Bakal Dipakai RI, Vaksin-vaksin Ini Teruji Ampuh Lawan Corona B117
Sejumlah vaksin Corona yang rencananya akan digunakan di Indonesia disebut efektif melawan varian Corona B117. Teranyar, ada vaksin Novavax yang menunjukkan efikasi 86 persen melawan Corona B117.
Begitu juga dengan studi yang dimuat dalam analisis terbaru di Israel, vaksin Pfizer terbukti efektif melawan varian B117. Namun, tidak ada data kuat untuk 'varian raja' Afrika Selatan B1351.
Berikut vaksin-vaksin yang diklaim efektif melawan varian baru Corona B117.
1. Vaksin Corona Pfizer
Lebih dari 80 persen spesimen di analisis terbaru Israel terkait vaksin Pfizer adalah varian Corona B117. Hasil analisis menunjukkan Pfizer efektif 94 persen mencegah kasus COVID-19 tanpa gejala.
Begitu juga dengan pasien bergejala ringan hingga sedang, efikasi lebih tinggi yaitu 97 persen. Termasuk mencegah kematian akibat COVID-19.
Analisis terbaru di Israel ini sesuai dengan data uji klinis tahap akhir Desember lalu, kala Pfizer disebut memiliki efikasi 95 persen.
"Sejak puncak pertengahan Januari, kasus kematian Corona di Israel telah mengalami penyusutan hingga 71 persen, kasus COVID-19 menurun 55 persen, pasien kritis menurun 45 persen," jelas Eran Segal, seorang ilmuwan data di Institut Sains Weizmann, dikutip dari Reuters.
2. Vaksin Novavax
Vaksin Novavax terbukti 86 persen efektif melawan varian Corona B117. Hal tersebut berdasarkan hasil uji klinis tahap akhir di Inggris yang melibatkan lebih dari 15 ribu orang, di rentang usia 18-59 tahun.
Hasil uji vaksin yang melibatkan kasus terinfeksi varian Corona B117 dan B1351 menunjukkan efikasi secara keseluruhan sebesar 90 persen. Dalam uji tersebut tak ada satu pun relawan yang mengalami kasus COVID-19 parah hingga meninggal.
Beberapa waktu lalu, Ketua Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac juga meyakini vaksin akan tetap efektif melawan Corona B117. Setidaknya selama satu tahun.
Meski begitu, penelitian efektivitas vaksin terhadap Corona B117 masih akan terus berlangsung.
"Semua virus itu akan berubah untuk mempertahankan diri supaya tetap eksis, virus manapun akan bermutasi enggak bisa dicegah, alamiah seperti itu," ujar Kusnandi saat ditemui di RSP Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).
"Saya lagi teliti, kita meneliti di Indonesia, Brasil, Uni Emirat Arab, Turki melihat efektivitasnya. Tapi kalau setahun, harapan saya masih efektif, jadi memang tidak berhenti-hentinya meneliti," kata Kusnandi.
https://kamumovie28.com/movies/the-war-of-loong/
Ditangguhkan di 3 Negara Eropa, RI Masih Izinkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Denmark, Norwegia, dan Islandia menunda vaksinasi AstraZeneca, menanggapi laporan kasus pembekuan darah di beberapa orang pasca disuntik. Menteri Kesehatan Denmark mengaku hal ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian.
"Saat ini tidak mungkin untuk menyimpulkan apakah ada kaitannya. Kami bertindak lebih awal, itu perlu diselidiki secara menyeluruh," kata Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke di Twitter.
Dikutip dari Reuters, pihak AstraZeneca menyebut tak ada efek samping serius dari uji vaksin mereka termasuk laporan pembekuan darah. AstraZeneca menjelaskan, jumlah kasus efek samping serius yang kemudian dilaporkan pasca divaksin juga cenderung lebih sedikit daripada laporan yang umum terjadi di populasi.
Meski begitu, pihaknya akan mendukung penuh proses penyelidikan yang tengah berlangsung terkait laporan kasus pembekuan darah.
Seperti diketahui, vaksin AstraZeneca sudah tiba di Indonesia dengan total 1,1 juta dosis. BPOM menyetujui penggunaan vaksin AstraZeneca dengan efikasi 62,1 persen.
Komentar
Posting Komentar