti diskusi membahas berbagai topik, mengkritik, bahkan sampai menjurus pada aksi bully.
Nah untuk mengantisipasinya, TikTok pun meluncurkan fitur anti bullying baru. Caranya mungkin tidak asing lagi, seperti TikTok akan meminta penggunanya untuk mempertimbangkan kembali tulisannya apakah mengandung kata-kata kasar atau yang mungkin melanggar panduan komunitas TikTok.
Dilansir detiKINET dari Ubergizmo, fitur ini serupa dengan milik Twitter yang belum lama dirilis. TikTok pun akan segera memperkenalkan fitur tersebut.
TikTok juga akan memperkenalkan filter komentar yang bisa dipilih user dengan berbagai tingkat yang berbeda. Penggun bisa memilah-milah pada kolom komentar berdasarkan kata-kata yang menyinggung atau juga membuat kata kunci yang lebih spesifik lagi.
"Menciptakan lingkungan aplikasi yang aman dan positif memungkinkan ekspresi kreatif untuk terus ada adalah prioritas kami. Kami akan terus memperkuat penjagaan kami untuk pengguna, membangun alat-alat yang menyediakan orang-orang lebih banyak kontrol untuk membentuk pengalaman mereka dan terus mendengarkan masukan dari komunitas dan para pakar kami," tulis TikTok.
Komentar
Posting Komentar