Batu Meteor Langka Ini Lebih Tua dari Usia Bumi, Kok Bisa?
Pada bulan Mei tahun 2020 silam, sebuah batu meteor atau meteorit jatuh di sekitar gurun Sahara dan ditemukan oleh ilmuwan. Setelah diteliti leih lanjut, diambil kesimpulan bahwa usia meteorit itu ternyata lebih tua daripada usia Bumi.
Peneliti dari Center for Meteorite Studies di Arizona University di Amerika Serikat dalam studinya menyebutkan bahwa batu angkasa itu terbentuk sekitar 4,565 miliar tahun silam. Sedangkan usia Bumi diperkirakan sekitar 4,54 miliar tahun yang berarti sedikit lebih muda.
Seperti dikutip detikINET dari Live Science, Jumat (12/3/2021), usia dan kandungan mineralnya mengindikasikan meteorit ini asal usulnya dari awal terbentuknya Tata Surya, dari kerak protoplanet, sebutan untuk benda berbatu yang dalam proses berkembang menjadi planet.
Meteorit yang dinamakan sebagai Erg Chech 002 (EC 002) ini kemungkinan selamat dari sebuah 'planet bayi' yang rusak atau ditelan oleh planet lain yang lebih besar pada masa awal kelahiran Tata Surya kita.
Di antara ribuan meteorit yang jatuh ke Bumi, EC 002 memang tergolong sangat istimewa dan berharga bagi ilmu pengetahuan. "Meteorit ini adalah batu magmatis tertua yang pernah dianalisis sejauh ini dan membuka pandangan tentang formasi kerak purba yang melapisi protoplanet tertua," sebut tim peneliti.
"Tidak ada obyek dengan karakteristik spektral yang mirip dengan EC 002 telah teridentifikasi sejauh ini," tambah mereka.
Bahkan karena EC 002 lebih tua dari Bumi, ada kemungkinan materi sejenisnya pada zaman dahulu kala turut berperan dalam membentuk Bumi. Maka, meteorit ini dapat diteliti lebih lanjut untuk menambah pemahaman tentang terciptanya planet kita menurut sains.
https://tendabiru21.net/movies/clean-hands-3/
Netflix Tindak Pengguna yang Berbagi Password Tapi Tak Serumah
- Netflix selama ini membiarkan penggunanya yang berbagi password dengan orang yang tidak tinggal serumah. Tapi sepertinya layanan streaming ini tidak akan tinggal diam lagi melihat praktek seperti ini.
Beberapa pengguna Netflix melaporkan mereka tidak melewati halaman login karena dihadang oleh notifikasi yang mengatakan mereka harus tinggal serumah dengan pemilik akun.
"Jika Anda tidak tinggal dengan pemilik akun ini, Anda harus memiliki akun sendiri jika ingin tetap menonton," tulis pesan dalam notifikasi tersebut, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (12/3/2021).
Netflix kemudian meminta pengguna untuk memverifikasi identitasnya dengan memasukkan kode yang dikirimkan Netflix ke alamat email atau nomor telepon yang terdaftar dengan akun.
Jika pengguna tidak berhasil memverifikasi kepemilikan akun dalam jangka waktu tertentu, mereka tidak akan bisa lagi mengakses konten Netflix. Mereka justru akan diminta untuk membuat akun sendiri.
Dalam keterangan resminya, Netflix memastikan notifikasi ini masih dalam tahap uji coba terbatas dan belum diketahui apakah akan digulirkan secara lebih luas.
Notifikasi ini juga diuji coba untuk meningkatkan keamanan akun Netflix. Jika ada seseorang yang mencoba mengakses akun yang bukan miliknya dengan kredensial curian, mereka tidak akan bisa mengakses akun tersebut.
Kebijakan Netflix tidak mengizinkan pengguna berbagi password dengan orang lain yang tidak tinggal serumah. Tapi kebijakan ini juga tidak begitu jelas karena mungkin ada keluarga yang memiliki akun bersama, tapi salah satu anaknya bersekolah di luar kota. Skenario itu juga pernah diungkit oleh co-CEO Netflix Reed Hastings di tahun 2016.
"Ada banyak cara berbagi password yang sah, seperti Anda berbagi dengan pasangan Anda, dengan anak-anak Anda, jadi tidak ada batasan jelas, dan kami baik-baik saja," kata Hastings saat itu.
Sepanjang tahun 2020, Netflix mendapatkan 37 juta pengguna baru dan secara total memiliki lebih dari 200 juta pengguna di seluruh dunia. Berdsarkan data perusahaan riset Magid, 33% pengguna Netflix berbagi password setidaknya dengan satu orang lain.
Komentar
Posting Komentar