Bocoran Wujud Apple AirPods 3 dan Harganya
Apple disebut akan mengadakan acara peluncuran produk pada akhir Maret mendatang, dan kabarnya AirPods adalah salah satu produk yang akan diluncurkan.
Baru-baru ini beredar gambar yang diduga merupakan AirPods 3, yang bentuknya mirip dengan AirPods Pro namun tanpa eartips silikon. Atau dengan kata lain gabungan dari Airpods dan AirPods Pro.
Dari bocoran gambar ini, kemungkinan AirPods 3 adalah sebuah earphone open ear, yang memang didesain agar penggunanya tetap bisa mendengar suara dari luar. Sama seperti AirPods 1 dan 2. Berbeda dibanding AirPods Pro yang memang punya fitur active noise cancelling.
AirPods 3 kabarnya punya fitur Spatial Audio, namun tanpa active noise cancellation, dan dijual dengan harga sekitar USD 150, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Jumat (12/3/2021).
Produk lain yang kabarnya bakal dirilis di acara 23 Maret tersebut antara laina dalah AirTags dan iPad. Bocoran ini datang dari leaker asal China bernama Kang. Menariknya, event Apple ini akan diadakan bersamaan dengan peluncuran OnePlus 9 yang juga dijadwalkan pada 23 Maret 2021.
Perusahaan asal Cupertino, AS ini diprediksi akan meluncurkan gadget pelacak bernama AirTags yang telah lama dinanti.
Selain itu, event ini juga diperkirakan akan digunakan untuk mengumumkan iPad baru dengan display mini-LED dan prosesor yang lebih kencang. Apple juga dirumorkan sedang menyiapkan AirPods generasi baru yang kemungkinan akan diluncurkan pada event ini.
Setelah Kang mengungkap tanggal 23 Maret, YouTuber dan tipster yang hit-or-miss Jon Prosser ikut mencuitkan '23' di Twitter, sepertinya untuk menunjukkan dukungannya untuk Kang dan prediksinya.
Kang sendiri memiliki rekam jejak yang cukup akurat jika dibandingkan dengan Prosser. Tahun lalu, Kang menjadi orang pertama yang mengungkap bahwa Apple berencana menghidupkan kembali brand MagSafe untuk iPhone 12.
https://tendabiru21.net/movies/the-earth-is-round/
Pakistan Blokir TikTok (Lagi) Gegara Konten Vulgar
Pengadilan di Pakistan telah memblokir aplikasi media sosial TikTok karena dinilai memiliki konten cabul. Hal ini menjadi peristiwa kedua kalinya TikTok diblokir dalam waktu kurang dari enam bulan di negara tersebut.
Kepala Pengadilan Tinggi Peshawar, Qaiser Rashid Khan memutuskan pemblokiran selama sidang di mana sebelumnya sudah banyak petisi yang menentang platform video tersebut.
Khan menjelaskan beberapa video yang diunggah TikTok dianggap tidak dapat diterima oleh masyarakat Pakistan dan memerintahkan untuk regulator internet untuk memblokir layanan tersebut sampai TikTok dapat menerapkan kontrol konten yang dianggap dapat diterima oleh pengadilan.
Dilansir detikINET dari Al Jazeera, Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) akan mematuhi perintah dari pengadilan. Sebelumnya pada bulan Oktober, PTA telah memblokir TikTok atas tuduhan serupa dengan mengatakan bahwa platform tersebut telah gagal menyaring konten tidak bermoral dan tidak senonoh.
Sepuluh hari kemudian, mereka mencabut larangan tersebut dengan mengatakan pihak berwenang Pakistan telah diyakinkan oleh manajemen TikTok bahwa mereka akan memblokir semua akun yang berulangkali terlibat dalam menyebarkan kecabulan dan amoral
TikTok buatan ByteDance ini memungkinkan pengguna untuk berbagi video pendek satu sama lain. Menurut firma analitik Sensor Tower, TikTok menjadi sangat populer di Pakistan yang berpenduduk 220 juta orang dan di sana memiliki lebih dari 20 juta pengguna aktif bulanan.
Komentar
Posting Komentar